Ladies, istilah hujan asam serasa belum terlalu viral ya di telinga kita. Mungkin karena saat mendengar kata hujan asam akan terasa tak lazim bagi kita, yakni akan terbersit di benak kita bahwa air hujan yang turun berasa asam.

Pada dasarnya istilah hujan asam air hujan yang bersifat asam dikarenakan kandungan dalam air nya dan efek dari sifat air tersebut. Dan sangat penting bagi kita untuk mengetahui seberapa berbahaya dari hujan asam tersebut.

Hujan asam, juga disebut sebagai pengendapan asam, dan itu terjadi sebagai hasil dari paparan polusi atmosfer yang disebabkan oleh sumber sumber alami seperti gunung berapi. Tidak hanya yang bersifat alami, kendaraan, alat berat, manufaktur, penyulingan minyak, dan industri lainnya pun mempunyai andil cukup besar dalam terbentuknya pengendapan asam ini.


                                                        
                                                                                                                         http://blog.sciencescore.com/what-causes-acid-rain/

Tapi ladies, pembakaran industri batubara dan bahan bakar fosil lainnya untuk menghasilkan listrik menjadi penyebab paling umum, karena menghasilkan gas buangan yang mengandung sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOX) yang berbahaya. Karena ketika sulfur dan nitrogen oksida ini bergabung dengan air dan oksigen di udara, ia akan membentuk asam.


Desposisi Asam

Ladies, keasaman air dan alkalinitas direpresentasikan sebagai nilai pH, yang diukur pada skala yang berkisar dari 0 hingga 14, dengan 14 yang paling basa, 7 netral, dan 0 paling asam. Jadi, sudah bisa dipastikan bahwa hujan disebut sebagai hujan asam karena memiliki tingkat pH antara 4,2 dan 4,4.

                                                       
                                                                                                                                     http://gotbladdercancer.blogspot.com

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA), endapan asam dapat mencakup hujan, salju, kabut, hujan es, dan bahkan debu. Jika terjadi dalam jumlah yang tinggi maka akan merusak tanaman dan lingkungan secara keseluruhan. Namun kita tidak perlu mengkhawatirkan jika endapan asam berada dalam level sedang.

Kebanyakan hujan yang biasa turun memiliki kandungan asam sedang, yakni dengan pH rata rata 5,6 sehingga tidak berbahaya. Tidak perlu cemas ya ladies, hal ini normal karena adanya air dan karbon dioksida yang bereaksi satu sama lain di udara, sehingga masih relatif aman bagi manusia, organisme hidup, maupun tanaman.


Masih Bolehkah Minum Air Hujan?

Bahkan air minum yang kita konsumsi sehari hari pun cenderung bersifat asam, meskipun tidak berbahaya tapi sebenarnya tidak di rekomendasikan untuk diminum ya ladies. So, lebih baik mengkonsumsi air dengan pH netral atau di atas 7.

                                                        

Tapi jika kita terpaksa harus minum air hujan, akan lebih aman jika kita merebusnya dan menyaringnya terlebih dahulu. Dengan merebus nya maka akan menghilangkan patogen berbahaya. Sedangkan dengan menyaringnya, maka akan  menghilangkan kotoran tambahan yang tidak diinginkan, seperti bahan kimia, debu, serbuk sari, jamur, dan kontaminan lainnya.

Tips sederhana buat ladies yang ingin mengumpulkan air hujan untuk di konsumsi, sebaiknya kumpulkan secara langsung dalam sebuah tong atau ember yang bersih. Hindari menempatkan tadah hujan dari cabang cabang pohon atau struktur lainnya yang mungkin akan meneteskan air hujan ke dalam tadah hujan. Setelah air terkumpul, setidaknya endapkan terlebih dahulu selama 1 jam untuk memungkinkan partikulat berat mengendap di bagian bawah.

Oke ladies, semoga setelah tahu tentang hujan asam, membuat kita menjadi semakin perduli terhadap lingkungan yaa... Dan semoga informasi ini bermanfaat dan dapat kamu bagikan ke orang orang terdekat kita .