Trauma pada saat sesudah persalinan terkadang dirasakan sebulan atau seminggu atau bahkan setahun setelah beres persalinan. Efek dari trauma tersebut dapat membuat wanita menjadi mudah marah, sulit konsentrasi dan sulit tidur. jika dibiarkan maka kondisi ini akan menjadi memburuk. Bahkan bisa saja sampai membuat kesehatan terganggu dan begitu pun buah hati akan terganggu kesehatannya. kondisi ini dapat di sebutkan dengan melakukan cara seperti berikut:

1. Terapi
Melakukan terapi untuk penyembuhan trauma saat melakukan persalinan sangatlah baik untuk belajar mengendalikan diri pada suatu pengalaman yang sama dengan cara yang baik. Terapi untuk postpartum PTSD meliputi terapi perilaku kognotif (CBT), psikoterapi, atau terapi kelompok.

Baca juga : Penyebab Endometriosis yang perlu anda ketahui 

2. Terapi EMDR
EMRD (Eye Movement Desensitization and Reprocessing Therapy) terapi ini untuk membuat emosi negatif yang melekat pada trauma dengan pikiran dan perasaan positif.
Pasien akan diminta dengan mengingat kembali semua  kejadian yang membuat trauma sambil mengalihkan konsentrasi dengan melakukan suatu gerakan mata yang mengikuti arah telunjuk si terapis, atau mengetuk meja dengan sesuai ritme. Dengan gerakan lambat laun dapat mengurangi kekuatan ingatan dan emosi negatif. Dilakukan secara bertahap, dengan terapis yang akan memandu anda untuk mengubah pikiran anda menjadi lebih menyenangkan.

Baca juga : 6 Bahan Alami yang Efektif untuk Pengobatan Endometriosis

3. Minum obat resep dokter
Untuk terapi postpartum ini biasanya diberikan obat anti depresi dan anti ansietas (anti kecemasan). semua itu dilakukan untuk mengurangi keparahan dan intensitas gejala. Obat hanya diberikan kepada pasien sebab pemberian obat tidak boleh sembarangan. 

Baca juga : Pengobatan kista dengan cara operasi atau obat herbal