"Halo halo Bandung, ibukota periangan."

Kenapa sih nyanyi Bandung Lautan Api? Ya karena Bandung bagi gue ngangenin parah. Semenjak kurang lebih udah 2 bulan hengkang dari Bandung, aku merasa super kangen dengan suasana saat malam hari (kalo siang tetep aja panas, kecuali lembang), jajanan dan orang-orangnya yang logatnya bikin sumringah.

Nah sama dengan yang mau aku bahas kali ini, yang berhubungan dengan tanah Pasundan yaitu storial dari layar kaca yang meraih sukses dari tahun 2014 lalu sempat vakum karena kepergian pak Didi Petet yang bentar lagi akan tayang di layar lebar.

(ekspresi ga sabar liat acting nya kang Mus)


Apa hayo? Yup! Bener banget, Preman Pensiun!
Coba deh tanya sesegadis, sesepria, sesemamak dan para krucil di lingkungan kita, siapa sih yang ga pernah denger serial atau sinteron Preman Pensiun ini? Aku aja anaknya jarang nonton TV sedikit pernah ngikutin jalan ceritanya yang super kocak ini ngerasa nikmatin banget sehingga udah ga perlu diragukan lagi kalo Film Preman Pensiun ini cocok untuk anak milenial jaman now. Dan dengan adanya kabar menggembirakan ini, aku excited banget dengan undangan Press Screening Film Preman Pensiun bareng dengan para blogger dan media yang diadakan di Epicentrum XXI tanggal 10 Januari 2019 kemarin. 

(Nobar Press Screening dengan teman-teman blogger)

(Crowded Selfie w/ kang Mus)
Setelah sesampainya di Epicentrum, kita langsung aja mendapat tiket masuk dan menempati sesuai nomor bangku. Dan aku terbiasa setting mindset kalo Film Preman Pensiun ini penuh kekocakan yang dominan banget, sama hal nya dengan yang ada disinetronnya. Ternyata saat menonton, full di luar ekspetasi yang bakal terus ng-bodor nya, bahkan nyaris aku meneteskan air mata guys saking appreciate sama film ini. Film yang disutradarai sekaligus sebagai penulis skenario nya, yaitu mas Aris Nugraha sukses bikin aku standing applause sama beliau. 

(serasa golden ticket)


Cerita yang mengambil latar tanah Pasundan yang relate banget, dimulai dari semua sudut kota Bandung direkam lalu menghadirkan banyak cerita yang full dengan value kehidupan. Mas Aris Nugraha sendiri mempunyai tantangan dalam membuat Film Preman Pensiun ini karena sempat vakum selama 3 tahun lalu proses memberikan naskah akhir adalah H-2 dong. Serta jadwal shooting para pemain di bulan April 2018 hanya 21 hari guys! 
(Kang Mus saat hadir Press Screening di Epicentrum XXI)


Film yang akan bercerita tentang kembalinya salah satu anak buah kang Mus, untuk mencari kebenaran dari kabar pengeroyokan ini akan berujung penuh dengan drama dan plot twist. Dan bagian yang paling memorial banget adalah cerita kang Mus (Epy Kusnandar) beserta anak-anak buahnya yang terakhir diceritakan telah meninggalkan bisnis lamanya. Semua bahasa yang ringan namun penuh makna ini ternyata banyak semacam quote yang bikin aku terkagum-kagum lho. Karena penyampaiannya pas dengan mimik wajah semua pemain yang terlibat. Serta bagian yang paling kocak adalah duet komedi yang berlangsung natural banget dari Murad (Deny Firdaus)  dan Pipit (Ica Naga), dibagian sini aku gak bisa menyembunyikan kegelian aku akan acting mereka. Salut!

(Pemain yang hadir Press Screening di Epicentrum XXI)


Untuk para pemainnya sendiri diantaranya:
  • Epy Kusnandar                     (Muslihat)
  • Tya Arifin                             (Kinanti)
  • Sindy Lasmana                     (Kinasih)
  • Anzanie Kamilah                  (Kirani)
  • Soraya Rasyid                       (Imas)
  • Deny Firdaus                        (Murad)
  • Ica Naga                               (Pipit)
  • Dedi Moch Jamasari            (Gobang)
  • Andra Manihot                    (Dikdik)
  • Abenk Marco                      (Cecep)
  • M Fajar Hidayatullah          (Ujang)

Dari Film Preman Pensiun yang alurnya ngalir ini sangat pas buat yang ga ngikutin sedari awal. Wah kok bisa? Bisa dong, karena aku contohnya! Aku tuh kalo ga ngikutin serial secara berurutan, suka bingung guys dan ujung-ujungnya banyak nanya saat pemutaran film ketika salah satu serial nya ga ditonton dulu. Tapi, Film Preman Pensiun ini enggak! Aku bisa nikmatin dari awal sampe akhir karena tetep nyambung dan ngerti-ngerti aja, jadi jangan khawatir ya buat yang ga ngikutin selama tayang sinteron Preman Pensiun ini. Konfilk yang berdatangan menimbulkan banyak lesson learned yang bisa dipetik dari Film Preman Pensiun ini. Seperti
  • Kasih sayang seorang bapak kepada anak perempuannya seperti tidak terbahasakan dan tak jarang anak tidak mengetahuinya, karena bahasa cinta yang berbeda.
  • Adanya miss communication dapat menjadi bom waktu dikemudian hari, ketika ada salah seorang yang tidak bisa commit dengan apa yang telah diputuskan bersama
  • Bahwa kematian adalah sebuah kepastian dan hanya sejarahlah yang tersisa bagi yang ditinggalkan.
(Jangan lupa tanggal 17 Januari 2019 untuk nonton yah!)

Dan ada satu konflik yang tak terduga dari Film Preman Pensiun ini yang aku sebut sebuah plot twist yang super kece! Jadi saat kalender menunjukkan tanggal 17 Januari, berikan tanda untuk datang langsung dan menyaksikan Film Perdana dari Preman Pensiun di bioskop kesayang temen-temen semua. So, yang penasaran sama traillernya, bisa banget buat ngintip sedikit disini nih.

“SETIAP PERTANYAAN HARUS TERJAWAB DI KAMU, SETIAP PERSOALAN HARUS SELESAI DIKAMU”
          -KANG BAHAR-