Tak kenal maka tak sayang. Itulah yang sering kali dilontarkan, terutama dalam organisasi dan kaderisasi. Maklum, para ekspeditor belum pernah berkumpul full team sebelum keberangkatan Ekspedisi. Aku pun baru tiba di Jambi saat H-2 keberangkatan, dan baru 1x ikut briefing sebelum keberangkatan. Sehingga, kami bisa lebih mengenali satu sama lain saat berada di desa seiring dengan berjalannya waktu. Tapi deskripsi dibawah hanya pure pengamatan ku yang digabungkan dengan jokes-jokes yang garing dan tidak bermaksud menjatuhkan ya hehe. Check it out !
 
full team ENJ Jambi 2017
 
1. Dinna Hayyu Mardiah a.k.a tante nya Keluarga Cemara a.k.a penulis (from Palembang)
 
 
Orang yang makannya sedikit, tapi berkelanjutan (ngemil), namun badan tak kunjung gemuk, suka keramaian, agak pemalu, cuek, sering berfikir dan punya ide namun tak terucap, coffee addict, pengidap insomnia, Tante nya Keluarga Cemara. Entah dari mana asal usulnya, dan salah satu yang pernah merasakan cemas nya terperosok jembatan kayu di Air Hitam Laut. (I can't describe who I am. Hanya orang lain yang bisa dengan maksimal menilai).
 
 
2. Amrina a.k.a bu Koor a.k.a Nenek nya Keluarga Cemara (from Jambi)
 
 
 
Koordinator ENJ Jambi 2017 yang selalu bertanggung jawab, dewasa, 'superwoman', pintar, anak management, salah satu korban keganasan AGAS di homestay tempat kami tinggal. Kami satu tempat tidur dan pernah bersama-sama melewati jalan setapak yang tak seberapa di dalam Hutan Berbak. Perempuan yang banyak kelebihan. Nenek nya Keluarga Cemara yang sudah ditinggal mati oleh sang suami *ini kok ngakak😃Best partner ngajar Kelas Bahasa Inggris setiap sore. Good teacher.
 
3. Ion Afriansyah a.k.a dedek Ion a.k.a Lambe Turah (from Jambi)
 
 
 
Sang pencipta drama Keluarga Cemara. Paling muda namun yang paling berisik. Diam hanya pada saat sariawan dan tidur. Anak bungsunya Keluarga Cemara. Salah satu penghidup suasana team, selalu ceria, senyum, tak tau dalam hatinya seperti apa, lucu, suka bikin ilfeel (maafkan tante ya dedek), gempal, pingin kurus tapi tidak suka jalan kaki😃 salah satu mak comblang dari setiap anggota team, siapapun bisa di jodohkan, dan Ion merupakan mak comblang dari orang tuanya sendiri (?). Cocok ikut buat audisi admin Lambe_turah
 
4. Abdul Azis a.k.a Papa nya Keluarga Cemara (from Jambi)
 
 
 
Salah satu anggota team cowok yang bertanggung jawab, bisa dibilang co-coordinator team, yang mencetuskan ide pertama kali buat ekspedisi di Air Hitam Laut, dewasa, cekatan, Papa nya Keluarga Cemara. Selalu semangat dengan drama Keluarga Cemara. Entah sebenarnya memang ada sesuatu dengan mereka atau tidak. Yang paling sibuk untuk kegiatan selama ekspedisi, termasuk keuangan, konsumsi, dan transportasi. Semuanya diurusin. Good lahh

5. Lyana Alvionita Sari a.k.a Mama nya Keluarga Cemara (from Palembang)
 
 
Teman satu daerah yang sama-sama dari Palembang, walaupun Lyana jarang ke Palembang. Yang paling semangat juga dalam drama Keluarga Cemara. Punya 2 'anak'. Padahal masih semester 3 kuliah. Suaminya ada yang dari Amsterdam dan Amerika, namun sekarang dengan orang Bugis. Luar Biasa. Salah satu yang paling muda dalam team, namun bersifat dewasa. Secara anak Konseling. Seorang aktivis. Di homestay selalu mengeluh tentang jadwal kuliah dan uts yang sedang berlangsung di kampus. Selalu tidur sebelahan, punya jurus sendiri saat sedang tidur, entah itu Lyana nya sadar atau tidak. Namun cukup ampuh membuatku terbangun dalam tidur.
 
