"Setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan"
Bukankah itu sudah jelas tertulis dalam pasal 31 ayat 1 ?
Hak pendidikan seperti apa yang akan diberikan negara kepada warganya ?
Bukankah makna "setiap" itu berarti keseluruhan orang ?
Apakah seluruh orang sudah mendapatkan hak pendidikannya ?
Silahkan simpan jawaban anda.
 
 
Sebagaimana kota besar lainnya, Palembang tak lepas dari persoalan sosial dengan maraknya anak jalanan. Pandangan umum masyarakat melihat merekan dengan stigma negatif, seperti anak nakal, tak punya aturan, pengamen, pengemis, dan kotor. Kebanyakan orang hanya punya tiga pilihan, memberi uang, mengabaikannya, atau malah ada juga yang memaki.
 
 
Padahal, mereka mencari penghidupan di jalanan bukan karena pilihan, melainkan situasi yang tidak bisa mereka hindari. Banyak dari mereka adalah anak terlantar korban dari broken home, korban kekerasan dalam rumah tangga, terhimpit kemiskinan, dan juga korba eksloitasi anak. Nah, sudah seharusnya mereka ini berhak mendapat perlindungan dan bantuan.  Beruntungnya, di kota Palembang ini masih banyak relawan dan pekerja sosial yang peduli terhadap masa depan kelompok anak yang kurang beruntung itu. Mereka tergabung dalam Save Street Child Palembang (SSCP). 
 
Save Street Child adalah gerakan komunitas yang bergerak dalam kepedulian kepada anak-anak jalanan dan marginal. Komunitas ini awalnya terbentuk di Jakarta sejak tanggal 23 Mei 2011 secara independen. Seiring dengan ke-eksistensian gerakan komunita Save Street Child, akhirnya komunitas ini pun semakin melebar di tiap daerah, sehingga mampu menjadikannya sebagai komunitas berjejaring.Sampai detik ini, komunitas Save Street Child sudah melebar di 18 kota, diantaranya yakni Jakarta (sebagai koordinator pusat), Surabaya, Malang, Medan, Padang, Yogyakarta, Manado, Semarang, dan yang pastinya Palembang. 
 
 
Hingga kini, Save Street Child Palembang sudah ada 8 batch, yang artinya sudah 8 kali mengadakan open recruitment volunteer. Para volunteer yang mengajar disini, kami namakan Pengajar Keren. Kegiatan yang diadakan oleh Pengajar Keren ialah mengadakan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar ini diadakan di TPA Sukawinatan dan Panti Asuhan Do'a Ibu. Mengapa hanya dua tempat ini, karena kurangnya lokasi yang dapat kami rangkul untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan Pengajar Keren ini dilaksanakan 2x dalam 1 minggu yaitu hari Sabtu dan Minggu setiap jam 4 sore. 
 
 
SSCPalembang bekerja untuk 'memanusiakan' anak jalanan dengan fokus utama pendampingan, pendidikan, dan kesehatan untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Komunitas ini juga berkampanye mengajak masyarakat peduli pada persoalan anak jalanan, salah satunya dengan cara bergabung menjadi relawan. Jika kamu tertarik untuk bergabung, bisa langsung pantengin ig @sschildplg untuk mengetahui apa kegiatan mereka. Kamu juga bisa langsung datang ke TPA Sukawinatan atau Panti Do'a Ibu pada saat jam belajar mengajar kalau kamu ingin melihat langsung. 
 
 
Sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh Pengajar Keren selama ini. Seperti pada tahun ini, kami telah mengadakan beberapa kegiatan seperti berbagi sembako dan pakaian bekas pada warga TPA Sukawinatan pada saat bulan Ramadhan, dan kegiatan perlombaan 17 Agustus. Mereka sangat excited dengan suasana sangat ramai namun tetap kondusif. 
 
 
 
 
Narsis dikit gapapa lah ya, hehe. 
Sekian dulu. See ya on my next stories.