Setiap tanggal 20 April, diperingati sebagai Hari Konsumen Nasional atau HARKONAS. HARKONAS dimulai sejak tahun 1999 dengan tujuan untuk memberikan perlindungan pada konsumen. Banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh konsumen, mau tak mau membuat Negara mengambil perannya.
Oleh sebab itu, Undang-Undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen kemudian ditetapkan pada 20 April 1999 dengan tujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual dalam era demokrasi ekonomi berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Menimbang pada UU Perlindungan Konsumen tersebut, ditetapkanlah Keputusan Presiden No. 13 Tahun 2012 tentang Hari Konsumen Nasional.
Pencanangan Hari Konsumen Nasional awalnya diselenggarakan oleh Badan Perlindungan Konsumen Nasional pada tanggal 20 April 2012. Selanjutnya, peringatan Hari Konsumen Nasional dilaksanakan oleh Pemerintah dengan koordinasi Direktorat Pemberdayaan Konsumen, Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen, Kementerian Perdagangan.
Setiap tahunnya, HARKONAS memiliki tema tertentu. Tahun ini perayaan HARKONAS bertema “Konsumen Cerdas di Era Digital”. Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, konsumen cerdas adalah konsumen yang menegakkan haknya, melaksanakan kewajibannya, serta mampu melindungi dirinya dari barang atau jasa yang tidak aman.
 
Tema Harkonas 2018 : Konsumen Cerdas di Era Digital
 
 
Dewasa ini, pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan. Saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia menurut survey e-marketer pada tahun 2016 mencapai 123 juta orang. Menduduki peringkat keenam pengguna internet di seluruh dunia, di bawah Jepang. Jumlah ini mendekati hamper separuh dari jumlah penduduk  Indonesia yang saat ini berjumlah 256,2 juta jiwa. Sebuah data yang sangat fantastis, hal ini juga wajar mengingat saat ini anak kecil saja sudah akrab dengan internet.
Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 84 juta jiwa atau sekitar 63,6% menggunakan internet untuk melakukan transaksi online. Sebanyak 92 juta jiwa merasa aman saat melakukan transaksi online, hanya sekitar 39,2 juta jiwa yang merasa tidak aman.
Adanya internet. Merubah cara belanja masyarakat. Masyarakat saat ini cenderung memilih untuk berbelanja secara online. Beberapa factor yang membuat belanja online menjadi sebuah pilihan antara lain :
1.      Hemat waktu
2.      Hemat energi
3.      Bisa mudah membandingkan sebuah produk
4.      Harganya cenderung lebih murah
5.      Banyak diskon
6.      Praktis
 
Kendati belanja online banyak dipilih, namun tetap harus diwaspadai. Menurut hasil penelitian dari Kaspersky Lab dan B2B International yang dilakukan di 26 negara, ada 26% konsumen Indonesia yang kehilangan uang akibat penipuan secara online. Jumlah ini adalah jumlah tertinggi, yang kemudian diikuti oleh  Vietnam (26 persen) dan India (24 persen). Oleh karena itu menjadi konsumen cerdas di era digital di mulai saat berbelanja online. 
 
Si Koncer 
 
 
Perhatikan tujuh hal berikut ini, sebelum melakukan belanja online.
1.      Beli Sesuai Kebutuhan
Hal utama yang perlu dilakukan saat belanja online adalah perhatikan kebutuhan. Beli barang yang memang anda butuhkan. Jangan terjebak oleh banyaknya diskon, sehingga membuat kita menjadi konsumtif. Masuk dalam jebakan konsumerisme.
2.      Mencari Referensi
Sebelum mencari barang secara online, pastikan kita mencari banyak referensi tentang barang yang di cari. Apakah memang barang tersebut tidak jual secara konvensional. Lalu cari referensi orang lain terhadap barang tersebut, dimana mendapatkannya dan bagaimana membelinya. Bila kita sudah cukup punya referensi, maka kita akan lebih fokus dalam mencari barang tersebut secara online.
3.      Teliti Toko Online
Toko online adalah kunci utama agar kita tidak mengalami penipuan. Selama ini, saya lebih banyak belanja online dengan orang yang saya kenal. Membeli barang dagangan temaan sendiri melalui media social jauh lebih terpercaya. Logikanya, orang yang kita kenal dengan baik tidak akan mungkin menipu.
 
