Assalamualaikum semuanya, di dalam Alquran surat Alimran ayat 92 Allah SWT berfirman yang artinya "Kamu tidak sekali-kali akan dapat mencapai (hakikat) kebajikan dan ketaatan (yang sempurna) sebelum kamu dermakan sebagian dari apa yang kamu sayangi. Dan sesuatu apa juga yang kamu dermakan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." Juga didalam surat Annisa ayat 114 yang artinya "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali (bisik-bisikan) orang yang menyuruh bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mendamaikan di antara manusia. Dan siapa yang berbuat demikian dengan maksud mencari keridhoan Allah, tentulah Kami akan memberi kepadanya pahala yang amat besar." Masih banyak sekali ayat-ayat didalam Alquran yang memerintahkan kita untuk bersedekah. Sedekah juga dapat memadamkan murka Allah di alam kubur, itu yang pernah aku dengar dari ceramah ustadz di sebuah acara. Sedekah disaat sedang memiliki banyak kelebihan tentu merupakan suatu kemudahan, namun sedekah disaat diri sendiri juga sedang dihimpit kesulitan merupakan hal yang sangat berat namun harta yang kita sedekahkan sebetulnya tidaklah berkurang, justru akan menjadi lebih banyak keberkahan yang akan diraih asbab dari sedekah.


Sedekah di masa lalu masih dilakukan dengan cara tradisional seperti melalui kotak-kotak infaq sedekah, mendatangi pemberi infaq sedekah dan juga mendatangi tempat penyaluran infaq dan sedekah. Meski cara-cara diatas sampai sekarang juga masih dilakukan, namun kini infaq dan sedekah menjadi lebih berkembang cara dan bentuknya. Saat ini infaq dan sedekah bisa dilakukan hanya menggunakan sebuah smartphone di tangan dengan berbagai kemudahan fitur pembayaran online seperti transfer online, QR Code, mobile banking dan sebagainya. Bentuk infaq dan sedekah pun kini beragam, tidak hanya sekedar bantuan financial, kebutuhan sehari-hari namun juga sedekah fasilitas dan pelatihan skill.


Rasulullah SAW pernah memerintahkan sahabat-sahabatnya agar berilah sedekah berupa kapak nya bukan hanya kayu nya, berilah pancing nya bukan hanya umpannya agar di kemudian hari penerima infaq dan sedekah saat ini terlatih untuk memiliki mental pemberi bukan mental peminta-minta agar tidak terus menerus menjadi penerima infaq dan sedekah tapi juga menjadi pemberi infaq dan sedekah. Darisinilah maka akan terwujudlah pengentasan kemiskinan. Dari kemudahan berinfaq dan sedekah dimasa kini, maka infaq sedekah sudah menjadi tren gaya hidup di berbagai lini masyarakat, tentu hal ini sangat baik dan akan jauh lebih baik jika infaq sedekah dikelola dengan baik dan tepat sasaran.


Seperti saat ini, lembaga zakat, infaq dan sedekah Dompet Dhuafa menjadi salah satu pengelola dana zakat, infaq dan sedekah resmi di Indonesia yang memiliki banyak program-program yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Salah satu program untuk menyambut bulan Ramadhan 1440 H Dompet Dhuafa mengusung tema #JanganTakutBerbagi. Pada tanggal 21 Maret 2019 Dompet Dhuafa mengundang para blogger dan juga media dalam rangka pers release tagline program menyambut bulan ramadhan #JanganTakutBerbagi dan visit Institut Kemandirian Dompet Dhuafa di daerah Karawaci, Tangerang. Dalam acara tersebut kami disambut oleh Bapak Yuli Pujihardi selaku Dir, Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Mba Etika selaku Marketing Komunikasi Dompet Dhuafa yang mengenalkan mengenai spirit dari tagline #JanganTakutBerbagi yang harus ditularkan kepada seluruh elemen masyarakat agar spirit berbagi menjadi life style bukan beban.

