Pelangi hadir dengan warna warni yang menjadikannya indah. Pelangi juga hadir diantara basah dan kering, cahaya dan air. Pelangi mengajarkan kita tentang menjadi indah dalam menyatukan perbedaan. Pelangi juga bukti bahwa berbeda adalah keindahan yang tersembunyi. Hanya hadir jika diterima dalam perbedaan itu sendiri.

Pelangi mengajarkan kita tentang kehidupan. Begitupun juga denganku. Beberapa hari kemarin aku dipaksa untuk berinteraksi dengan seseorang yang sama sekali tidak aku kenal dan dipaksa untuk mengerti dan mempelajari keprobadian seseorang. Mungkin ini adalah sebagai awal dari kehidupan sosialku atau kegagalan dari pribadiku.

Baca Juga: Dibalik Haters

Jujur, aku sorang pribadi yang cerewet untuk orang tertentu saja. Aku lebih suka pembicaraan berbobot tentang sesuatu yang memang memiliki ilmu pengetahuan yang bisa menambah pengetahuanku, dibandingkan dengan basa basi yang berujung menjelekkan orang lain. Gagalnya adalah seseorang yang sedang bersamaku sekarang suka sekali membocarakan kepribadian orang lain dengan menjelekkan hampir semua orang. Aku jujur akhirnya lebih memilih untuk menghindari hubungan sosial yang demikian.

Source: Google
Bagiku, penilaian kita terhadap seseorang seharusnya bisa lebih obyektif. Karena dengan menjadi obyektif, kita bisa mengakui bahwa manusia memiliki sisi positif dan negatif. Aku cenderung manusia yang menghindari hubungan buruk dengan hanya membicarakan keburukan orang lain terus menerus. Bukan berarti aku adalah orang yang baik, tapi karena aku tahu bahwa aku tidak sempurna sehingga aku tahu bahwa aku juga harus menerima seseorang secara positif segala kelebihan dan kekurangannya. Hal ini dikarenakan aku juga memiliki kekurangan dan kelebihan.


Aku belajar hal hal seperti ini dari seorang Pandji Pragiwaksono. Seorang Pandji yang selalu saja menilai seseorang dan membicarakan hal positif dari orang lain. Hal ini bisa jadi dikarenakan Pandji juga belajar cara berkomunikasi yang baik sehingga mampu memaparkan sesuatu dengan cara yang positif. Ini juga ingin aku tanamkan dalam segala segi kehidupanku bahwa aku tidak perlu membicarakan sesuatu yang tidak perlu apalagi kekurangan orang lain.

Demikian sedikit kisahku yang mungkin bisa menginspirasi readies. Aku hanya ingin kita mulai membicarakan sesuatu yang lebih bermanfaat dan positif sehingga kita mampu menilai sesuatu dengan lebih jernih dan lebih jelas. Kita tida patut menghukumi orang lain dengan penilaian kita apalagi penilaian orang lain yang membenci. Karena setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing.

Uswatun Khasanah Katasmir