Assalamualaikum,

Dari judulnya pasti sudah tidak asing lagi dengan brand yang satu ini, Avoskin. Banyak jadi perbincangan dikalangan blogger dan skincare enthusiast. Konon ini adalah pertama dari brand lokal yang mengeluarkan eksfoliator toner dan serum. Sebelum kita bahas lebih dalam tentang semuanya, perlu ditekankan lagi kalau postingan kali ingin bakal membahas tentang skincare yang mana semuanya sangat personal dan pengalaman yang aku tulis ini yang terjadi pada kulitku sendiri. 

Jadi kalau masih ada yang tanya "kalau untuk kulitku cocok nggak ya?", " kalau untuk kulit berminyak cocok nggak ya?", "kalau untuk usia anu..anu...anu...dst. Maaf saja aku enggak bisa jawab karena kondisi kulit cuma Tuhan dan dirimu sendiri yang tahu. Satu-satunya cara buat tahu cocok apa enggak ya DICOBA seperti
yang aku lakukan selama satu bulan lebih ini bersama Avoskin.  Dan karena banyak banget yang pengen dibagi berdasarkan pengalaman pemakaian selama kurang lebih 5 minggu jadi aku bagi menjadi 2 postingan πŸ‘. Tanpa bermaksud menjadi yang paling ahli tapi hanya berbagai pengalaman.


KENAPA HARUS EKSFOLIASI?

Buat yang sudah khatam CTMP (Cleansing-Toning-Moisturizing-Protecting) mungkin sudah mulai bisa belajar sedikit demi sedikit tentang proses eksfoliasi, ini yang aku sedang lakukan akhir-akhir ini. Berusaha mencari informasi sebanyak mungkin tentang proses ini karena selama kita masih bernapas, kulit kita ini ternyata juga terus "hidup", beregenerasi. 

Seiring bertambah usia juga proses regenerasi kulit ternyata juga ikut berkurang dalam segi kemampuan dan kecepatan yang membuat kita membutuhkan bantuan dari luar untuk membuat sel kulit mati yang menumpuk. Dari beberapa artikel yang aku baca, kulit punya usia 28 hari untuk beregenerasi dan setiap orang punya kemampuan yang berbeda untuk sel kulit matinya terganti dengan yang baru. 

Jadi jangan ngiri kalau lihat perempuan usia 15-20an kulitnya masih kinyis-kinyis karena mungkin saja proses regenerasi kulit mereka masih bagus, toh nanti mereka juga bakal masuk usia 30an 😌. Proses eksfoliasi ini sangat membantu untuk menghilangkan kotoran dan minyak yang menyumbat kulit dimana bisa menghambat proses pengelupasan sel kulit mati. 

Proses ini juga bisa membuat skincare atau produk perawatan kulit bisa diterima lebih baik oleh kulit, meresap lebih baik sehingga didapatkan hasil yang lebih maksimal dan sesuai ekspektasi. Dan satu lagi yang pasti diidamkan para wanita yaitu punya kulit yang terlihat awet muda, tidak kusam, sehat dan cerah berseri sepanjang hari. 


KAPAN HARUS MULAI EKSFOLIASI ?

Apakah semua orang butuh proses ini? 

Kalau menurutku dan berdasarkan pengalamanku yang sudah mulai masuk usia senja, kulit mulai ikut menua. Yang paling kentara adalah kulit terlihat kusam, lalu mulai muncul biasanya noda-noda tak diinginkan. Dan untuk kasus kulitku adalah tekstur yang kadang kasar yang diikuti warna kulit tidak merata. Jadi buat yang merasa sudah mulai timbul tanda-tanda seperti yang aku sebutkan tadi mungkin sudah saatnya kalian menambahkan produk eksfoliator ke skincare regime harian. 

Ada 2 macam produk eksfoliator yang umum digunakan yaitu Physical exfoliation dan Chemical exfoliation. Physical exfoliation biasanya bersifat abrasive dan hanya bekerja secara manual di permukaan kulit saja, contoh dari jenis ini yang biasa ditemukan adalah produk yang mengandung scrub, sponge, clarisonic dan semacamnya.

 Sedangkan chemical exfoliation biasanya menggunakan bahan yang bersifat enzimatik dan bekerja lebih dalam ke lapisan kulit untuk meregenerasi sel kulit tanpa harus digosok secara berlebihan. Bahan yang paling umum digunakan dalam produk chemical exfoliant adalah AHA ( Alpha Hydroxyl Acid ) dan BHA ( Beta Hydroxyl Acid ). Contoh chemical exfoliant yang biasa dijumpai diantaranya berbentuk, serum, toner atau lotion. 

Dan yang mau aku bahas kali ini adalah salah satu chemical exfoliant yang pertama di Indonesia dan pertama kalinya juga aku coba di rumah. Karena biasanya kalau mau dapat treatment yang menggunakan chemical exfoliant dulu cuma bisa di klinik kecantikan.