Beli Kado di Toko Online Milik Teman Sendiri
 
 
Jikapun harus membeli dari orang lain, pastikan memilih toko online dari situs marketplaceterpercaya, misalnya Bukalapak, Shopee, Tokopedia atau yang lain.
Sistem pembayaran marketplace yang menjadi rujukan utama mengapa lebih aman belanja di marketplace. Begini alur pembayaran melalui marketplace ;
v  Buyer memesan barang, marketplace menghitung total harga dan ongkos kirim yang harus dibayarkan oleh buyer.
v  Buyer mengirim uang ke rekening marketplace, seller memproses dan mengirimkan barang yang dipesan oleh buyer melalui jasa ekspedisi yang dipilih.
v  Buyer menerima barang dan memberitakan penerimaan barang, seller menerima uang penjualan dari marketplace. Jika terdapat komplain, tim marketplace akan menengahi.
4.      Cek Barang
Lakukan cek barang terlebih dahulu, pastikan teliti sebelum membeli. Pastikan cek beberapa hal berikut sebelum membeli barang :
v  Bandingkan harga
Harga menjadi rujukan utama dalam memilih barang di pasar online. Cari perbandingan harga. Lewatkan bila harga yang ditawarkan lebih mahal, bahkan bila dibandingkan dengan beli secara langsung di pasar. Tapi awas, jangan tergiur harga yang terlalu murah. Mengapa? Bisa jadi barang yang dijual terlalu murah adalah barang gelap atau barang palsu.
v  Perhatikan spesifikasi barang
Dalam membeli barang secara online, karena kita tidak bisa melihat dan menyentuh barang secara langsung, tanyakan spesifikasi barang secara detail. Apalagi bila membeli barang elektronik, jangan lupa tanyakan soal garansinya juga.
v  Pastikan barang ber SNI
Sebagai konsumen cerdas, pastikan kita memilih barang yang sudah bertanda SNI (Standar Nasional Indonesia). Barang yang sudah ber SNI lebih memberikan jaminan atas kesehatan, keamanan dan keselamatan konsumen, bahkan lingkungan (K3L).
v  Perhatikan keamanan barang
Bila membeli barang-barang tertentu seperti bahan makanan, obat-obatan maupun kosmetik, ce keamanannya. Pertama, cek kehalalan barang tersebut,. Ada tanda halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia0) atau tidak. Kedua, pastikan barang tersebut sudah memiliki ijin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Ketiga, cek tanggal kadaluarsa. Jangan sampai kita membeli barang yang sudah tak layak konsumsi.
5.      Perhatikan Cara Membayar
Berbelanja secara online memberikan banyak pilihan pembayaran. Mulai dari pembayaran melalui kartu kredit, paypal, transfer secara langsung atau COD (cash on delivery). Lebih amannya melakukan pembayaran secara COD atau transfer melalui rekening langsung. Saya lebih banyak melakukan pembayaran dengan mentransfer secara langsung ke rekening marketplace.
6.      Simpan Salinan Pesan
Simpan semua riwayat pesan atau percakapan anda dengan penjual. Jangan lupa simpan juga bukti pembayaran. Hal ini bisa menjadi antisipasi bila suatu saat kita tidak menerima barang seperti yang dijanjikan.
7.      Amankan PC
Saat berbelanja online, pastikan perangkat (PC) kita sudah dilengkapi dengan antivirus. Lebih baik lagi kalau punya anti spyware dan firewall. Ingat, peranti lunak keamanan itu harus di-update secara teratur agar PC terlindung dari ancaman terbaru. Baiknya, atur saja proses update secara otomatis.
 
Semoga dengan menperhatikan tujuh hal tersebut sebelum belanja online, kita bisa menjadi konsumen cerdas. Terhindar dari penipuan di dunia maya dan bisa mendapatkan barang sesuai dengan yang kita butuhkan. Selamat Hari Konsumen Nasional. Saatnya menjadi konsumen cerdas diera digital.