Bapak Yuli Pujihardi Dir, Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa
Mba Etika, Marketing Komunikasi Dompet Dhuafa
Ibu Yuni perwakilan dari IKA (Institut Kemandirian)
Kami juga disambut oleh Ibu Yuni perwakilan dari IKA (Institut Kemandirian), beliau menceritakan mengenai sejarah Institut Kemandirian yang merupkan Yayasan Wakayapa Institut Kemandirian yang didirikan oleh (alm) Bapak Amir Radjab Batubara bersama rekan-rekannya. Ibu Yuni menyampaikan mengenai empat aspek organisasi yaitu aspek nama, aspek dana, aspek ilmu dan aspek waktu. 4 aspek tersebut yang dicontohkan oleh (alm) Bapak Amir Radjab Batubara, sehingga yayasan wakayapa masih tetap ada hingga saat ini. Kemudian pada tahun 2011 Yayasan Wakayapa Institut Kemadirian diwakafkan tanah dan bangunannya untuk dikelola oleh Dompet Dhuafa.  Kini lebih dikenal dengan nama Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, tempat ini merupakan wadah pelatihan skill bagi para yatim dan dhuafa, di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, yatim dan dhuafa diberikan pelatihan skill selama 3 bulan tanpa dipungut biaya sepeserpun.


Institut Kemandirian Dompet Dhuafa memberikan pelatihan kepaada dhuafa dan pengangguran secara gratis yang bertujuan para alumni mampu memiliki skill untuk siap kerja dan juga siap menjadi wirausaha. Pelatihan diberikan selama 3 bulan dengan fasilitas asrama dan juga konsumsi bagi peserta dari luar kota. Pelatihan skill yang difasilitasi Institut Kemandirian Dompet Dhuafa ada 5 kelas, yaitu:

  • Kelas Fashion and Design

Bersama salah satu instruktur kelas menjahit

Disini peserta bibatasi hanya untuk 15 peserta per-periode (selama 3 bulan pelatihan). Peserta dari berbagai usia dan juga dari berbagai daerah. Di kelas ini peserta dilatih oleh instruktur berpengalaman dari mulai teori dasar menjahit hingga praktik membuat pola diatas kertas, pola diatas kain dan menjahit.
  • Kelas Komputer (Hardware and Software)


Disini peserta dilatih merakit dan memperbaiki hardware dan IT. Untuk software, peserta diberikan pelatihan dasar dari Ms Word hingga membuat design, video dan editing video.
  • Kelas Teknisi Handphone


Peserta dilatih oleh instruktur untuk memperbaiki handphone dari versi lama hingga handphone versi terbaru, banyak alumni yang lulus akhirnya membuka usaha jasa service Handphone di daerah nya masing-masing.
  • Kelas Otomotif Sepeda Motor


Peserta diberikan pelatihan untuk memperbaiki sepeda motor dari berbagai brand motor dan juga dari berbagai suku cadang yang sudah disiapkan oleh Institut Kemandirian Dompet Dhuafa.
  • Kelas Pangkas Rambut
Bapak Umar, Instruktur Kelas Pangkas Rambut
Kelas ini merupkan pelatihan pangkas rambut khusus laki-laki yang diajarkan bagaimana cara memotong rambut dengan baik dan rapi oleh instruktur. Tidak hanya teori tapi juga praktek. Dan yang menjadi model dari prakter pangkas rambut ini merupakan teman-teman para peserta pelatihan itu sendiri jadi menurut instruktur pangkas rambut yang menjadi tagline nya  adalah rapi dan berkah.
  • Kelas Salon Muslimah

Ini merupakan kelas pelatihan khusus muslimah atau perempuan, diantaranya pelatihan merias wajah, pelatihan creambath, totok wajah, pijat kesehatan.

Institut Kemandirian Dompet Dhuafa tidak hanya berada di Karawaci, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa juga terdapat di kawasan Depok. IKA Depok baru membuka tiga kelas yakni kelas fashion and design, kelas teknisi handphone dan kelas mengemudi.