Kayaknya aku enggak perlu lagi memperkenalkan brand yang satu ini, Avoskin. Karena aku yakin banget sudah pada kenal luar dalam tentang produk ini. Mungkin aku yang belum kenal dengan brand ini, dulu seingatku yang paling pertama nge-hype itu adalah produk essence / toner Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence (PHTE). Yang belum sempat aku coba juga karena bukannya apa waktu itu masih sangat buta banget tentang skincare, CTMP aja belum bener paling mentok sampe maskeran doangπŸ˜‚  rasanya sudah paling bener banget itu. 


AVOSKIN MIRACULOUS REFINING SERUM
Harga : 219000



Pertama yang aku suka dari produk ini adalah mereka dengan sangat jelas mencantumkan persentase AHA dan BHA yang sangat jelas. Mengandung 10 % AHA, 3% BHA, 2% Niacinamide dan Ceramide. Kalau masih bingung tentang AHA dan BHA bisa langsung googling sendiri, soalnya aku juga masih belajar takutnya malah jadi rancu kalau aku yang jelasin. Intinya dua bahan ini bersifat acid atau asam yang bakal merubah pH kulit kalau dipakai jadi harus diperhatikan juga aftercare-nya supaya tidak bentrok dengan pH alami kulit. 




Avoskin mengirimiku salah satu produk chemical exfoliant yaitu Avoskin Refining Miraculous Serum yang jadi kecintaan banyak orang. Sudah banyak yang review dan pada cocok untuk kulit mereka tapi ada juga yang ternyata punya reaksi berbeda. Kira-kira aku termasuk kulit yang mana ? 
Sebelum sampai ke sana, aku akan cerita sedikit tentang Avoskin Refining Miraculous Serum.

Dikemas dalam botol berwarna coklat-burgundy yang cukup tebal dengan isi produk 30 ml saja. Dilengkapi dengan pipet kaca untuk mengambil produk.  Warna serumnya putih keruh dengan tekstur yang sedikit lengket tapi akan langsung mencair setelah diaplikasikan ke kulit wajah. Ada aroma kimia yang cukup tajam untuk hidungku nan sensitif akan bebauan ini. Awal coba agak kurang nyaman dengan aromanya tapi lama-lama terbiasa juga.

 

Dari segi kemasan dan tampilan produk sangat simple tapi cukup mudah diingat karena  tidak terlalu banyak yang dibahas lagi maka kita langsung saja ke bagian yang paling menarik yaitu uji coba langsung ke kulit wajah.  Inget banget produk ini sampai di minggu kedua bulan maret, hari sabtu. Malemnya langsung dicoba dong setelah sebelumnya puasa kurang lebih sebulan sebelumnya dari produk chemical toner yang aku pakai. Karena jujur saja aku enggak mau main-main sama produk chemical exfoliant salah aturan pakai yang rugi nanti kulitku dong. 

Jadi aku pakai Avoskin Miraculous Refining Serum tanpa dibarengi produk chemical exfoliant lainnya supaya hasilnya lebih terlihat dan kalau ada reaksi jadi enggak bingung. Untuk produk skincare CTMP harian tidak ada yang berubah tapi ketika masuk minggu ke-3 pemakaian serum Avoskin ada sedikit bongkar pasang, detailnya akan dibahas di postingan bagian ke-2 ya πŸ˜‰. 

FYI: kondisi kulit sebelum menggunakan serum Avoskin adalah normal, normalnya kulitku berarti sedang tidak berjerawat, sedikit berminyak dan kadang terasa kering (tapi ini jarang) mungkin karena beberapa bulan ini aku tinggal di daerah yang suhunya sedikit lebih dingin dari tempat tinggal sebelumnya. Di kulitku juga ada beberapa bekas jerawat dan pori-pori yang terlihat sangat nyata.


 REAKSI PERTAMA

Berdasarkan hasil googling sana sini, lihat review beberapa blogger lain dan tanya ke orang yang sudah pernah menggunakan serum ini cara pakai serum avoskin ini adalah setelah membersihkan muka, kulit dalam keadaan kering. Cara ini dilakukan kalau tidak sedang menggunakan exfoliant toner. Paham sampai di sini? 

Jadi kalau ada exfoliant toner juga dalam skincare regime-mu setelah membersihkan muka toner-nya dulu baru serum. Aku memilih memakai serum ini malam hari saja karena walaupun sudah pernah menggunakan produk chemical exfoliant sebelumnya dosisnya tidak sebesar ini jadi aku sangat berhati-hati.

Itupun ternyata kesalahan terjadi diawal pemakaian karena kurang teliti membaca instruksi pemakaian yang ada di kemasan box-nya aku langsung meletakkan serum ke wajah yang seharusnya menggunakan jari saja itu pun jumlahnya langsung agak banyak.

Tolong, jangan ditiru! kalian harus lebih teliti lagi ya!
Reaksi pertama yang dirasakan adalah rasa seperti dicubit-cubit diiringi sedikit rasa hangat terutama di area seputar dagu dan rahang bawah. Setelah menggunakan serum ini biasanya aku lanjutkan dengan menambahkan toner dan pelembap kadang pakai sheet mask juga karena kulit rasanya kurang nyaman kalau abis pakai serum ini, rasanya pengen cepet dibikin adem gitu.

