SMA atau yang biasa aku sebut dengan MAN, Masa di mana aku masih mengenakan seragam putih abu-abu yang bau matahari. Masa yang tak pernah bisa dengan mudah aku lupa, tempatku bertemu dan bercanda dengan para sahabat yang sekarang sudah menjalani hidupnya sendiri-sendiri.
Masa di mana aku mulai mengenal cinta, yang kujalani dengan malu-malu namun tidak kurang tulusnya dan satu hal yang selalu lekat di dalam lingkar kepala, gedung sekolah – tempat segala sudutnya menyimpan beragam cerita.
 
Ah, andai saja aku bisa sekali lagi merasakan masa itu. Hati ini sudah benar-benar rindu.
Halo, gedung sekolahku. Apa kabarmu? Dalam pikiranku ada kenangan yang bersenyawa dengan rindu! Masihkah kamu berdiri gagah, menyambut hujan dan terik matahari dengan tak peduli? Atau justru cat hijaumu luntur terkelupas, perlahan-lahan, namun pasti? 
Dari gerbang depan hingga lapangan belakang, setiap sudutmu menyimpan cerita dan kenangan.
Masih adakah pos satpam di dekat gerbang menjulangmu? Saksi dimana aku dan kawan-kawan saat harus berlari sebelum jam 7 pagi atau saat kami harus mengiba kepada satpam jaga.
Mari sejenak menjelajah rongga dalammu, ke ruang kelas kesayanganku. Apakah kursi dan mejanya masih menyimpan bekas perjuangan masa remajaku?
Sekarang aku ingin kembali menyelami kenanganku akan bagian rongga dalammu. Hai, ruang kelasku, bagaimana rupa dirimu saat ini? Masih adakah meja kayu dengan ukiran namaku di ruang kelas yang dulu ku tempati? Saksi diam aksiku bersama kawan-kawan saat bertukar jawaban di ulangan matematika dan fisika dan sudah diperbaharuikah papan tulis yang mulai geripis di tiap pojokannya itu dengan papan baru?
 
Satu lagi tempat yang selalu membuatku ingin kembali bertandang ke tempatmu "kantin sekolah". Tempat paling nyaman untuk kabur dari pelajaran membosankan atau bahkan sekedar bertukar cerita bersama kawan sambil melahap bakwan dan segelas es teh manis. Masih seenak dulu kah masakan sang ibu penjaga kantin? Memang, masakannya tak pelit bumbu. Harganya pun cukup bersahabat untuk uang jajanku yang masih hitungan ribu.
Hei, dan apa kabarnya dengan aula masjid? Sudah tuntaskah renovasinya? Masih seringkah sebagai tempat menggelar acara ataupun menjadi tempat nongkrongnya para kakak kelas? Ah, betapa aku masih ingat dulu ketika semua siswa – termasuk aku berpelukan erat sembari tak henti-hentinya mengucapkan doa menjelang UAS dan UN tiba. Betapa inginnya kami lulus, meninggalkan gedung tua ini dengan segera. Kau pula yang menjadi saksi dari kami yang jatuh cinta untuk kali pertama, memendamnya berbulan-bulan sebelum berani memberinya nama. Ah, betapa indahnya ketika dulu aku masih berseragam putih abu-abu dan menyimpan rasa suka pada teman seangkatanku.
 
Betapa indahnya masa itu. Ketika permasalahan yang terberat di hidup hanyalah PR Matematika, ulangan kimia, putus dengan pacar, atau berargumen dengan kawan. Ya, dinding diammu juga pernah menjadi saksi saat aku berargumen dan memutuskan untuk tak bertegur sapa dengan satu dua kawan hanya karena kesalahpahaman. Ah, memang banyak sekali cerita seru yang menghiasi masa mudaku di gedung itu.
 
Dan masih setiakan para pengajarku di sana, dari guru kesayangan hingga yang gemar menyalahkan atau mempermalukan?
 
Masih lengkapkah pengajarku yang dahulu? Dari mulai guru yang kukagumi dan kusayangi hingga guru yang kusebali? Betapa rindunya diri ini untuk ingin kembali duduk di bangku kelas sambil sekali lagi mendengarkan suara mereka. Apa kabar mereka sekarang? Bertambahkah guratan menua di wajah mereka? Masih sehatkah mereka hingga saat ini? Semua kenangan dan cerita yang terjadi di gedung tuamu tidak akan pernah terlupa ataupun begitu saja menguap dari lingkar kepalaku. Semua cerita itu masih akan tersimpan rapi dan selalu terselip di ruang hatiku. Yah, memang aku tidak akan pernah bisa beranjak meninggalkan kenangan di saat aku masih memakai seragam putih abu-abu kebanggaan.
 
Pengobat Rindu ku kali ini!
Sabtu, 17 Maret 2018 hari yang sangat kami tunggu-tunggupun datang. Hari dimana sedikitnya rindu dapat terobati. Walau tidak semua yang bisa menghadiri setidaknya kalian telah mewakili penawar rindu ini. 
 
Acara Reuni MAN 18 Angkatan ke-3 dilaksanakan 2 hari tepatnya Tanggal 17-18 Maret 2018 di Villa Puncak Jawa Barat. Acara ini di buat untuk merajut tali silaturahim dan yang nantinya akan kita agendakan setiap tahun.. Amin (Panitia semoga kalian semua baca ya.. Xoxo..)
Direuni pertama ini, seluruh alumni bisa mengenang masa indah saat pakai seraham putih abu-abu.. Lewat reuni ini kita semua bisa mengenang masa kekonyolan, nostalgia susah senangnya bareng teman dan dag dig nya ketemu mantan :D
Ridwan & Dwi
Dwi Saputra

 
 
 
Shulha Ma'rifah dan Nanda
 
Ridwan Firmansyah
 
 
Nanda & Tiara

 
 
Nanda, Nicung, Tyara, Mbul, Bo'ay, Nabila
 
 
Penyerahan Goodiebag Dorprize oleh Nanda kepad ( Eka & Nanda)
 
Penyerahan Goodiebag Dorprize Oleh Aif kepada Tyara
 
Akustikan Sampai tengah malem hehe
 
Owner Grup Angkatan Ke-3 ( Nur'ainur Rofiq)
 
 
 
 
Guest Star Kita kali ini.. She is BO'AY! Yeaaay!!!
 
Tyara, Abay, Nanda
 
Ketua Pelaksa Reuni Kita Tahun ini.. Yaa walaupun jarang hadir Rapat HAHA.. ( Arif or Baghol)
 
Sang Penggoda (Dilan or Adit Pengkor)
 
Gilang Pratama
 
Sahibul Mabda
 
 
 
 
 
 
 
Ibu-Ibu PKK bawa bekel buat makan siang anggota LOL
 
 
Nabila, Mbul, Tyara, Nanda, Eka, Nicung
 
 
 
 
 
 
Imam Suharjadi
 
 
 
 
 
 
 
 
Team BO'AY!
 
Lomba Joget Balon
 
 
 
 
 
 
Lomba Tebak Kata
 
 
 
Bo'ay, Ridwan, Mabda, Dwi, Ropik, Imam, Abay, Fajar, Pa'i, Nicung, Nabila
 
 
 
 
Pengajian Setelah Sholat Magrib
 
 
 
 
 
MC Terhits sejagad raya.. "Ridwan Firmansyah"
 
Bakar-bakar Ayam
 
Minggu, 18 Maret 2018 (Hari Ke-2)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
We Are Family^^
 
 
 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
See you :*