Sudah lama menikah tapi belum dikaruniai keturunan. Padahal impian tiap pasangan suami istri setelah menikah adalah memiliki anak-anak yang sehat dan baik tumbuh kembangnya. Namun keinginan itu tertunda akibat masalah kesuburan. Bukan hanya pihak wanita tapi bisa juga dari pihak pria. Karena terjadinya kehamilan hasil  dari hubungan intim suami istri (coitus).

Baca deh Cek Kehamilanmu Dengan Sensitif Digital

Beberapa teman saya ada yang mengalami hal ini. Beberapa kali ketemu dan cerita, mereka ingin sekali punya anak. "Belum dikasih rezekinya aja", sebuah kalimat penguat yang sering mereka ucapkan. Sesama wanita, saya paham betul perasaan mereka. Saya cuma bisa berdoa agar mereka segera diberikan momongan.


Lalu, apa penyebabnya wanita belum hamil dan pria tidak menghasilkan sperma yang bagus? Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi masalah kesuburan. Apakah bayi tabung menjadi pilihan terakhir untuk mendapatkan anak?

Oh ya, ini konten dewasa ya. Banyak istilah dan pembahasan yang cukup vulgar. Saya pastikan yang baca sudah cukup umur dan mengerti isi tulisan ini. Mari kita belajar biologi dulu.

Pengertian Infertilitas


Infertilitas atau kurang subur merupakan pasangan suami istri yang belum hamil setelah melakukan hubungan suami -istri secara teratur tanpa memakai alat kontrasepsi selama 1 tahun. 

Menurut jenisnya, infertilitas dibagi menjadi 2 :
  • Infertilitas primer : belum pernah terjadi kehamilan sama sekali selama 1 tahun.
  • Infertilitas sekunder : pernah terjadinya kehamilan atau persalinan.

Kalau dilihat dari persentase kemungkinan untuk hamil, sebanyak 80% pasutri akan hamil dalam setahun perkawinan dan 86% akan hamil dalam waktu 2 tahun perkawinan.

Ibaratnya tidak  akan ada asap jika tidak ada api, begitupun dengan kehamilan. Ya kali perut bisa melendung sendiri. Memangnya ditiup kayak balon 😆. Terjadinya kehamilan pun ada syaratnya yaitu hubungan seksual normal, tepat waktu dan teratur, mulut rahim cairannya banyak, saluran telur paten, dinding rahim normal, ada sel telur yang berkembang (ovulasi), ada sperma dengan jumlah atau kualitas baik.

Penyebab Infertilitas Pada Pria dan Wanita


Penyebab infertislitas itu bukan hanya pada pihak pria saja atau wanitanya saja, tapi kedua-duanya. Maka itu keduanya harus sama-sama diperiksa oleh dokter ahli. Hanya saja stigma masyarakat kita masih menganut budaya patriarki (dimana posisi pihak pria selalu benar). Padahal urusan punya anak adalah hasil usaha berdua.

Apa aja sih penyebab infertilitas pada pria dan wanita? Cek aja infografis ini ya.



Penyebab infertilitas pada wanita memang lebih sedikit dibandingkan pria. Namun pengobatan atau treatment-nya lebih sulit wanita.

Kista coklat (Endometriosis) akan mempengaruhi 20-40% infertilitas dan penatalaksanaan termasuk pembedahan juga obat-obatan.

PCOS diakibatkan karena haid yang tidak teratur dan ketidakmampuan untuk menjaga berat badan normal. Biasanya dengan peningkatan serum androgen, resistensi insulin, dan anovulasi yang kronik.

Kalau keguguran berulang karena faktor imunologi, penyakit infeksi, abnormalitas kromosom, atau kontribusi lingkungan.

Baca juga dong Perencanaan Kehamilan Dengan Ovutest

Penyebab infertilitas lainnya pada wanita yaitu usia. Usia maksimal masa subur wanita sekuat 35 tahun karena dipengaruhi oleh menurunnya hormon progesteron dan estrogen. Usia 35 tahun ke atas bisa saja hamil, tapi akan banyak menemui kendala.