Dan keesokan harinya aku menemukan 2 jerawat kecil ini tapi anehnya hilang setelah muka dicuci dengan facial wash. Karena reaksi tidak terlalu mengkhawatirkan akhirnya aku putuskan untuk menggunakan serum ini 2 kali dalam seminggu hanya pada malam hari saja. Jangan lupa untuk selalu menggunakan tabir surya di rutinitas skincare pagimu karena ini sangat penting. Kulit yang sedang mengalami proses eksfoliasi secara kimia ini biasanya jadi lebih sensitif jadi harus banget dilindungi mulai dari pagi hari.




 MINGGU KE-1



Alhamdulillah pemakaian selama satu minggu pertama kulit terasa lebih bersih bahkan ada jerawat yang tadinya mau muncul tiba-tiba enggak jadi dong dan jerawat yang sudah muncul jadi lebih cepat kering. Reaksi minggu pertama juga tidak terlalu mengkhawatirkan sehingga membuatku terlalu gegabah dan jumawa untuk menambah dosis pemakaian menjadi 3 kali dalam seminggu.

Sekali lagi perhatian! Ini hanya terjadi di kulitku ya teman-teman pembaca yang budiman! Kalau ada reaksi produk skincare atau kosmetik yang memang terasa berlebihan di awal pemakaian biasanya langsung stop pemakaian tapi karena tanda-tanda seperti itu tidak nampak jadi aku anggap serum ini bisa diterima dengan baik oleh kulitku.





MINGGU KE-2



Masuk ke minggu kedua yang mana dosis ditambahkan menjadi 3 kali dalam seminggu kulit mulai melakukan "pemberontakan kecil" yang aku anggap wajar karena mungkin bagian dari proses pengelupasan kulit pasti akan sedikit merubah kondisi kulit secara umumnya. Tapi diakhir minggu ke-2 bagian seputar bibir, dagu dan rahang bawah terasa mulai agak kering.

Aku coba mengatasi dengan memberikan moisturizer lebih banyak di area tersebut. Tapi si pelembap langsung hilang aja gitu di bagian yang kering seperti tetesan air hujan di padang pasir.

Terus mulai muncul bagian kulit yang sedikit terkelupas mungkin karena kering, bisa dilihat lebih seksama di bagian sekitar dagu. Selain itu tekstur kulit terasa agak menebal dan mulai disertai rasa gatal diarea bagian pipi hingga rahang, hanya seputar bagian itu saja.

Masih coba untuk ditangani dengan cara menambahkan pelembap di area tersebut dan menggunakan sheet mask yang memiliki efek menghidrasi dan soothing untuk meredakan. Selain itu kulit mulai terlihat memerah dan pori-pori semakin terlihat jelas.





Selain itu aku merasa tingkat sensivitas kulit jadi semakin tinggi karena selain timbul reaksi seperti yang dijelaskan di atas, timbul satu masalah lagi yaitu kulit yang mulai menolak sunscreen yang biasanya dipakai. Sungguh aku sangat tidak mengerti karena sunscreen yang aku pakai ini bukan sesuatu yang baru untuk kulitku.

Sebelum menggunakan serum, tabir surya yang biasanya aku pakai ini tidak pernah "berulah" tapi kali ini tiba-tiba saja muncul rasa gatal yang disertai jerawat muncul di area alis dan hairline. Area yang jarang banget ditumbuhin jerawat dan pada saat itu terjadi jerawatnya disertai rasa gatal dan nyeri. Akhirnya aku putuskan untuk mengganti tabir surya dan mengurangi dosis pemakaian serum Avoskin dengan harapan kalau dua hal ini aku rubah minimal tidak menambah parah kondisi kulit.

Sempat bingung mencari tabir surya yang bakal cocok untuk kondisi kulitku yang sekarang ini. Menuju progress pemakaian minggu ke-3 ini masalah yang timbul tidak berhenti di sini karena aku masih harus mencari tabis surya, pelembap dan toner yang bisa diterima oleh kulitku.

3 produk ini sangat harus tetap dipertahankan dan segera dicari yang sesuai karena proses chemical exfoliation ini butuh treatment yang ekstra teliti dan sabar apalagi reaksi baru terjadi setelah pemakaian 2 minggu agak telat dari kebiasaan kulitku yang biasanya langsung bereaksi jika menggunakan produk skincare baru.

Akhirnya aku mengganti hampir semua produk yang biasa dipakai untuk CTMP kecuali produk pembersih muka saja yang tidak diganti karena sampai saat ini tidak ikut "rewel". Sorry kalau agak melenceng sedikit dari topik review karena buatku produk CTMP ini seperti penyokong utama untuk kulitku dan membantu kerja serum agar lebih baik.

Karena kalau produk CTMP bermasalah dikhawatirkan serum Avoskin tidak berkerja secara maksimal.  Dan ternyata dari rentang minggu ke-2 dan ke-3 belum menunjukkan tren yang positif yang mengharuskan aku berkonsultasi dengan pihak KBBV dan Avoskin.




Bersambung ke bagian ke-2