Sumber: Pixabay
Annyeong chingudeul yang budiman dan budiwati, 2 bulan yang lalu saya sempat membahas tentang Investasi sekaligus berkenalan dengan apa itu Investasi. Naahh kali ini saya mau bahas lebih dalam tentang Investasi sekaligus mengajak para pembaca untuk lebih melek tentang Investasi.

Pekan lalu tepatnya pada tanggal 16 Maret 2019, saya menghadiri Kopdar Investarian bersama Manulife di Kirakira Resto. Kopdar kali ini merupakan kodar ke-3 dan ke-4 sehingga materi yang disampaikan lumayan padat.
Sesi pertama dibuka oleh Bapak Legowo Kusumonegoro selaku Presiden Direktur PT Manulife Asset Management Indonesia yang mengulas kembali tentang materi yang telah disampaikan pada kopdar ke-2.


Bapak Legowo menjelaskan bahwa ketika kita memulai Investasi maka kita harus menetapkan tujuan terlebih dahulu karena beda tujuan maka beda pula taktiknya. 
Contohnya jika kita mempunyai kebutuhan dalam waktu sekarang (saat ini) dengan tujuan dana siap digunakan kemudian nilainya nggak boleh turun, misal untuk pemuhan kebutuhan sehari-hari maka yang kita butuhkan adalah Rekening Tabungan.
Namun apabila jika kita mempunyai kebutuhan untuk masa dengan dengan tujuan dana harus tumbuh lebih cepat dari inflasi, supaya suatu saat nanti dana cukup untuk digunakan maka yang kita butuhkan adalah Investasi.

Nah Investasi itu apa sih Lee? Untuk pengertian tentang Investasi bisa kalian cek pada post pertama saya soal Investasi, link nya tinggal klik dibawah ini yaa.

MERENCANAKAN MASA DEPAN DENGAN INVESTASI

Ngobrolin soal Investasi itu nggak jauh jauh dengan Pasar Modal, yaitu tempat bertemunya yang punya modal dengan yang butuh modal. Pasar modal ini nggak ada fisiknya seperti layaknya pasar pasar tradisional yang ada wujudnya. Namun makin lama popularitas pasar modal ini semakin melejit loh.

Program Investasi yang lagi naik daun saat ini adalah Reksadana. Reksadana sendiri merupakan program investasi yang menggabungkan modal dari banyak investor, dan berinvestasi pada beragam instrumen, serta dikelola secara profesional oleh perusahaan pengelola aset (Manajer Investasi).

Mungkin buat yang baru mau coba Investasi masih pada bingung untuk memulai Reksadana ya, tapi tenang aja Investasi di Reksadana nggak sesulit itu kok.
Karena pada prinsipnya setiap kita membeli reksadana maka yang kita beli adalah unitnya, dan kenaikan reksadana sesuai dengan kenaikan unit tersebut.

Oke saya coba jelaskan agar lebih mudah dimengerti. Jikalau kamu punya uang sebesar Rp. 200.000 dan ingin membeli Reksadana Pasar Uang di Manulife Dana Kas Syariah dimana pada hari itu nilai unit penyertaan sebesar 1.031/unit, maka kamu akan mendapatkan unit penyertaan sebanyak 193 unit.

Nah kemudian bagaimana cara menghitung hasil keuntungannya?
Caranya dengan melihat nilai unit penyertaan yang terjadi hari itu, misalnya setelah 3 bulan investasi nilai unit penyertaan naik menjadi 1100/unit, maka tinggal kalikan unit penyertaan yang kita punya dengan nilai unit penyertaan (harga terkini reksadana) kemudian hasilnya dikurangi dengan modal awal investasi.

Contohnya:
193 x 1100 = 212.300
Hasil Keuntungan:
212.300 - 200.000 = 12.300

Maka hasil keuntungan adalah sebesar Rp. 12.300

Harus kalian catat bahwa pembelian reksadana bisa dilakukan pada hari kerja yaitu Senin - Jumat. Jikalau pembelian dilakukan pada waktu weekend maka akan disesuaikan dengan harga pada hari Senin minggu depannya. 
Kelebihan lain dalam Reksadana yaitu kalian bisa mengubah unit reksadana yang dipunya dengan reksadana lain, misalnya dari pasar uang ke pasar saham atau ke pasar campuran. Proses ini dinamakan Switching. Hal ini dapat dilakukan dengan satu syarat yaitu pengelola reksadananya masih dalam satu MI (Manajer Investasi).

