Hai! Berbeda dari biasanya, aku kali ini tidak akan mereview produk. Di post ini aku bakal bahas hal yang selalu hangat dibicarakan yaitu jerawat. Yap, kalau teman-teman sering membaca review di blog aku pasti bakal paham kalau hampir semua produk yang aku review itu ditargetkan untuk mengatasi kulit berjerawat. Jenis kulitku memang rentan banget dengan jerawat meskipun usiaku bisa dibilang bukan usia remaja lagi. Jadi jerawat yang aku dapat itu bukan jerawat puber, tetapi jerawat orang dewasa. Banyak banget penyebab jerawat itu sendiri. Bisa karena penyumbatan pori-pori, bakteri, hormon, dsb. 

Beberapa hari yang lalu, aku menghadiri event yang diadakan oleh Bayer kolaborasi dengan Beautynesia. Di acara itu, ada satu sesi presentasi yang dibawakan oleh Dr. Triwiji Nurdiastuti, M. Biomed dari Promec Clinic. Talkshow itu bertemakan: Waspadai Hyperandrogen! Penyebab Jerawat Membandel Pada Wanita. Jadi di skincare talk ini aku akan membahas jerawat spesifik yang disebabkan oleh hyperandrogen.

Apa itu hormon androgen?
Seperti yang aku bilang sebelumnya, banyak hal yang menyebabkan jerawat orang dewasa. Salah satunya adalah hormon. Di tubuh kita banyak sekali hormon yang bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing. Salah satunya adalah hormon androgen. Hormon ini berfungsi untuk mengontrol dan merangsang pertumbuhan karakteristik sekunder pada laki-laki. Yap laki-laki, tetapi perempuan juga mempunyai hormon ini hanya saja tidak setinggi pada laki-laki. Hormon androgen juga berfungsi mengontrol produksi sebum dan pembentukan jerawat saat remaja baik laki-laki maupun perempuan[1]. Namun ada suatu kondisi dimana perempuan memiliki hormon androgen yang lebih tinggi dibandingkan batas normal hormon itu pada perempuan. Kondisi ini dinamakan hyperandrogen.

Apa itu hyperandrogen?
Jadi bisa disimpulkan bahwa hyperandrogen adalah kondisi pada perempuan dimana dia memiliki hormon androgen lebih tinggi dibandingkan batas wajarnya.

Bagaimana ciri-ciri perempuan mengalami hyperandrogen
Dari segi fisik dapat dilihat ciri-cirinya yaitu tumbuh rambut di area yang umumnya tidak tumbuh pada wanita, kulit terasa lebih kasar, badan susah kurus, kebotakan, dan jerawat yang mebandel. Faktanya, gejala hyperandrogen ini terjadi pada 10%-20% wanita. Cara pastinya untuk mengetahui apakah kamu hyperandrogen atau tidak dengan melakukan uji lab sehingga hasilnya akan lebih pasti.
Hasil gambar untuk acne
source: step to health
Apa itu jerawat karena hyperandrogen?
Seperti yang aku bilang, salah satu gejala hyperandrogen adalah jerawat yang mebandel. Jerawat seperti apa lebih tepatnya? Kalau kamu punya jerawat besar-besar, memerah, bahkan sampai bernanah dan jerawat itu susah hilang meskipun sudah menggunakan berbagai macam obat/cara bisa jadi itu disebabkan oleh hyperandrogen.

Bagaimana mengatasi jerawat hyperandrogen?
Bagi perempuan yang mempunyai jerawat disebabkan hyperandrogen sudah tidak mempan dengan obat oles (topikal) maupun obat minum (oral). Salah satu treatment untuk mengatasi jerawat ini adalah dengan mengkonsumsi obat anti-androgen. Bayer memiliki produk anti-androgen untuk terapi yaitu Cyproterone Acetate/Ethynil Estradiol yang kalau di kita lazim disebut pil KB. Kok bisa pil KB ini dijadikan sebagai obat jerawat? Sebenarnya di US sana sudah tidak aneh lagi perempuan menggunakan pil kontrasepsi untuk mengatasi jerawat pada mereka. Karena faktanya, pil kontrasepsi memang dapat digunakan untuk mengontrol hormon perempuan. Pil kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron dapat mengurangi hormon androgen di tubuh perempuan yang berdampak pada pengurangan produksi minyak dan pembentukan jerawat [2].

Lantas, apakah bisa langsung mengonsumsi pil kontrasepsi untuk mengatasi jerawat kamu? Tidak! Konsumsi pil kontrasepsi untuk mengatasi jerawat harus dibawah pengawasan dokter. Kita harus ke dokter dulu untuk mendapatkan izin mengonsumsi pil kontrasepsi ini untuk jerawat. Jadi kalau jerawat yang kamu punya sekarang ini ciri-cirinya seperti yang aku sebutkan sebelumnya, lebih baik menemui dokter saja untuk mengatasinya. Jangan takut ke dokter untuk konsultasi jerawat, karena lebih baik masalah jerawat itu langsung dikonsultasikan ke ahlinya yaitu dokter kulit.