Restoran, foodcourt, Kafe, kedai, warung dan lainnya, mulai tumbuh subur seiring dengan beragam produk-produk baru, baik dari luar negeri maupun lokal. Mereka berlomba-lomba menciptakan menu baru, memancing konsumen untuk datang dan mencobanya.

Kreatifitas dalam penyajian, bahan dan rasa tak luput dari pandangan konsumen. Anehnya tidak sedikit juga, konsumen yang kurang peduli sama makanan atau minuman tersebut sudah halal atau belum, yang penting enak. Astagfirullah

Jangan ya sahabatku, asupan makanan, minuman yang kita konsumsi harus halal dan thoyyib (baik), selain aman kehalalan bisa berpengaruh terhadap akhlak. Jadi seharusnya sebagai umat muslim mayoritas di Indonesia, wajib hukumnya mengkonsumsi asupan yang halal. Begitu juga dengan kosmetik, obat-obatan carilah yang sudah bersertifikat halal.

Berkaitan dengan halal, sabtu, 1 Maret 2019, saya menghadiri Talkshow dengan narasumber:
1. DR. Ir. Lukmanul Hakim, MSi. (Direktur Utama LPPOM MUI).
2. Lia Amalia (Kepala Bidang Sosialisasi dan Promosi Halal LPPOM MUI).
3. Anita Amir (Owner The Atjeh Connection Sarinah Thamrin).
Dipandu oleh mbak Anifah Qowiyatun,
Mengusung tema: “PROSEDUR SERTIFIKASI HALAL LPPOM MUI dan TANTANGAN INDUSTRI HALAL DI ERA DIGITALISASI 4.0.”
Talkshow yang lebih pada bincang santai sore itu, bertempat The Atjeh Connection Sarinah Thamrin Jakarta Pusat. Atas inisiasi founder http://www.taudariblogger.info

Dalam sambutanya, ibu Anita Amir menceritakan sedikit awal berdirinya The Atjeh Connection hingga saat ini sudah punya beberapa cabang, Slipi, SCBD, Sarinah, Tebet.

Awalnya The Atjeh dibuat untuk tempat minum kopi suaminya yang asli orang Aceh, bersama rekan-rekannya untuk sekedar minum kopi dan bercengkerama. Akhirnya dengan mengusung konsep kafe, ibu Anita bersama suaminya Amir Faisal, selain membawa kopi gayo, mangangkat makanan pinggiran untuk naik kelas. Jadilah menu-menunya sederhana tapi soal rasa pastilah berbeda.
Atas kebaikan seorang Anita, karyawannya juga beliau ambil dari kalangan menengah kebawah, yang penting punya kemauan kerja keras. Selain itu The Atjeh juga sudah menerapkan bahan-bahan makanan dan minumannya halal semua, walaupun sertifikasi halalnya masih dalam proses. Kita doakan semoga lancar ya bu Anita, sertifikasi halalnya secepatnya bisa terpasang di logo The Atjeh Connection. Terlebih lagi, modalnya juga dari modal yang halal, jelas Ibu Anita.

Terlihat semangat dari Ibu Lia, saat memaparkan materi halal dan mudahnya proses sertifikasi halal. Karena saat ini orang tidak harus datang ke kantor LPPOM MUI di Bogor, cukup mengakses web: http://www.e-lppommui.org
Jadi dengan adanya CEROL, semua prosedur pendaftaran bisa dilakukan secara online.

Karena Indonesia penduduknya mayoritas muslim, makanan halal dan thoyyib adalah wajib hukumnya untuk dikonsumsi, seperti termaktup dalam firman Allah (Q.S Al Baqoroh: 168)
Yang artinya:
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi thoyyib (baik) dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”
Wajib itu ya harus kita lakukan dan jangan sampai abai, kalau makan diluar ya harus lebih hati-hati dan teliti lagi. Jangan sampai penyesalan datang, karena ternyata kita sering makan di sebuah sebuah restoran yang belum pasti kehalalannya.

Saat ini tidak ada kata susah untuk mengurus sertifikat halal, yang ada adalah alasan klise beberapa pengusaha, ngurus halal itu ribet dan lama.

Apabila sesuai prosedur yang ada, pasti prosesnya cepat. Apalagi sekarang sudah ada CEROL (Sertifikasi Online).

Berikut gambaran umum, Prosedur Proses Sertifikasi Halal:
1. Siapkan dokumen yang diperlukan
2. Registrasi online: http://www.e-lppommui.org kemudian login dengan akun tersebut.
3. Melakukan pembayaran registrasi ke bendahara LPPOM MUI.
4. Upload detil perusahaan, dan semua informasi bahan makanan dan minuman sesuai list yang sudah tersedia.
5. Auditor LPPOM MUI akan memeriksa, apakah dokumen sudah lengkap atau belum. 6.Setelah dinyatakan lengkap dokumennya, LPPOM MUI akan menunjuk auditor untuk ditugaskan ke Perusahaan tersebut.
7. Proses audit akan dilakukan dengan cara memeriksa dokumen yang dikirim, sesuai tidak dengan dokumen yang ada di perusahaan.
8. Setelah itu, auditor akan memberikan laporan lengkap ke Komisi Fatwa. Oleh Komisi Fatwa akan dikoreksi dan setelah dinyatakan lulus, baru akan diterbitkan Sertifikat Halal, dan perusahaan tersebut berhak untuk menggunakan logo halal.

Logo sertifikat halal yang menempel akan menambah kepercayaan masyarakat. Pastinya akan lebih banyak pengunjungnya.

Sesi bincang blogger dan vlogger mendapatkan pencerahan langsung dari Direktur Utama Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia, Bapak Lukmanul Hakim.
Penjelasan beliau disertai beberapa contoh kasus hoax, mengajak Blogger dan Vlogger diharapkan menjadi duta Halal, hanya akan memviralkan isu-isu yang benar dan meluruskan isu-isu yang tidak benar. Melalui sosial medianya.

Karena Indonesia sudah menjadi center halal sejak tahun 2012, terbukti dengan berdirinya GLOBAL CENTER HALAL yang berada di kota Bogor.
Dengan adanya Global Center Halal, LPPOM MUI ingin menghalalkan Indonesia dan mengindonesiakan Halal.
Karena saat ini banyak negara-negara barat yang sudah konsen dengan isu halal. Disana makanan yang berkualitas dan halal banyak dicari. “Halal food is pure food, halal more than just a quality”.

B

incang santai diakhiri dengan disuguhkanya kopi Sanger, kopi khas Aceh, dan makanannya seperti Mie Aceh, Nasi goreng Aceh, dan Nasi Gurih Aceh.
Begitu kopi tersaji, aromanya sudah membuatku jatuh cinta, seruputan pertama, rasanya pas dilidah, manis, gurih, asam dan pahitnya kopi berpadu menjadi rasa yang sempurna buat saya.
Begitupun dengan makanannya, aroma rempahnya berbeda dengan mie, nasi gurih dan nasi goreng pada umumnya, rempahnya lebih dominan menjadikan khas aceh banget deh. Tapi ternyata rasa rempah dan pedasnya mampu menggoyang lidahku. Alhamdulillah saya suka dengan rasanya.

Semua teman blogger dan vlogger sepertinya menikmati kopi dan hidangan makanan khas Aceh dengan suka cita.
Terimakasih The Atjeh Connection Sarinah, LPPOM MUI, BLOGGER HALAL INDONESIA, TDB.