Assalamu’alaikum! Setelah kemarin sempat cerita mengenai pengalaman umroh saat di Madinah, kali ini saya akan berbagi pengalaman saat di Mekkah. Perjalanan dari Madinah ke Mekkah harus saya tempuh dengan bus sekitar 6 , sangat tidak terasa jauh & lama, soalnya di Arab ya jalanannya sangat lancar, pemandangannya bagus dan busnya juga enak, plus saya sambil makan Al-Baik, jadi semakin nggak terasa! he he he

Menuju Mekkah

Sebelum menuju Mekkah, rombongan saya melaksanakan sholat dzuhur terakhir di Masjid Nabawi, namun sebelum kami semua sholat dzuhur, kami melakukan yang namanya mandi ihrom dimana tujuannya untuk mensucikan diri sebelum kami semua ambil miqat atau niat umroh. Setelah mandi ihrom, sholat dzuhur di jamak dengan ashar, makan siang, kemudian kami menuju ke Mekkah menggunakan bus.

Selama perjalanan menuju Mekkah, kami pun memperbanyak dzikir dan singgah terlebih dahulu selama 30 menit di masjid Bir Ali untuk mengambil miqat, sholat tahiyatul masjid 2 rakaat, kemudian melafadzkan niat Umroh, setelah niat terucap, kami pun sudah harus mentaati aturan Umroh dan menjauhi larangan yang bisa membatalkan Umroh.

Pakaian Umroh Perempuan

Untuk perempuan, disarankan menggunakan pakaian yang benar-benar bisa menutupi aurat, tidak ada larangan untuk perempuan. Oia, untuk umroh, perempuan tidak harus menggunakan baju berwarna putih, bebas mau baju warna apa. Karena biasanya rombongan Indonesia identik dengan putih-putih, tapi kamu nggak harus kok menggunakan warna putih jika memang tidak mempunyai baju berwana putih.

Suami & rombongan saat di Bir Ali

Pakaian Umroh Laki-Laki

Untuk pakaian Umroh laki-laki ini khusus, menggunakan baju ihrom berwana putih TANPA menggunakan pakaian dalam atau pakaian yang ada jahitannya seperti kaos dalam, celana dalam, bahkan menggunakan celana dalam tanpa jahitan pun kalau bisa jangan, karena khawatir bisa membatalkan Umroh, cukup menggunakan 2 lembar kain ihrom yang dipakai dengan baik, insyaallah nggak akan kendor atau copot.

Larangan Saat Sudah Niat Umroh

  1. Bagi laki-laki tidak boleh menggunakan pakaian yang ada jahitannya
  2. Bagi laki-laki tidak boleh menggunakan penutup kepala saat sudah berniat, sekalipun kepala di tutupi kain ihrom itu tidak boleh
  3. Bagi perempuan tidak boleh menggunakan penutup wajah (niqob/cadar) & penutup telapak tangan.
  4. Memotong kuku & bulu badan
  5. Membunuh / memburu binatang darat
  6. Memotong / mencabut tanaman di tanah haram
  7. Nikah / menikahkan
  8. Bercumbu / bersetubuh (nah, untuk menghindari bermesraan dengan suami, saat di bus menuju Mekkah saya pun tidak duduk bersebelahan dengan suami, namun saat tawaf & sa’i saya berpegangan dengan suami untuk menghindari terpisah dari rombongan dan tujuannya agar suami bisa melindungi saya saat ibadah, karena di Mekkah saat tawaf itu banyak sekali jamaah dari luar yang badannya besar-besar)
  9. Mencaci maki, marah & mengucap kata kotor
  10. Memakai wangi-wangian (bahkan saat sebelum saya berangkat, baju yang saya siapkan untuk umroh saya cuci tidak menggunakan detergen, pewangi dan saya kemas menggunakan plastik saat di koper, untuk menjaga agar baju tidak ada wanginya)
  11. Berkelahi
Saat Miqat di Bir Ali
Masjid Bir Ali

Itu dia larangan saat sudah mulai niat Umroh, setelah kami ambil miqat kami pun melanjutkan perjalanan menuju Mekkah dengan memperbanyak dzikir dan Talbiyah “Labbaika Allahumma Labbaik, labbaika Laa Syaarika Laka Labbaik, Innal Hamda Wanni’mata Laka Wal Mulk Laa Syariika Lak” Sampai tiba di Mekkah sekitar jam 8 malam, kami pun langsung makan malam dan istirahat di hotel Mira Al-Saha tidak jauh dari Masjidil Haram.

Bukit Shafa
Lintasan Sa’i

Pelaksanaan Umroh

Setelah cukup istirahat, kami pun menuju Masjidil Haram sekitar jam 11 malam, saat sudah keluar hotel sampai menginjakkan kaki di Masjidil Haram, jujur saya dag-dig-dug banget, rasanya haru, rasanya mau nangis karena inget dosa namun bersyukur bisa menginjakkan kaki di Mekkah bersama suami dalam kondisi masih muda, sehat dan tak kurang apapun, Masyaallah.

Saat proses umroh ini, Ustad Kamil selaku pembimbing kami berpesan untuk bersabar dan menikmati proses umroh, minta ke Allah SWT agar meringankan kaki kita agar bisa sampai selesai menjalankan proses Umroh ini dan yang paling saya ingat beliau berpesan agar kami menjalankan proses ini dengan iman, insyaallah apapun yang kita jalani karena iman, karena inget Allah SWT insyaallah diberi kemudahan.