6. Jujur Eka Pramana Damanik a.k.a Babang Jujur (from Jambi)
 
 
Anak sulung Keluarga Cemara. Yang paling dicari anak-anak desa, terutama yang cewek. "Kak, bang Jujur mana ya?", "Kak panggilin bang Jujur kak, aku malu", "Kak, salam buat bang Jujur ya. Bang Jujur mirip Boy, aku suka", enaknyaaa punya banyak fans. Suka tidur saat briefing, tapi sering mencetuskan ide-ide kreatif, selalu melontarkan kata maaf saat sedang makrab. Muka polos, baik hati. Seorang aktivis. Banyak tugas negara. Ngaku-ngaku 'Papa' nya orang Amsterdam, entah Amsterdam mana yang dimaksud. Rajin, suka mencatat segala hal, dan selalu telfonan sama 'Yuyun' selama di Desa. Entah itu Yuni, Yuniar, Yusuf, Yugioh, Yunarto dsb. Masih menjadi misteri siapa sosok itu.

7. Wahyu Hidayat a.k.a Anak Kosan (from Tangerang Selatan)
 

Salah satu anggota team yang bertanggung jawab, supel, mudah akrab, apalagi dengan anak-anak desa. 'Bapakable'. Dewasa. Anggota team yang paling peka. Pantang tidur jika ada anggota team yang masih bekerja hingga larut malam. Punya genk bernama Team Mie Pake Nasi yang tercipta disaat istirahat makan siang saat  perjalanan ke SD seberang. Fresh Graduate, dan salah satu anggota yang selalu dicari oleh anak-anak desa karena ke 'bapakable'an nya. Jadi ingat pas nyanyian Banana, cuci tangan, gosok gigi, dan banyak yel-yel yang diciptakan olehnya sendiri. Keren. Kreatif. Inspiring. Salut.

8. Dicky Irawan a.k.a Anak Kosan (from Padang)
 

Pemerhati ekspresi dari setiap anggota team. Blak-blakan, tukang bully, dan salah satu yang paling berisik dan paling semangat saat bully membully, tapi gamau dibully. Lucu. Seorang aktivis yang sering keliling Indonesia dengan gratis. Paling suka senyum, menurut info terpercaya, tidur pun masih tersenyum. Masih banyak hal yang belum bisa ditebak. Hati-hati kalo dekatnya, dicurigai sebagai anggota P**KI !

9. Zela Zeftiani a.k.a Tetangga sebelah Keluarga Cemara (from Jambi)
 

Salah satu yang selalu barengan kalo lagi jalan. Gandengan tangan, pegangan tangan, udah kayak lgbt. Gak kok. Kita kayak gitu karena kita akrab. Punya bakat terpendam, yaitu ngecat kayu. Tidak suka kuning telur. Suka berbagi selimut saat tidur, walaupun akhirnya di monopoli oleh dirinya sendiri. Keren. Dicurigai salah satu anggota P**KI !

10. Hariman a.k.a Ibu kosan (from Garut)
 

Orang garut yang Sunda pisan euy. Ibu kos yang baik hati namun kejam (?), saat majikan akan datang, baru ketahuan bahwa bukanlah dia yang punya kosan😃. Rajin. Suka cuci piring, gak pelit. Partner mencari ikan asin di sore hari buat dibawa pulang, mulai gugup saat naik perahu hampir tenggelam. Yang paling berciri khas saat ngomong "Apa, sih" dengan logat Sunda nya. Ketawa paling besar disaat salah satu anggota ada yang dibully, dan menertawakan diri sendiri pada saat di bully. Paling cemas saat dosen menanyakan kabarnya yang kelihatan sedang bersenang-senang.

