Seperti kelompok organisasi biasanya, team kami mempunyai program kerja yang akan dilaksanakan di Desa. Salah satu program kegiatan yang kami laksanakan ialah Kelas Inspirasi dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Kelas Inspirasi sendiri masuk di kategori program kerja dalam divisi Pendidikan, sedangkan PHBS ada di dalam divisi Olahraga dan Kesehatan.
 
 
 
 
Kami melakukan kegiatan mengajar sehari di dua sekolah dasar di desa Air Hitam Laut. Sekolah yang pertama terletak tak jauh dari homestay, kurang lebih 5 menit berjalan. Ada cukup banyak siswa di sekolah ini, dan kami dibagi menjadi 2 team. Satu team mengelola kelas 1, 2, dan 3, sedangkan team kedua mengelola kelas 4, 5, dan 6. Sekolah ini berada di dua lokasi berbeda yang cukup jauh satu sama lain. Aku sendiri masuk dalam team kedua. Cukup melelahkan jika harus bolak-balik antar lokasi. 
 
 
Kami memulai aktivitas dengan menari-nari di lapangan sepak bola dekat sekolah dan sesekali tepuk semangat. Sungguh pekerjaan yang susah untuk mengendalikan anak-anak disini. Mereka bergerak kesana kemari mengikuti kemauan mereka sendiri dan membuat kami kuwalahan namun sangat menyenangkan. Lagipula kami harus berhati-hati melangkah di lapangan ini karena banyak sekali 'ranjau' tersebar. 
 
 
Masing-masing team memasuki kelas berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan saat breafing semalam. Aku sendiri berpartner bersama bang Dicky, kebagian masuk di kelas 6 pada jam pertama mengajar yang jaraknya cukup jauh dari gedung utama sekolah. Gedung ini termasuk baru dan sedikit lebih bagus dari gedung utama. Banyak yang kami ajarkan dikelas, seperti bernyanyi, tebak lagu, bahasa inggris, pengetahuan umum, dan sedikit motivasi dari bang Dicky untuk anak-anak. Such a good class.
 
 
Untuk jam kedua kami kebagian di kelas 4 dan jam ketiga di kelas 5. Anak-anak disini sangat excited dengan kedatangan kami. Mereka juga entah mengapa mudah sekali diatur dan pada nurut. Berbeda dengan cerita dari anggota team yang kebagian mengajar di kelas 1, 2, dan 3. Menurutku, aku cukup beruntung. Karena aku tidak suka dengan anak-anak yang nakal dan tidak patuh dengan omongan. Sebal.
 
 
Kegiatan kelas inspirasi di sekolah satunya diadakan beberapa hari setelahnya. Untuk mencapai ke sekolah ini, kami disuguhi tantangan yang cukup menantang, dimulai dari berjalan kaki berkilo-kilo meter jauhnya, melewati jembatan gantung yang hampir putus yang dibawanya terdapat sungai yang ada buaya nya, jembatan kayu yang bisa ambruk setiap saat. Dan alhamdulillah kami semua selamat sampai tujuan hanya ada sedikit 'tragedi' yang jadi rahasia penulis. hehe.
 
 
Di sekolah ini, terdapat 6 kelas namun hanya ada 3 ruang belajar. Jadi, terpaksa kelas 1 dan 2 digabung menjadi satu kelas, 3 dan 4, begitu juga dengan 5 dan 6. Jumlah siswanya lebih sedikit dari sekolah yang pertama. Dengan ruang kelas yang seadanya, anak-anak cukup semangat untuk menuntut ilmu. Buktinya ada salah satu anak dari kelas 5 rela bersekolah disini padahal rumahnya terletak di seberang dan harus naik 'pompong' untuk mencapai sekolah. 
 
 
 

Sama seperti di sekolah satunya, di kelas kami jadikan suasana yang kondusif dengan belajar dan bermain agar anak-anak tidak merasa bosan. Seperti bermain tebak-tebakan, melatih fokus, dan bernyanyi. Ada sedikit 'reward' untuk anak yang berhasil menjawab pertanyaan. Aku kebagian mengajar di kelas 5 bersama bang Azis dan bang Wahyu.
 
 
Sebelum selesai, seperti biasa kami mengakhirinya dengan menuliskan secarik kertas mengenai cita-cita mereka dan menempelkannya di dinding cita-cita. Murid di kelas ini hanyak 20 orang, jadi tidak memakan waktu yang lama. Lucu nya, ada seorang anak yang menangis karena bingung mau nulis apa, karena belum memiliki cita-cita.
 
 
Satu lagi program kegiatan kami di sekolah ini ialah PHBS, kami mengajak anak-anak keluar kelas dan berbaris di lapangan. Kami mengadakan sedikit praktik sikat gigi yang benar dan cuci tangan. Anak-anak sudah menyiapkan sikat gigi dan odol yang mereka bawa sendiri dari rumah. Saat ditanya berapa kali harus menyikat gigi dalam sehari, mereka menjawab 1x. Cukup miris. Semoga dengan adanya program PHBS yang kami adakan ini bisa bermanfaat untuk mereka.
 
 
Beruntung, mereka sangat gembira dengan praktik yang kami terapkan bersama dengan nyanyian. Jadi kami tidak perlu kewalahan mengatur mereka untuk berbaris. Seperti nyarian sikat gigi, cuci tangan, dan ada nyanyian 'banana'. Semua ini dicontohkan oleh bang Wahyu. Lucu sekali ketika melihat mereka joget banana.
 
 
 
 
Sebelum pulang, kami memberikan sedikit oleh-oleh untuk sekolah, yaitu berupa selembaran kain putih yang di cap tangan warna warni oleh anak-anak. Mereka sangat bergembira melihat hasilnya, karena colourfull dan menarik. Narsis dikit, kami berfoto di depannya bersama guru dan anak-anak. Such a wonderfull moment when you share a happiness with other. Senang rasanya melihat wajah tersenyum mereka.
 
 
Besoknya, kami pulang. Dengan kebahagiaan dan kenangan yang tertinggal. Aku sangat beruntung bisa berada dalam satu team dengan orang-orang pilihan dari berbagai provinsi ini. Sebenarnya ada yang masih janggal di hati ini dan tak terungkap pada saat makrab. Biarlah hanya aku dan Tuhan yang tau. HEHE. You all will be missed. See you on top team. It's been a pleasure working with you guys on this expedition.
 
 
 
Cerita ENJ Jambi 2017
The End
Sincerely
 
 
x Dinna x