Kami pun melakukan proses umroh dengan 7x tawaf mengelilingi ka’bah dan 7x bolak-balik shafa-marwah. Alhamdulillah kami bisa selesai menjalankan ibadah umroh pukul 3 pagi dan lanjut tahallul (bercukur) bagi para laki-laki dan saya lanjut mandi supaya saya segar, nggak ngantuk karena saya nggak mau ketinggalan subuhan perdana di Masjidil Haram, Oia karena saat itu Mekkah lagi musim dingin, jadi subuhnya lama sekitar 5.30 baru adzan subuh yang pertama. Jadi, disana itu ada adzan untuk peringatan, adzan utama dan iqomah.

Rasanya haru saat sudah melaksanakan umroh dan subuhan perdana di Masjidil haram, alhamdulillah alhamdulillah bisa merasakan nikmatnya ibadah umroh bersama suami dan keluarga.

Selain ibadah umroh dan sholat wajib, saat di Mekkah kami pun beberapa kali ziarah ke tempat-tempat lainnya seperti jabbal uhud dan lain-lain, karena saya kebetulan lagi kurang fit saat di Mekkah, saya pun memilih untuk tidur di bus saat jalan-jalan ziarah.

Suami, setelah Umroh selesai, sebelum tahalul
Ka’bah dini hari
Ka’bah pagi hari
Galon Zam-zam di Masjidil Haram
Di depan zam-zam tower

Pumping Selama Di Mekkah

Saya coba jabarkan kapan saja saya melakukan pumping :

  • Sebelum menuju Mekkah (sebelum sholat dzuhur di Madinah)
  • Setelah sampai hotel di Mekkah (karena saat perjalanan saya nggak bisa pumping, karena baju yang saya gunakan nggak ada bukaan depannya, untung nggak rembes. LOL)
  • Setelah selesai ibadah Umroh (setelah mandi dan menunggu waktu subuh)
  • Setiap hari setelah sholat subuh dan setelah sholat ashar atau isya

Intinya, saya pumping saat diperlukan, efek dari tidak direct dan lelah, ASI saya agak menurun saat di Mekkah dan kebetulan saya pun agak kurang enak badan, tapi tetap saya pumping walaupun hasilnya nggak seberapa, karena saya nggak mau sampai di Indonesia ASI saya kering, saya pun selalu berdoa supaya sesampainya saya di rumah, anak saya nggak bingung puting & masih mau menyusu dengan saya. Alhamdulillah sampai Indonesia anak saya langsung sumringah liat Ibunya pulang & langsung mau nyusu nggak mau lepas! huuhuhu terharu di kangenin sama anak tuh gini yah rasanya.

Lokasi Belanja Di Mekkah 

Jujur, saya tidak terlalu belanja di Mekkah, malah lebih suka jajan aja sama suami sambil jalan-jalan menikmati indahnya area Masjidil Haram. Untuk jajan, saya beli kebab di pinggiran hotel yang ada di sekitar mesjid, untuk belanja saya lebih suka belanja di pertokoan yang pintu masuknya dekat toilet 3 pria, jadi nanti ada jalan masuk yang paling kiri, masuk lewat situ, karena kalau pintu yang kanan itu masuk ke area Mall yang agak bagus & harganya agak mahal, kalau pertokoan yang saya masuki itu kelasnya seperti ITC, masih bisa ditawar.

Tips Ala Yora Saat Menjalankan Umroh

  1. Niatkan umroh untuk ibadah, jangan untuk belanja. Tenang, barang-barang di Mekkah & Madinah itu banyak kok di tanah abang
  2. Gunakan baju syar’i supaya nggak ribet bawa mukenah & penutup tangan
  3. Gunakan selalu kaos kaki, selain untuk menutup aurat juga karena disana cukup dingin untuk bulan Oktober
  4. Bawa sajadah kecil untuk sholat, karena nggak selamanya kamu sholat dapet area sajadah, saya sering sholat di area lantai yang nggak ada sajadahnya
  5. Bawa tas ransel kecil atau tas pinggang, gunanya untuk naro sendal, tumblr, sajadah, dompet, al-quran
  6. Bawa selalu sendal yang kamu pakai kedalam tas, karena sendal saya pindah pemilik saat saya di Madinah, waktu itu saya taro di kotak sendal yang ada di depan masjid, eh pulang sholat sendalnya udah nggak ada, hehehe alhamdulillah jadi beli & nyobain sendal Arab
  7. Berdoa selalu agar dimudahkan selama ibadah
  8. Berdoa supaya dihindarkan dari ngentut atau hal yang bikin batal selama sholat fardu, karena toiletnya jauh apalagi di Mekkah
  9. Bawa vitamin & obat-obatan pribadi
  10. Cobain jajan kebab, enak! Saya beberapa kali nyoba jajan kebab, 1 porsi bisa buat  berdua, orang Arab makannya banyak juga yah
  11. Bawa botol minum tambahan untuk bawa zam-zam saat pulang ke Indonesia, boleh kok bawa beberapa tambahan air zam-zam, asalkan botolnya kamu balut dengan plastik dan solasi, supaya nggak bocor. Nanti bawanya pakai totebag untuk masuk ke cabin yah. Waktu itu saya bawa botol 1,5 Liter 2 buah & 2 botol 600 ml untuk saya bawa di tas saya & suami, untuk minum sehari-hari.

Itu dia cerita saya saat menjalankan ibadah Umroh kemarin, mohon maaf jika banyak kekurangan & tulisan ini murni hanya untuk sharing yah, semoga cerita saya kali ini bisa bermanfaat untuk kamu yang ingin menjalankan ibadah umroh yah, insyaallah Allah SWT mudahkan ibadahnya, aamiin