11. Muhammad Halim a.k.a Anak Kosan (from Jambi)
 
 

Aktivis kampus yang sibuk. Banyak jam terbang dan tugas negara. Tanggung jawab. Punya bakat design mendesign. Mau design sesuatu? Bisa langsung japri aja Bang Halim. Salah satu anggota Team Mie Pake Nasi. Akrab dengan siapa saja. Awalnya suka tidur saat briefing bersama Jujur yang sudah seperti sejoli tak terpisahkan.

12. Masyitah a.k.a Mama nya anak-anak Desa (from Jambi)
 

Cara berbicaranya khas sekali. Kayak anak sastra yang patuh dengan KBBI. Secara, finalis Duta Bahasa Jambi. Penakhluk hati anak-anak desa. Hampir semua anak kenal dan menuruti semua perintahnya. Rajin dan tekun dalam mengatur keuangan team. Salah satu yang paling khawatir jika ada salah satu anggota team yang belum makan. Sang pengajar Kelas Literasi seorang diri. Keren.

13. Geni Afrizal a.k.a Anak Kosan (from Jambi and Padang)
 

Manusia paling misterius se ENJ Jambi 2017. Jarang ngomong. Sekali ngomong, banyak kata-kata mutiara. Salah satu anggota Team Mie Pake Nasi bersama bang Wahyu dan bang Halim. Mereka ber 3 akrab sekali. Sering bersama. Dalam suka maupun duka. Masih banyak hal yang belum bisa ditebak dari dirinya. Banyak anak-anak desa mengenalinya. Sering mengadakan Kelas Memancing dan Berenang. Hobi olahraga.

14. Ester Evinora Simanjuntak a.k.a Nenek nya Keluarga Cemara (from Jambi)
 

Yang punya kamera. Selalu didekati anggota team biar bisa difoto. Aktivis, peraih beasiswa ternama di kampus. Jarang ngomong. Misterius. Masih banyak hal yang belum bisa ditebak dari dirinya. Salah satu yang paling gembira ketika melihat Keluarga Cemara menderita, padahal Ia sendiri termasuk anggota. Kabarnya, Ia tidak merestui hubungan yang dibentuk oleh Keluarga Cemara.

15. Yogi Diko Umbara a.k.a Kakek nya Keluarga Cemara (from Jambi)
 

Misterius. Suka baca buku yang tebel. Kakek yang cuek dengan anak dan cucunya. Terkesan masa bodo. Jarang ngomong. Sekali ngomong ternyata terungkap bahwa Ia juga termasuk salah satu anggota P**KI ! Kalau sudah dianggap deket biasanya tangan dan bantal suka mendarat ke wajah. Beberapa anggota team pernah jadi korbannya. Pengamat pohon Nipah yang baik. Mungkin Ia tertarik untuk meneliti pohon atau buah Nipah sehingga berfikir panjang sepanjang perjalanan ke Taman Nasional Berbak. Cool.

16. Nadia Akmala Zamila a.k.a Tetangga sebelah Keluarga Cemara (from Jambi)
 

Teman dekatnya Ester. Hampir selalu berdua kemanapun. Nadia bilang, Ia susah bergaul dengan anak cowok. Lumayan dikenal oleh anak-anak desa. Terutama yang cewek. Teman satu tempat tidur dengan Zela dan Ester, banyak drama sebelum tidur yang mereka ciptakan. Masih banyak hal yang belum bisa ditebak dari dirinya.


Sekian. Mereka semua orang-orang hebat yang pernah kutemukan. Bangga dan senang pernah berada dalam satu team yang luar biasa ini.


Tulisan ini dibuat pada saat terdampar ber jam-jam di bandara Soekarno Hatta dalam suasana hati yang bosan dan ditambah dengan mereka yang sedang On Air Radio di Jambi. Semakin rindu. Dah ah aku baper!