travel blogger, liburan labuan bajo, labuan bajo indah, backpacker labuan bajo, kepulauan flores, muslimah traveller
(Deretan bukit Labuan Bajo. Dokpri)

Haloha sobat traveller dimanapun kalian berada, semoga selalu menggantungkan mimpi setinggi langit itu wajb pake banget ya! Nah di bagian pertama postingan aku untuk konten tentang liburan aku selama di Labuan Bajo, akan dimulai dari sini ya. So, dalam beberapa waktu kedepan jangan bosan plis buat mantengin liburan Labuan Bajo aku ini sebagai referensi cerita aku kepada teman-teman. 


Rasa Syukur Berlibur ke Labuan Bajo
Pertama-tama aku bersyukur kepada Allah karena bener-bener surprise tak terduga bisa pergi dan officially liburan ke Labuan Bajo. Dibalik cerita happy ini, aku pernah mengalami rasa kecewa dan sedih kayaknya sebuah ketidakmungkinan untuk bisa pergi ke Labuan Bajo yang saat itu aku rencanakan untuk honey moon sama suami. Tapi Allah maha tau apa yang terbaik bukan? Aku berangkat di waktu yang tak terduga dan tidak bersama dengan suami juga. Alasannya karena ada kegiatan yang gabisa untuk dia tinggalkan dan budget juga yang belum support untuk itu. 


Aku juga dipaksa untuk ikut sama suamiku, karena aku berangkat dengan keluarga kakak iparku bersama kedua mertuaku juga. Yaowis, pikirku kapan lagi kan bisa pergi liburan ke Labuan Bajo dan aku sudah mengantongi izin pula sama suami. Dengan hembusan bismillah, aku pun mencoba untuk bener-bener prepare agar bisa menikmati saat-saat liburan Labuan Bajo nanti.


Travelling=Menemukan Value Kehidupan di Labuan Bajo
Aku selalu percaya ada banyak hal yang aku dapatkan nanti ketika benar-benar melakukan perjalanan ini. Dimulai dengan time management, emotional management serta kesehatan fisik yang harus tetap paipurna karena secara berturut-turut selama 2 hari full melakukan perjalanan tidak hanya di darat saja. Aku juga sebelumnya tidak mendapatkan briefing apa-apa dari kakak iparku ini, mengenai list kemana aja saat liburan Labuan Bajo. Pikirku, "ya aku travelling bersama keluarga dan aku yang diajak", jadi ya lebih baik ikut saja karena pasti sudah disepakati satu sama lainnya, terhitung aku disini yang masih millenial pasti kan lanjut aja kemanapun haha.

Ternyata ini menjadi trigger saat diperjalanan nanti lho, ada beberapa kekagetan aku ketika melakukan perjalanan tidak dengan seusiaku. Ya kan ada kedua mertuaku, kedua kakak iparku serta keponakanku yang pastinya tidak mudah memilihkan destinasi apa aja yang cocok buat rentang usia yang cukup variatif ini.

Hari Keberangkatan ke Labuan Bajo

Tiba di hari keberangkatan, aku sengaja memesan angkutan online dan cukup sangat cepat sampai, karena kita harus spare waktu 2 jam dari waktu boarding pass yaitu 10.40 WIB. Alhamdulillah aku mendapatkan maskapai penerbangan yang compatible yaitu Batik Air berbarengan dengan kedua mertuaku. Ternyata menunggu dari jam 7 sampai jam 9 itu cukup membosankan ya gengs, rasanya aku sudah lemas duluan lho sebelum tiba di Labuan Bajo nya haha. 

Saat menunggu, pastinya kita sarapan dulu dengan bekal super praktis ala mertuaku yang hebat banget soal masak-memasaknya. Beliau membuat rendang kering dan ini bisa tahan hingga 6 bulan kedepan, cocok banget buat teman perjalanan. Oya, bisa pesen juga sih kalo ada yang mau (haha numpang promo).

Sempat hampir tertinggal boarding pass karena kebelet ke toilet dan disini aku mengalami sedikit "anyang-anyangan" rasanya sakit saat pipis. Aku diam saja sih, mencoba untuk tidak menghiraukannya. 

