"Aku tak bisa bersamamu lagi." kata itu masih terngiang di telinga Keyla. Sampai hati John yang dipacarinya selama lima tahun itu mengatakan hal itu justru tepat di hari anniversary mereka yang kelima.
Malam semakin pekat, menyisakan dingin yang menusuk hingga ke tulang. Keyla masih terjaga. Angannya melayang ikut menguap bersama asanya yang tengah lenyap. Bulir-bulir air mata menetes kala John mengucap salam perpisahan dihari itu, dan dengan bertemunya kembali dengan John disini, di Berlin membuatnya memutuskan untuk melupakannya, John maupun Gerry yang sudah mengisi waktu dihidupnya. Sedih, sedih sudah jelas. Marah, tentu iya. Namun Keyla bisa apa? John tengah pergi dan lebih memilih Cindy, sedangkan Gerry pergi untuk selamanya.
 
Rasanya menyegakkan. Kisah itu kini telah musnah. Memang masih sangat menyengat tapi ia menyimpan banyak manfaat. Begitupun dengan hubungan yang terajut lima tahun itu harus Keyla lupakan. Mengingat hubungan itu tidak membawa menfaat untuknya, untuk John.
 
Namun dari salam perpisahannya dengan John, Keyla tumbuh menjadi wanita yang mandiri. Tegar karena ditempa cobaan hidup dan kisah yang pelik. Perpisahan tak membuatnya berputus asa dan mengutuk kuasa Tuhan karena ia yakin Tuhan selalu kasih jalan. Seyakin cintanya pada John dulu...
 
-end-