(Horay! Pict by me)

Seneng banget waktu itu bisa hadir di acara Nestum 101 Healthy Bowls di Hotel Ritzcalton, Jakarta. Dalam rangka hari sarapan sedunia ini, Nestum mengajak kepada masyarakat agar semakin melonggarkan waktunya untuk membuat semangkuk menu sarapan bagi keluarga kecilnya. Nestle Nestum sendiri adalah bubur sereal sarapan multigrain pertama di Indonesia yang memiliki semua kebaikan GRAINSMARTA (perpaduan gandum utuh, beras dan jagung). Kesemuanya penuh dengan serat pangan, vitamin dan mineral. 

Tentang Nestle dan Nestum
Selain itu pengetahuan tentang Nestle Indonesia yang bergerak di bidang gizi, kesehatan dan keafiatan telah beroperasi selama 150 tahun lebih di 189 negara. Keren yaa. Sebelum melangkah lebih jauh lagi, kita bersama-sama melihat demo membuat bubur ayam kari Nestum dan dessert buah (Parfaits atau lapis) oleh chef Steby Rafael dan juga food styling oleh mba Emilia Nico. 

Saat chef Rafael mulai meracik beberapa macam bumbu untuk menyajikan satu menu sarapan, yang aku perhatikan adalah bagaimana caranya menumis dan menggunakan daun salam serta serai untuk memunculkan rasa yang sedap. Dan untuk dessert nya sendiri, super praktis banget lho. Karena dengan memberi beberapa potongan buah seperti mangga, strawberry, jeruk di lapisan terbawah lalu diikuti oleh bubuk Nestum dan begitu selang seling hingga finishing oleh yoghurt. Seger bangeeeet ini mah. 

Oleh sebab itu Nestum mengeluarkan variannya yaitu Nestum Porridge (rasa manis dan original) serta Nestum 3-in-1 rasa susu, susu&pisang, susu&coklat. Zaman now, sebuah menu makanan menjadi inspirasi tersendiri di media sosial ya terutama. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan food stylist yang pengaturan dan pengambilan foto nanti di mentor langsung oleh mba Emilia Nico yang mendapatkan gelar visual communication design dari Universitas Bina Nusantara ini.

Demo Masak and Food Styling 

(Mba Emilia-Pict by me)



(pict by me)

Berikut hasil food styling mba Emilia Nico dan aku belajar mengambil beberapa shoot foto. Maafkan ya kalo masih sekadarnya karena berdesakan saat take picture hehe. Inilah sesi yang ditunggu-tunggu, yaitu lomba menyiapkan menu sarapan dengan Nestum dan bahan-bahan yang sudah disiapkan di ujung ruangan. Kita diberi waktu 45 menit untuk menyiapkan semuanya dan aku bersama momi nya Gendish berhasil membuat bubur ayam diet ala Nestum. 

(Reward for me-Pict by me)

Dan alhamdulillah kita mencuri citra rasa yang dijurikan langsung oleh Chef Tintin Rayner dan juga Chef Rafael. Seneng banget karena kita membuatnya cukup deg-deg an. Gimana engga, kompornya susah panas cuy haha. Trus beberapa bumbu ga mendukung buat menjadikannya kari, dengan bumbu seperti:

-bumbu halus bawang merah dan bawang putih
-bumbu halus ketumbar
-serai
-daun jeruk
-daun salam

(Ini nih rasanya super enak hehe-Pict by me)

Setelah semuanya menjadi harum barulah di tambah air dan tunggu hingga mendidih, dan tuangkan bumbu tersebut kedalam bubuk Nestum dan terakhir taburi dengan irisan ayam goreng. Sudah siap disajikan dan disantap! Mudah bukan mom hehe. Emang jujur aja, rasanya enak dan aku aja abis dong icip-icip sampe acara selesai haha.

Sempat ada tragedi yang bikin ngeri banget, karena jempol tangan kiri aku sedikit terkena pisau dan cukup membuat perih-perih saat menuju finishing. Gara-garanya, saat aku akan membuat garnish dari kulit semangka dan menjadikannya mangkuk gitu lho. Trus akhirnya malah gajadi dong hahahaha.

