(Source: pexel.com)
Hai buibu sekalian, gimana kabar keuangan di rumah saat ini? Kali ini aku mau sedikit cerita sedikit tentang apa yang aku rasakan mengenai keuangan pada awal-awal menikah. Dalam membuat anggaran atau apapun yang terkait dengan keuangan rumah tangga, harus in charge langsung menurutku dan dalam MoneySmartMenginspirasi kemarin ini, aku banyak banget mendapatkan insight literasi keuangan.

Dalam bahasan kali ini, aku akan mengulik issue yang sedang aku hadapi dalam waktu sekarang ini yang sehabis gajian, tau-tau pahlawan dalam dompet sudah berguguran. Dompet bisa diartikan sebagai saving keuangan secara konvensional dan memang aku semenjak 4 tahun sebelum menikah sudah belajar saving dalam bentuk tabungan emas. 

Menjadi pelit dan saving adalah dua hal berbeda, tapi sering banget dikaitkan satu sama lain. Aku mengakui orangnya sangat perhitungan dalam hal management keuangan ini, tapi bukan berarti pelit karena management ada tujuan dan alokasi tanpa perlu mereduksi. Dan suatu situasi, aku pernah banget merasa setelah tanggal gajian lalu beberapa hari terlewati, aku merasa uang gajian aku tidak cukup meng-cover kebutuhan hidup aku sampai aku ketemu dengan tanggal gajian bulan berikutnya. Aku pun merasa insecure banget, kok kayaknya aku kerja tapi masih berasa bokek terus.
Ternyata oh ternyata, ada beberapa kenyataan yang tanpa aku sadari yang membuat aku akhirnya selalu harap-harap cemas dengan tanggal gajian, berdoa agar cepat tiba. Dan aku menemukan artikel dari moneysmart ini yang membahas soal gaji selalu berkurang tiap bulan.
Ada beberapa hal yang menjadi perbaikan untuk bulan-bulan berikutnya agar uang gajian ini tidak dengan mudahnya habis sekaligus bahkan sampai merasa kurang.

1. Mengalokasikan uang sesuai pos-pos nya pada H+1

Aku harus menyiapkan beberapa pos keuangan yang tidak boleh banget diambil jika bukan peruntukannya. Semisal ada sebuah kondisi yang darurat, ya memang sudah semestinya menyiapkan dana darurat bukan?

2. Menyesuaikan Gaya Hidup

(Source: pexel.com)

Ini juga yang dibahas pada acara Moneysmart kemarin bahwa kita harus menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi keuangan kita. Jangan memaksakan pakaian mahal namun menguras seluruh tabungan untuk satu set pakaian outfit of the day dengan harga yang fantasis. Aku juga sudah belajar menyesuaikan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginanku, hingga kedepannya tidak akan kecolongan mana yang keinginan dan mana yang memang kebutuhan.

3. Tidak Menjalin Hutang-Piutang

Karena aku anaknya agak ga enakan kalo harus menagih-nagih uang sama teman ketika ada yang mau meminjam, aku baiknya menghindari transaksi tersebut karena aku pernah terjerat tidak terbayarkan karena aku gaenakan buat menagih hutang tersebut. Sama juga dengan diriku yang kalo belum ada uang nya yaudah, gausah memaksa untuk membeli dengan cara berhutang dulu. Intinya ya kita menyesuaikan dengan apa yang kita punya, dan kalaupun sangat kepepet, ya kita perbesar usaha untuk mendapatkan uang tambahan lalu mulai berinvestasi.

4. No Coffee Shop

(Source: pexel.com)

Harus kuakui, untuk mengejar beberapa deadline pekerjaan, menjadi habit tersendiri untuk menyambangi coffee shop karena fasilitas sangat mendukung dan tempat yang sangat nyaman agar pikiran ini fokus. Namun, hal ini yang menjadi penyumbang "bokek" jauh sebelum tanggal gajian tiba. Dan sudah bertemu solusi nya untuk mencari ruang kerja yang lebih nyaman, tentu sudah di support oleh pemerintah yaitu, perpustakaan nasional yang super duper nyaman dan akses nya sangat mudah.

5. Elegant dalam Memanfaatkan "Promo Time"

Dalam menjumpai beberapa macam jenis tawaran promo dalam sebuah merchant, aku sudah mulai mengesampingkan gengsi nih. Pasalnya, hal ini menjadi sebuah moment tersendiri buatku untuk sedikit "mengerem" pengeluaran dalam beberapa hari yang kebetulan banget lagi promo-promonya. Dan turut serta aktif untuk menyalakan notifikasi beberapa merchant yang biasa menyediakan layanan promo yang cukup sering.

(source: www.moneysmart.id)

Demikian sharing singkat dan beberapa point yang sudah mulai aku jalankan dalam waktu sekarang ini karena perubahan dalam literasi keuangan ini tidak hanya berkaitan dengan materi saja, namun penekanan pada praktik dan tidak harus menunggu uang yang banyak dulu baru belajar management keuangan. Bagiku, banyak atau sedikitnya itu sangat-sangat tergantung dari personal yang menggunakan keuangannya itu sendiri. Nah, buat temen-temen yang mempunyai ide atau ingin menuangkan pemikirannya soal keuangan, bisa banget buat sekaligus ikut serta dalam blog competition dari Money Smart bisa klik link ini. Terima kasih sudah membaca dan bisa sharing juga nih, punya pengalaman yang sama kayak aku gini ga kalo setelah gajian terbit kesadaran kalo keuangan mulai menipis di kolom komentar ya.