Hari AIDS Sedunia kemarin, diisi dengan kegiatan Workshop Temu Blogger Palembang bersama Kemenkes RI di Hotel Excelton pada tanggal 4 Desember 2017. Banyak sekali pengetahuan yang baru aku ketahui pada kegiatan ini karena pembicara yang didatangkan merupakan orang-orang yang berpengalaman dan tahu banyak tentang HIV AIDS. 
 
 
Tiga pembicara dalam acara ini, yang pertama Bapak Indra Rizon , S.K.M., M.Kes. selaku Kepala Hubungan Media dan Lembaga Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI yang memaparkan mengenai Perilaku Hidup Sehat Melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Kedua, Ibu dr. Endang Budi Hastuti selaku Kasubdit HIV AIDS dan PIMS Direktorat Pencegah Penyakit Menular Langsung (PPML) Kemenkes RI yang memaparkan mengenai Kebijakan Nasional program HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual. Pembicara ketiga, Bapak Feri Yanuar, S.K.M., M.Kes. selaku Kabag P2P Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, memaparkan Epidemi HIV/AIDS di Provinsi Sumsel.
 
Tahu kah kamu kalau ada kurang lebih 110 kasus HIV per hari di Indonesia dan 40.000an kasus di temukan per tahun? Ya. Angka ini didapatkan berdasarkan Laporan HIV/AIDS Triwulan 2017 oleh Kemenkes RI. Apalagi kasus HIV dan AIDS di Provinsi Sumsel pada tahun 1995 hingga September 2017 ini ada 1329 kasus HIV dan 1377 kasus AIDS dan kota Palembang menjadi penyumbang kasus terbanyak. Sungguh memprihatinkan.
 
HIV adalah kependekan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia, dan AIDS kependekan dari Aqcuired Immuno Defiency Syndrome, yaitu kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh menurunnya kekebalan tubuh. ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) sukar untuk di ketahui, karena tidak ada tanda tertentu yang bisa dilihat langsung. Jadi untuk mengetahuinya, kita harus cek kesehatan ke Rumah Sakit terdekat.
 
 
 
Cara penularan penyakit ini sangatlah terbatas dan tidak seperti banyak berita hoax bilang. Salah satunya, yang identik dengan pergantian tahun dalam waktu dekat ini, yaitu terompet. Beredar pesan berantai yang menyebutkan bahwa virus HIV bisa menyebar lewat terompet. Tahu kah kamu kalau berita ini adalah kebohongan atau hoax ? Karena HIV AIDS tidak menular melalui air liur. Penularan virus ini memang terjadi melalui kontak cairan tubuh, tapi bukan melalui mulut. Media yang banyak menjadi penyebab penularan ialah Darah, free sex, dan jarum suntik. Jadi jangan takut jika kamu bermaksud untuk membeli terompet untuk menyambut tahun 2018 nanti.
 

Ayu Oktariani merupakan seorang perempuan yang hidup dengan HIV. Awalnya, aku tidak tahu kalau mbak Ayu merupakan seorang ODHA, karena tidak ada ciri sedikitpun dan terlihat segar bugar. Mbak Ayu menceritakan kehidupannya setelah menjadi seorang ODHA, bagaimana Ia menjalani kehidupannya, senang sedihnya, suka dukanya, dan membuatku merubah mindset agar tidak mendiskriminasi ODHA, memberikan support agar mereka tidak merasa terkucilkan.

Remaja menjadi yang paling rentan terjangkit HIV AIDS. Beberapa faktor penyebabnya ialah : 1) Kesetaraan gender dan Hak Asasi Manusia, 2) Hidup jauh dari keluarga dan bergaul dengan orang yang salah, 3) Perubahan ekonomi keluarga, dan 4) Dampah media sosial dan akses yang bebas terhadap internet. Remaja sangat mudah untuk terpengaruh oleh empat penyebab diatas. Untuk menghindari hal itu terjadi, peran keluarga sangat penting agar dapat selalu menjaga quality time bersama. Iman dan Taqwa juga, remaja yang dekat dengan Tuhannya, biasanya tidak mudah terpengaruh untuk melakukan hal-hal yang menjurus ke HIV AIDS, yang pasti harus selalu menerapkan pola hidup sehat dan berfikir positif.

Pelajaran yang bisa didapatkan dari kegiatan ini ialah, mulailah pola hidup sehat, terutama untuk diri sendiri. Karena sehat mulai dari diri sendiri dan InsyaAllah dapat berdampak untuk orang banyak.