Dalam Islam hukum puasa bagi ibu menyusui terbagi ke dalam dua kondisi. Yang pertama adalah ketika tidak ada pengaruh untuknya dan anak yang sedang ia susui maka ibadah puasa adalah sebuah kewajiban yang harus dijalankan serta tidak boleh mereka berbuka ketika belum kunjung waktunya.

Dan yang kedua adalah ketika seorang wanita dalam kondisi kepayahan dan khawatir bila berpuasa akan dapat berpengaruh buruk untuk anak yang sedang ia susui. Maka hukumnya, ia boleh tidak ikut berpuasa dan meng-qada puasanya sebagaimana hari-hari ia berbuka.

Nah, dari hukum di atas sebenarnya ibadah puasa meski hukumnya wajib. Namun ada beberapa kreteria tertentu yang membuat hukum wajib tersebut berlaku. Jadi secara kesimpulan bila memang kondisinya tidak memungkinkan ibu hamil boleh tidak ikut berpuasa wajib di bulan Ramadhan.

Hanya saja, bagaimana dunia medis memandang kondisi ini? Ibu menyusui bolehkah berpuasa? Nah, untuk menjawab pertanyaan ini maka mari simak informasinya di bawah ini.

Bolehkah Ibu Menyusui Berpuasa?

Menyusui bukanlah sebuah penghalang bagi seorang perempuan Muslim untuk ikut menjalani ibadah puasa. Bagi beberapa orang, puasa mungkin menjadi hal yang tidak masalah untuk dilakukan. Akan tetapi, tidak semua ibu menyusui mengalami kondisi yang serupa. Sebagian bisa mungkin merasakan berpuasa selama menyusui adalah hal yang tidaklah mudah. Lantas bagaimana ibu menyusui bolehkah berpuasa secara medis?

Sebenarnya puasa tidak mengganggu produksi ASI. Tubuh anda akan tetap dapat memproduksi ASI dengan jumlah dan kualitas yang sama bahkan meski anda tengah menjalani ibadah puasa sekalipun. Kekurangan kalori yang masuk ke dalam tubuh pada hari-hari normal lainnya ketika anda sedang tidak berpuasa pun sebenarnya tidak terlalu banyak mempengaruhi produksi ASI anda.

Hal ini dikarenakan tubuh kita untungnya sangat mengerti dengan setiap perubahan yang terjadi. Jadi demikian, meski anda sedang berpuasa dan ada banyak waktu makan yang terlewatkan terutama pada saat siang hari. Untungnya, tubuh tetap dapat memproduksi ASI bagaimanapun keadaannya.

Tanpa kita duga selama ini, tubuh kita jauh lebih pintar dibandingkan yang kita bayangkan. Tubuh tetap mampu menyesuaikan kondisinya meski anda mengubah asupan kalori pada saat berpuasa.
Jadi demikian, tak perlu khawatir dengan masalah kuantitas dan kualitas ASI yang dihasilkan ketika seorang ibu menyusui ikut menjalankan ibadah puasa. Sebab pada dasarnya, tubuh kita akan tetap mampu menyediakan sejumlah ASI yang diperlukan oleh si kecil.

Tips Berpuasa Selama Menyusui

Nah, sebagaimana telah dijelaskan di atas bahwa berpuasa selama menyusui pada kesimpulannya adalah hal yang boleh dilakukan. Hanya saja, membiarkan kurangnya asupan nutrisi dalam waktu yang lama dan terus menerus selama menyusui tentu menjadi hal yang tak baik pula bagi tubuh anda. Di bawah ini adalah beberapa kiat menyusui aman selama berpuasa.

Tetap Jaga Asupan Makanan

Menjaga asupan makanan yang berkualitas adalah hal penting yang harus anda jaga dan perhatikan dengan baik. Hal ini dikarenakan meski ASI tidak akan berpengaruh dari segi kualitas dan kuantitas bahkan ketika anda sedang berpuasa. Namun tetap saja, sedikit banyak ada perubahan pada ASI anda.

Asupan lemak akan menentukan jumlah kandungan lemak yang terkandung dalam ASI anda. Jadi demikian, perhatikan dengan baik asupan ini ke dalam tubuh anda.

Tetap Terhidrasi

Jaga asupan cairan ke dalam tubuh agar anda terhindar dari risiko dehidrasi selama menjalani ibadah puasa.