Beberapa teman saya ada yang melahirkan di usia 40 tahunan, tentunya dijaga dengan sangat hati-hati. Tapi biasanya sebelum usia 40 tahun ada yang mengalami premature menopause atau Ovarian Dysfunction & Failure karena memiliki sedikit oosit (sel telur) bahkan tidak ada.

Kalau pria gimana? Pria nggak ada usia maksimal masa suburnya karena sperma tiap harinya regenerasi terus alias baru. Istilah tua-tua keladi betul tuh, makin tua makin jadi ya cyiinn 😆.



Jalani Reproduksi Berbantu Inseminasi dan Bayi Tabung (IVF)


Bersyukurnya saya bisa mengalami masa kehamilan secara alami. Alhamdulillah melahirkan dua anak tidak ada kendala yang berarti. Walaupun tidak bisa hamil secara alami, ada banyak cara pasutri bisa memiliki keturunan dengan program kehamilan berbantu yaitu Inseminasi Intra Uterin (IIU) dan bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF).

Proses Inseminasi Intra Uterin merupakan reproduksi berbantu yang menempatkan sperma yang telah diproses ke dalam rahim wanita untuk memfasilitasi terjadinya pembuahan. Persentase keberhasilannya sekitar 10%-20%.

Jadi prosesnya begini, sperma suami akan dipilih setelah proses pencucian sperma. Lalu dipilih sperma mana yang bagus pergerakannya untuk bisa mencapai rahim. Setelah dipilih, baru kemudian disuntikan atau disemprotkan ke dalam rahim. Katanya sih kayak proses papsmer aja.

Sedangkan IVF merupakan teknik reproduksi berbantu dengan mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh. MUI memperbolehkan (mubah) program bayi tabung sejak tahun 1979 dengan persyaratan tertentu. Pastinya pasiennya harus pasutri yang sah dengan menunjukkan surat nikah.

Di Indonesia tidak berlaku surrogate mother atau sewa rahim ibu. Karena praktek ini bisa menyinggung isu legal atau hak asuh anak. Kalau dalam agama Islam, nasabnya (garis keturunan) tidak jelas. Di luar negeri pun, beberapa negara menentang praktek ibu pengganti ini. 


Bersama dr. Indra Nurzaman Chalik Anwar, Sp.OG
(tengah)

Salah satu dokter yang menangani program bayi tabung yaitu dr. Indra Nurzam Chalik Anwar, Sp. OG. Beliau praktek di kedua tempat ini.


  Morula IVF Bunda International Clinic  
Jln. Teuku Cik Ditiro No.12
Menteng, Jakarta

dan

Teratai Fertilitas Clinic
RS. Gading Pluit Lt.4 
Jln. Boulevard Timur Raya 
Kelapa Gading, Jakarta Utara
14250


Telp. 021 45866063
021 4521001
021 452 0202
Ext. 8433


Fax. 021 458 76011


SMS Center 0888-858-6663


Suksesnya suatu program bayi tabung tergantung pada kondisi pasangan suami istri. Ada tahap penyeleksian dari kondisi fisik, nutrisi, usia, badan, kebiasaan hidup, virus toxoplasma, virus rubella, Hepatitis B/C, dll.

Bagaimana sih proses bayi tabung itu dilakukan? Ok, saya akan menjabarkan sesederhana mungkin. Karena saya belum pernah lihat prakteknya.  Tahapannya sebagai berikut.

1. Pilih RS atau klinik yang sudah tahu kredibilitasnya menangani pasien IVF.

2. Kedua pasangan suami istri diperiksa kondisinya masing-masiing. Cek hormon, darah, ketahui masa subur, dll. Jika hasilnya bagus maka masuk tahap berikutnya.

3. Saat wanita haid di hari ke 2 segera datang ke klinik atau RS, lalu dokter akan mematangkan sel telur yang masih tersisa di rahim dengan menyuntikan hormon.

4. Hari ke 10 datang kembali ke RS atau klinik untuk diperiksa apakah sel telurnya matang atau tidak. Jika matang, maka dilakukan pengambilan sel telur atau ovum pick up (OPU). Sekitar 15 telur yang diambil. Namun faktor usia menjadi penentu jumlah sel telur yang diambil.

