(Source: pixabay.com)



Hai sobat traveller semua, sering ga sih ngalamin yang namanya kesel dan suka terpancing emosi kalo pas di jalanan ternyata banyak pengendara yang seperti tidak tahu bagaimana beretika di jalan raya. Singkat kata, aku seirng banget setiap malem, nonton salah satu stasiun swasta yang menayangkan banyak target operasi yang terciduk oleh polisi lalu lintas kita karena ketidakpedulian terhadap peraturan lalu lintas.


Masalahnya bukan sekali dua kali "penangkapan" oleh polisi ini, namun karena ini terus ditanyangkan, aku jadinya mikir dong. Wah ini sering banget kejadian yang ketauan dan langsung di follow up langsung oleh pihak berwajib, kalo ada yang lolos dan merasa biasa aja gitu, santai kayak di pantai, wah ini nih yang bahaya.
(Source: pixabay.com)


Sedikit bercerita tentang pengalaman tidak menyenangkan dan membuat aku sedikit trauma dalam berlalu lintas adalah ketika saya mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar tahun 2017 lalu. Kejadiannya tepat di dekat jembatan penyebrangan orang (JPO) motor dan saya tergelincir karena kondisi jalanan sehabis di guyur hujan yang semi gerimis. Kenapa bisa terjadi? Dari yang saya alami langsung adalah saat itu kondisi sedikit padat merayap dan ketika mobil di depan saya melaju, saya mulai menambah sedikit kecepatan dan dalam sekejap mata ada 2 orang, yaitu ibu-ibu dan seorang anak kelas 5 SD menyebrang di jalanan tersebut. Otomatis saya rem mendadak dengan rem tangan kanan, dan saya tergelincir lalu saya mendapat luka jahitan yang cukup dalam di dagu saya. Belum lagi luka memar yang saya alami di kaki kanan saya beserta lecet juga dengan penyembuhan selama 6 bulan hingga rasa sakit itu hilang. 

Bisa ditarik benang merahnya adalah, ketika kita keluar dari rumah dan melakukan kontak langsung dengan lalu lintas, sudah semestinya kita tau apa peran kita disitu. Apakah sebagai pejalan kaki, pengendara mobil, motor, dan bus. Hal dalam menjaga Keselamatan Lalu Lintas ini erat kaitannya dengan pejalan kaki yang harus mengerti dimana ia harus menyebrang sehingga tidak membahayakan pengguna lalu lintas yang baik dan bagi pengendara kendaraan baik roda 2, roda 4 atau roda lebih dari 4, lihat kembali kecepatan yang ditempuh. Jangan mengejar agar cepat sampai, karena waktu terburu-buru namun mengabaikan keselamatan diri sendiri dan otomatis keselamatan orang lain juga. Berarti ada yang salah dengan management waktu dan diri kita dalam mempersiapkan jadwal sehari-hari hingga harus menempuh kecepatan yang sangat penuh itu.

(Source: shutterstock.com)

Ada lagi, dalam hal kecepatan adalah bus-bus yang akhir-akhir ini sedang viral di media sosial karena terkenal dengan kebut-kebutannya di jalanan. Aku tidak hanya penikmat dari ajang viral nya itu, tapi aku benar-benar mengalaminya sendiri saat menaiki bus yang kebut-kebutannya bikin sport jantung. Sewaktu kuliah di Malang, aku selalu pulang naik bus "x" tersebut karena hanya ada 3 pilihan dan memang gamau ambil ribet aku langsung naik bus "x" tersebut. Ugal-ugalannya jangan di tanya deh, bener-bener kayak naik roller coaster secara gratis kalo naik bus "x" tersebut, hingga pernah ganti nama juga pasca kecelakaan tapi menurut beberapa teman saya yang masih ada di Nganjuk, bus "x" tersebut ya masih tetap sama dalam soal kecepatan, sangat tidak bersahabat.

Aku juga selalu dinasehati oleh orang tua untuk tidak bersikap "sok jagoan" ketika di jalan raya, karena memang benar sih, yang aku lihat dalam menambah kecepatan ini ada semacam rasa jumawa dalam diri kita karena berhasil melampaui dari pengendara yang ada di depan kita. Himbauan aku buat para pemba blog dimanapun keberadaannya, kita harus aware terhadap apa  yang kita kerjakan secara sadar akan dampak keselamatan pada diri kita juga orang lain. Semoga masyarakat Indonesia bisa berhati-hati dalam berkendara dengan beberapa aturan seperti harus memiliki surat berkendara yang sudah terverifikasi serta valid dan tidak merasa "sok" jagoan ketika di jalan raya. Bagaimana teman-teman dalam melihat fenomena kecepatan tinggi dan mengabaikan keselamatan lalu lintas ini? Yuk feel free for sharing yes!