Seperti yang sudah disinggung diatas, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa merupakan wakaf dari (alm) Bapak Umar Radjab Batubara, sedikit bercerita tentang beliau yang dipaparkan oleh salah satu penerima manfaat pertama dari Institut Kemandirian yaitu Ust,Sahroni. (alm) Bapak Umar Radjab Batubara dulu setiap pekan selalu berkeliling ke desa-desa untuk mengunjungi panti asuhan yatim dhuafa, kemudian beliau membawa dua orang perwakilan dari setiap panti asuhan yatim dhuafa untuk dilatih skill di asrama Institut Kemandirian Jakarta. Menurut Ust, Sahroni pada masa itu pelatihan diberikan selama 6 bulan dan semangat (alm) Bapak Umar Radjab  Batubara yang selalu ditanamkan kepada peserta salah satunya disetiap sudut asrama pelatihan dipasang banner dengan kata-kata motivasi yang berbunyi "Kami Yatim Tanpa Andalan Namun Kami Usahawan". Beliau mengenang (alm) Bapak Umar Radjab Batubara sebagai sosok yang sangat penyayang dan penyantun kepada yatim dan dhuafa. Menurut Ust Sahroni jika pelatihan skill sudah selesai dan peserta telah pulang ke daerah asal nya masing-masing, (alm) Bapak Umar Radjab Batubara akan terus memantau dengan mendatangi para alumni satu persatu. Dulu setiap selesai pelatihan, para peserta dibekali alat-alat keterampilan dengan harapan, para alumni mampu membuka usaha sendiri di daerah nya masing-masing. Dan setelah pelatihan tersebut Ust, Sahroni pun membuka usaha sablon rumahan yang dari usaha itulah akhirnya Ust,Sahroni mampu menghidupi keluarganya, bahkan beliau akhirnya melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Dan saat ini Ust,Sahroni sudah menjadi Dosen di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Dari kiri : Bapak Dani, Ust Sahroni, Bapak Nanang
Bapak Sugiyatna

Tidak hanya kisah dari Ust, Sahroni, dalam kegiatan class visit kemarin juga menghadirkan Bapak Nanang yang telah sukses membuka jasa service Handphone di desanya setelah mengikuti pelatihan skill di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. Kemudian dari Bapak Sugiyatna seorang difabel yang juga merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan skill di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa. Cerita juga disampaikan oleh Bapak Dani seorang atlet panah yang telah mendapat medali emas di ajang Paralimpiade mewakili Jawa Barat pada tahun 2018 lalu yang juga mengikuti pelatihan skill di Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, mereka bertiga mengikuti kelas teknisi handphone. Institut Kemandirian Dompet Dhuafa juga menerima pelatihan untuk para penyandang difabel untuk dilatih disana.


Dari perjalanan #BloggerVisitInstitutKemandirian bersama Dompet Dhuafa yang aku ikuti pekan lalu membuat aku pribadi dan juga para peserta merasa sangat tergugah untuk menyebarkan kebaikan ini kepada masyarakat luas untuk #JanganTakutBerbagi karena diluar sana masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita, membutuhkan bantuan yang tidak hanya berupa dana tapi juga berupa kemampuan untuk menjadi orang yang mandiri dan memiliki skill kehidupan berupa pendidikan keterampilan. Untuk itu untuk teman-teman semua yang ingin mengetahui program Jangan Takut Berbagi dan juga program-program lainnya dari Dompet Dhuafa silahkan kunjungi website resminya di www.dompetdhuafa.org dan juga official instagramnya @dompet_dhuafa. Demikian yang bisa aku ceritakan tentang perjalanan #BloggerVisitInstitutKemandirian bersama Dompet Dhuafa, semoga bermanfaat dan menjadikan kita pribadi yang penuh syukur dan juga pribadi pemberi manfaat. Semangat #JanganTakutBerbagi ya, wassalam.