Intinya usia di atas 35 tahun sel telurnya berkurang.

5. Sebisa mungkin pria melakukan masturbasi untuk mengeluarkan spermanya karena akan dipertemukan sel telur yang matang.

6. Dari 15 telur yang diambil, 10-12 yang jadi embrio, hari ke 3 bisa 8-10 embrio dan hari ke 5 hanya 4-5 embrio dengan kualitas yang baik. Embrio yang bagus itu bisa dilihat dari usianya, obat-obatan dan jumlah telur.

7. Proses penggabungan sperma dan sel telur dilakukan oleh embriologist. Bisa dari dokter hewan, dokter kandungan atau dokter umum.

8. Jika sudah didapatkan embrio yang bagus, misalnya 5, maka pilih satu yang bagus untuk dimasukkan ke dalam rahim. Kalau pun ingin dua atas permintaan pasien.

9. Tunggu hasilnya sampai 2 minggu atau masa datang haid berikutnya. Jika berhasil maka positif hamil, jika tidak prosesnya diulang dari awal. Kalau masih menyimpan embrio yang dibekukan, sisanya bisa dimasukkkan lagi ke dalam rahim.

10. Proses bayi tabung cukup rumit karena melalui tahapan yang panjang dan tingkat keberhasilannya sekitar 30%-45%.

11. Trimester awal itu mas paling krusial. Tunggu sampai 12 Minggu untuk melihat bagaimana perkembangan janin.  Banyak -banyak doa dan siapkan fisik serta mental.

12. Melahirkan bayi sehat adalah impian semua orang tua.

2 keluarga yang sukses menjalani
program bayi tabung (IVF)

Wah, gimana-gimana tahap-tahapnya, cukup rumit ya. Memang rumit perjuangan bayi tabung ini. Maka saya sangat bersyukur bisa mengalami kehamilan secara alami.

Bagaimana dengan biayanya? Ini nih yang paling bikin lebih berat dibandingkan rindunya Milea ke Dilan. Perinciannya seperti ini :
  • Pemeriksaan darah = sekitar Rp 8 juta
  • Biaya obat-obatan    = sekitar 10-40 juta tergantung jenis penyakit dan obatnya
  • Biaya IVF .          = sekitar 36 juta

Jadi kalau ditotal semua biayanya mencapai Rp 80 juta. Seperti yang saya bilang tadi, jika gagal sampai proses hasil 2 Minggu maka akan dimasukkan lagi embrionya, itu biayanya sekitar Rp. 5-6 juta.
Sudah punya biayanya?

Sebenarnya tujuan program bayi tabung yaitu membantu pasangan suami istri untuk mendapatkan bayi yang sehat. Diutamakan melahirkan bayi tunggal ya. Kenapa kalau kembar? Karena untuk meminimalisir kendala kelahiran lebih dari satu, misalnya prematur atau BBLR.

Baca lagi yuk  Deteksi Kelainan Kromosom Pada Janin

Pengalaman dokter juga perlu diperhatikan, kalau dr.Indra sih nggak perlu diragukan lagi ya. Jam terbangnya  juga sudah lama dan banyak. Beliau juga sering menjadi pembicara seminar kelas fertilitas. 

Hufff, sungguh perjuangan yang panjang memiliki momongan. Namun disisi lain banyak juga orang tua yang tega membuang bayinya. Naudzubilah minzalik. Rasanya benci banget kalau ada pemberitaan kayak begitu.

Perlu diperhatikan bagi para wanita, jika usiamu masih dibawah 35 tahun ke bawah kesempatan hamil secara alami masih ada.  Dilihat juga riwayat klinisnya. Namun jika usiamu sudah melewati 35 tahun, maka perlu hati-hati. Karena kualitas hormon dan jumlah sel telur berkurang.

Berdasarkan usia, tingkat keberhasilan program IVF usia < 35 tahun sekitar 86%, sedangkan > 35 tahun sekitar 42%. 

Bagi kalian yang edang berjuang punya anak, bersabar dan berusahalah. Menjalani program bayi tabung bisa jadi solusinya. Pasti Allah SWT akan memberikan anugerah yang indah tepat pada waktunya. 




***