Halo sobat semua, kali ini aku akan bercerita serta membagikan pengalaman seputar kesehatan tipis-tipis dan semoga ada manfaat yang bisa diambil untuk teman-teman semua ya. Jadi ini adalah kisah lama ketika pinggiran jempolan kakiku mengalami kesakitan yang cukup menyita perhatianku saat itu. 

(source: www.pexels.com)


Lanjut aja ya singkatnya saat aku kuliah, hobi banget deh itu pake flat shoes yang sebenernya ga sempit, tapi meruncing sampai ke ujung nya. Nah ini nih yang bikin penyakit cantengan muncul dan makin nyeri. Trus begitu aja selama akhir kuliah sih yang mulai muncul karena hobi banget pakai flat shoes model gini, aku juga sering memotong kuku jempol kaki terlalu pendek dan tak sering juga mencungkilnya dengan tujuan agar bersih dari kotoran (kan suka ada tuh di sudut-sudut). 
Kenapa akhir kuliah baru kerasa? Karena kuliah udah ga lagi pakai safety shoes atau sepatu kets kan, trus kaki keliatan lebih cantik aja gitu (maklum anak kuliah) haha. Basic yang selalu bolak balik laboratorium untuk matkul Kimia Organik dan sejenisnya itu, mengharuskna pakai sepatu tertutup full dan sudah ada SOP nya juga.

Singkat kata, sampai akhirnya aku merasa super ga nyaman saat 2 tahun bekerja di Bandung dan melihat kondisi daging di jempol kaki aku ini makin mengkhawatirkan. Mengeluarkan nanah sih enggak, cuma perih dan mudah mengelupas aja gitu kalo agak digosok-gosok.

Aku udah gabisa banget pakai sepatu baru, karena kondisi jempol kaki kayak gini akhirnya apa aku harus ekstraksi kuku (mencopot kuku) ya? Setelah aku pikir panjang dan konsultasi ke salah satu temen dokter, dia menyarankan aku eksekusi aja sendiri di rumah. Trus respon aku adalah
"what?"
 
Ga enggaaa, aku gamau mengambil resiko kenapa-kenapanya, tapi temen aku melihat kondisi jempolan kaki yang tidak terlalu parah ini. Dan dengan waktu sedikit mepet karena harus kerja siang trus aku ke dokter umumnya udah siang banget, sama dokter di potong sedikit dan dikeluarkan kuku yang tumbuh menembus daging itu.

(source: Tribunnews.com)


Jadi guys, cantengan itu adalah kondisi infeksi dimana ada pertumbuhan kuku yang melewati daging karena aktivitas menggunting kuku yang terlalu pendek. Lanjut ya, setelah beberapa minggu, kondisi kuku jempol kaki aku mulai tumbuh kan dan itu masih aja kerasa perih. Dan aku kayak seolah-olah udah berpengalaman gitu lho dengan merasakan si cantengan ini dengan cara gampangnya langsung pake flat shoes dan kalo masih kerasa nyeri dan ada rasa panas gitu, nah itu berarti masih. Yauda aku sempat menunda-nunda untuk bisa benar-benar menuntaskannya.

Disuatu jum'at sepulang kerja, aku langsung menuju klinik Bintang Meditama dan rencana nya adalah memeriksakannya di klinik tersebut. Saat proses periksa, dokter langsung untuk mengeksekusi nya dan aku udah pasrah gitu. Dan bener aja proses nya ga begitu lama dengan proses anastesi di sekitar jempolan dan lama juga proses mati rasa ini guys. Setelah anastesi usai, mulailah bergerak untuk mencungkil kuku aku dengan harapan proses pertumbuhan kuku yang baru bisa memperbaiki jaringan yang sudah "termakan" oleh kuku kaki ini. 

Saat proses ekstraksi, apa saja yang aku rasakan? Rasanya seperti membuka kaleng sarden atau kental manis gitu guys, pokoknya maknyus tapi emang ga kerasa sakit, cuma kerasa sensasinya gitu. Dan proses itu selesai, aku minta surat sakit untuk izin dan saat itu juga aku pulang ke Karawang. Yang aku khawatirkan adalah saat proses perjalanan itu pasti obat bius nya sudah habis :( dan alhamdulillah sampai di rumah baru kerasa nyut-nyut-nyut nya. 

Singkat kata proses penyembuhan kuku jempol kaki ini selama 4 bulan dengan kuku yang sudah tumbuh dengan maksimal dan ketebalannya sempurna. Nah saat di bulan ke-3 aku mengadakan perjalanan bersama teman-teman ke Gunung Papandayan dan hasilnya aku cukup mengerikan karena ada beberapa pasir yang terikut masuk ke dalam kuku kaki yang masih belum tumbuh sempurna. Baiklah itu sudah aku terima saja, dan lagi pula aku sudah acc dengan dokter bahwa aku nanti akan naik gunung.

Finally saat akan menikah tepatnya di bulan Maret Apri 2018, aku iseng-iseng menemukan sebuah formula untuk menyembuhkan cantengan hanya dengan mengoleskan Vaseline Petroleum Jelly. Dan amazing nya itu beneran ampuh, aku sudah bisa mengenakan flast shoes lagi tanpa ada rasa panas dan perih. Lain kali aku bahas di blog secara terpisah ya untuk Vaseline ini hehe.

Intinya, setelah proses penyembuhan yang cukup panjang, aku harus ngejaga banget agar tidak muncul lagi atau lebih parahnya infeksi lagi. So, tips aku buat kalian diantaranya.

  • Jangan memotong kuku terlalu pendek dan terlalu dalam
  • Tidak mengenakan jenis sepatu yang meruncing ke ujung
  • Saat membersihakn kuku kaki terutama mengeluarkan kotoran, baiknya pastikan alat gunting kuku telah di steril dan mengoleskan pelumas pada kuku kaki yang akan dibersihkan
  • Jangan menggunting kuku saat keadaan gelap/malam hari, karena terkadang kita tidak sadar dengan letak yang presisi dari gunting terhadap sudut-sudut kuku kaki
Demikian sharing story aku soal cantengan ya guys, semoga ada manfaat yang bisa dijadikan refrensi agar teman-teman lebih memperhatikan proses pemotongan kuku kaki ini. Share di kolom dong kalo ada temen-temen yang punya pengalam serupa atau bahkan lebih unik! 'Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day9.