Maskapai Batik Air


travel blogger, liburan labuan bajo, labuan bajo indah, backpacker labuan bajo, kepulauan flores, muslimah traveller, batik air, maskapai batik air, family travel
(Bersama mamah dan ayah mertua. Dokpri)

Totally aku suka dengan maskapai ini, karena dalam waktu pulang dan pergi selalu on time dan para pramugarinya juga ramah-ramah banget, serta aku bisa menikmati perjalanan udara aku dengan menonton film yang up to date dari layar yang disediakan maskapai ini.

Waktu perjalanan dari Cengkareng menuju Labuan Bajo atau bandar udara Komodo adalah 2 jam 20 menit WITA dan pada satu jam terlewati kita akan diberi suguhan makanan cepat saji yang enak menurut aku untuk dinikmati di dalam pesawat. Sayangnya aku tidak sempat mengabadikan makanannya ya, aku mendaptkan menu mie ayam kecap dan kecapnya ga terlalu hitam banget gitu, jadi kayak semi saus tiram deh. 

(Hai world 33.000 ft to Labuan Bajo. Dokpri)


Ternyata aku tertidur gaes selama perjalanan 30 menit terakhir sebelum landed. Dan menurut aku critical eleven dengan Batik Air ini cukup soft dan ga bikin aku harus pegangan kencang pinggiran kursi haha. Ketika detik-detik tiba di lapangan lepas landas, telinga aku mulai bereaksi karena kita berada di ketinggian 33.000 ft lho. Sesampainya di bandar udara Komodo, aku merasakan sedikit lembab panas gitu (humidity tinggi) dan mulai masuk kawasan super susah sinyal karena aku menggunakan provider kuning. Jadi, mohon diingat ya, gantilah dengan si merah haha.

Drama Penjemputan di Bandara Komodo-Labuan Bajo


travel blogger, liburan labuan bajo, labuan bajo indah, backpacker labuan bajo, kepulauan flores, muslimah traveller, komodo island
(Bandar Udara Komodo. Dokpri)

Ini bikin kocak deh, karena ga nemu jaringan, dan sambungan WiFi bandara aja ga support dong. Ketika aku tanya petugas, katanya baru bisa di pintu keberangkatan, sehingga mau gamau hamba harus berjalan lagi kesana dan sampai disana ya ga nyambung-nyambung juga haha. Akhirnya orang-orang flores sana memang ramah kok, dan aku ditawarkan untuk menyambungkan WiFi dari smartphone petugas bandara itu hingga bisa menemukan chat whatsapp dari kakak iparku untuk penjemputan ke Bintang Flores Hotel.

Kenapa kok repot banget? Karena hamba gatau nama orang yang jemputnya siapa dan ketika itu pas banget di telfon tapi yang jemput namanya beda. Kan nambah galau aku tuh, jadinya aku harus make sure lagi ke kakak iparku dan nama yang dicantumkan itu salah menunggu, mengira kalau kita adalah dari Surabaya. Alamaaaaak haha.


travel blogger, liburan labuan bajo, labuan bajo indah, backpacker labuan bajo, kepulauan flores, muslimah traveller, komodo island
(Akibat WiFi bandara Labuan Bajo ga support. Dokpri)

So, hikmah dari curhatan pertama  ini adalah: 

1. Dalam hidup itu bukan hanya bisa bermimpi, tapi bersiap ketika mimpi kita menjadi kenyataan. Bersiap dengan gosokan hidup untuk pada akhirnya bisa mencapai apa yang kita mimpikan itu.

2. Dengan siapapun travellingnya, kita harus tau itenary perjalanan selama kita berlibur. Hal ini untuk mengetahui outfit apa yang akan dikenakan (agar tidak salah kostum) dan bagusin feed instagram haha.

3. Selalu perbanyak syukur dan berdoa setiap saat, terutama dalam perjalanan. 

Sip, semoga curhatan pertama aku ini sampai hari keberangkatan bisa memacu aku untuk menyelesaikan cerita-cerita lainnya yang sedang menunggu untuk diluruhkan dalam rumah tercinta ini. Selamat membaca dan berkomentar ya, serta nantikan cerita lainnya!