Kenapa Sarapan itu Harus di Makan

Aku nih sering banget kalo pagi-pagi trus hectic day, cuma minum seteguk air putih atau susu satu gelas tanpa mengindahkan kaidah sarapan yang "harus di makan" ini. Kehadiran dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes selaku Ahli Gizi mengatakan pentingnya sarapan karena memunculkan banyak manfaat baik secara fisik dan psikologis. Nah, makan sendiri adalah aktivitas memasukkan ke dalam mulut serta melumatkan dan makanan berada lebih lama di dalam mulut, sedangkan minum adalah memasukkan air ke dalam mulut lalu meneguknya. Aku pribadi merasakan pentingnya sarapan seperti merasa lebih produktif karena konsentrasi berpikir dan belajar lebih baik, jadi ga loading lamat gitu lho gengs.

(dr.Rita-Pict by me)

Pada kesempatan ini, dr. Rita menjelaskan peran berkualitas atau tidaknya sarapan itu bukan dari segi kuantitas, banyak atau sedikitnya menu yang kita makan. Sayang banget kan lagi ngurangin porsi makan, tapi ngorbanin lambung kita untuk ga dapat asupan makanan. Jadi ada 3 nih yang dikatakan sarapan kita berkualitas:

1. Harus mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidrat kompleks dan cukup serat, protein lemak yang kaya akan vitamin mineral sehingga menghasilkan energi + 20-25% energi total

2. Menstimulasi organ pencernaan secara baik seperti mulut, esophagus, lambung, usus saling berinteraksi yang baik dalam menyerap makanan

3. Memberi kepuasan psikologis terkait citra rasa makanan, karena citra rasa makanan ini akan diterjemahkan oleh lidah.

Proses pengolahan makan sendiri, berkaitan dengan keterampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar sekitar mulut, tapi juga organ lain seperti jantung dalam memompa darah. Sehingga, distribusi oksigen dan zat-zat gizi lebih baik yang menjadikan kerja otak dan otot akan lebih baik. Benar yang dikatakan bahwa sarapan itu harus di makan karena bukan hanya untuk mengurangi rasa lapar saja, tapi dapat meningkatkan kemampuan kognitif sepeti daya ingat dan fokus.

Pengalaman soal sarapan in juga ternyata menguak sebuah fakta terbaru lho guys. Ada sebuah hormon, yaitu hormon grealin. Yang mana hormon itu bekerja karena adanya proses mengunyah, dan sering banget nih udah sarapan trus jam 10 kerasa lapar banget kan, krucuk-krucuk gitu. Pengen ada sesuatu yang dikunyah, nah ini hormon grealin lagi bekerja.
Golden Standart Breakfast

(mba Eka Herdiana-Pict by me)

Eka Herdiana (Corporate Nutritionist, PT. Nestle Indonesia) mengatakan bahwa kita-kita telah di edukasi tentang pentingnya sarapan yang tidak hanya makan atau minum, tapi makan dan minum. Point dari sarapan sehat adalah makan dan minum sebelum jam 9 pagi untuk memenuhi 1/4 gizi harian. Dan kandungan dari Nestum ini adalah multigrain, yang mana kandungan tersebut dalam tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna, sehingga menyediakan energi berkelanjutan.


(Ibu Windy-Pict by me)

Begitu juga dengan ibu Windy Cahyaning Wulan (Bussines Executive Officer Dairy Nestle Indonesia) yang menjelaskan tentang fakta bahwa 51% orang Indonesia menyadari bahwa sarapan adalah waktu makan terpenting, namun ada 76% orang yang mengkonsumsi sarapan ini belum memenuhi golden standart breakfast ini. 

(Yuk Sarapan! Pict by me)


Yuk, kita semarakkan lagi tentang pentingnya sarapan serta berkualitas hingga mencapai golden standart breakfast, yang tidak hanya soal kenyang saja, namun nutrisi dan adanya peningkatan kemampuan kognitif dalam masing-masing masyarakat di Indonesia ini. Aku juga jadi banyak belajar bahwa melewatkan sarapan itu sangat rugi lho, kita cenderung cheating dan memasukkan lebih banyak makanan yang tidak support nutrisi dan gizi ini. Sharing yuk, menu sarapan yang akan teman-teman rancang setelah membaca postingan aku ini. Terim kasih sudah membaca, nantikan postingan selanjutnya yaa.