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa dalam Investasi Reksadana, kita harus menentukan tujuan investasi tersebut. Ada 4 produk reksadana yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan, seperti berikut:


Jikalau kalian ingin berinvestasi dengan hasil yang tinggi, kalian bisa memilih produk investasi berupa reksadana saham. Reksadana saham sangat cocok bagi kalian yang ingin berinvestasi diatas 7 tahun. Reksadana ini cenderung bergerak agresif, fluktuatif dengan potensi hasil yang tinggi. Namun perlu diingat bahwa imbal hasil tinggi berbanding lurus dengan resiko yang tinggi pula.

Apabila kalian ingin berinvestasi dengan resiko yang lebih rendah dibanding dengan reksadana saham, kalian bisa memilih reksadana campuran. Reksadana ini cocok bagi kalian yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu menengah yaitu 5 - 7 tahun. Di dalam reksadana campuran yang harus diperhatikan adalah komposisi di dalamnya, apakah lebih besar saham atau lebih besar obligasi dan pasar uang. Komposisi di dalam reksadana campuran akan mempengaruhi imbal hasil yang di dapat oleh investor.


Kalian bisa juga membuat reksadana campuran sendiri loh. Caranya dengan menentukan komposisi yang sesuai dengan tujuan investasi. Kuncinya semakin pendek jangka waktunya maka makin besar porsi pasar uangnya, begitupun sebaliknya jika makin lama jangka waktu investasi maka makin besar porsi pasar saham.

Tapi Lee akutu masih takut sama riba dan kroni kroninya kalo investasi tuh.
Eitssss tenang aja di Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) ada yang namanya Investasi Syariah.
Bedanya apa sih Investasi konvensional dengan Investasi syariah?
Dalam Investasi syariah, kegiatan perusahaan harus tunduk pada prinsip syariah. Kemudian tidak hanya lolos seleksi OJK saja namun harus lolos Dewan Syariah Nasional MUI. Total utang tidak lebih dari 45% dari total aset serta total pendapatan bunga dan non halal kurang dari 10% dari total pendapatan usaha.

Investasi syariah merupakan investasi yang etis karena ada transparasi antara pemilik modal dan MI. Setiap keuntungan yang di dapatkan dari Investasi Syariah harus di purifikasi karena pengawasan paa Investasi Syariah jauh lebih ketat. Saat ini pertumbuhan investasi syariah yang paling pesat berasal dari MAMI loh. Ada 3 instrumen dalam Investasi Syariah yaitu: Pasar Uang Syariah, Sukuk dan Pasar Saham Syariah.

Nih saya kasih tau 4 prinsi sayariah yang ada di MAMI biar kalian makin yakin untuk berinvestasi syariah disini.


Sesi selanjutnya kami mulai setelah break ishoma dengan Pak Surya sebagai pembicaranya. Dalam sesi ini Pak Surya mendemokan cara untuk membuat akun klikmami. 
Caranya mudah banget loh cukup mengunjungi situs klikmami.com abis itu isikan biodata lengkap kemudian tunggu 1x24 jam untuk verifikasi data, setelah akun dinyatakan lolos verifikasi maka akun siap digunakan untuk login dan membeli produk investasi yang ada di klikmami.


Cara membeli produk investasi yang ada di klikmami juga mudah loh sahabat, tinggal klik kolom transaksi kemudian pilih produk reksadana yang ingin dibeli. Ingat yaa sahabat baiknya sebelum membeli, lihat dulu track record dari produk yang ingin dibeli.

Untuk pembayarannya bisa dilakukan dengan 4 cara yaitu, via virtual account, transfer bank, indomaret dan Bank BCA. Nantinya akan muncul kode unik pada total pembayaran dan kode unik tersebut akan dikonversikan juga menjadi nilai investasi.  Terakhir tinggal klik proses transaksi. Gimana? Gampang kan sahabat?

Sumber: Mba Sovi
Acara kali ini memang lumayan padat tapi ilmu yang di dapat juga bermanfaat banget jadi dengerinnya nggak bosen malah makin pengen belajar soal Investasi.
Sebelum acara usai, seperti biasa para peserta kopdar berfoto bersama dengan Pak Legowo dan tim MAMI.
Yeayy semoga setelah berakhirnya acara ini temen temen dan para pembaca mulai melek untuk investasi dan makin pinter buat mengelola uang.