Hai hai, ini postingan udah ketahan lama banget semenjak dari menghadiri undangan wisudaan si bungsu di kota yang selalu menimbulkan kerinduan, yaitu Yogyakarta. Aku gabisa barengan sama suami, karena kebetulan banget lagi dinas di Jogja juga namun ketika tanggal wisuda nya, abang harus bertandang ke Malang. 


Alhasil meet point kita di Hotel Arjuna yang strategis banget buat staycation sambil jalan-jalan yang dekat dengan area Malioboro, karena letaknya di jalan Tugu. Lain kali akan coba aku ulas ya untuk hotel Arjuna ini. 

Next, ketika malam harinya kita langsung berburu mie jawa yang seperti biasa menjadi kulineran andalan ketika menyambangi kota gudeg ini. Udah pada tutup dan kita terarahkan oleh mesin pencarian yang ternyata pedagang kaki lima dekat dengan hotel Jambuluwuk. Lumayan sebagai pengisi perut setelah seharian menghabiskan perjalanan di kereta. Dan soal rasa, lumayan sih tapi karena ada soun nya yang sedikit menganggu jadi agak gimana gitu. Esok paginya kita menuju gedung wisuda dan kondisinya ujan deres parah banget, dan karena traffic saat wisuda sangat hectic, nyari ojol rasanya susah banget sampe sejam nunggu dan nyerah minta taksi hotel aja. Di perjalanan kejebak macet parah lagi dan bener-bener stuck sampai mau beli bunga aja mikir-mikir banget.

Salutnya aku di kota yang selalu bikin aliran rasa yaitu rindu, adalah saat kondisi macet tidak ada bunyi klakson setupun walaupun aku yakin pengemudi udah gregetan banget. Fenomena ini yang ga aku dapetin saat di ibukota. 

Setelah melewati perjalanan dan kita sampailah di gedung dan sayang sekali bung, aku tidak boleh masuk karena yang masuk hanya bapak dan ibu tamu undangan dari wali wisudawan. Baik. Ada tempat semacam aula yang bersebelahan dan bisa dipakai sebagai momen penyaksian wisudawan. Aku melihat si bungsu hanya sepersekian detik aja dan merasa bosan, sampai ngantuk-ngantuk tak terasa ada yang menepuk di pundak, siapa lagi kalo bukan my dad.

(cans nya, sukses ya adiq)


Lalu aku bisa "masuk" ke tempat wali lewat pintu lain dan menunggu lumyan lama sampai selesai acara dan saat menunggu si bungsu turun, sempat foto-foto gitu deh. Hingga akhirnya dia dateng, dan mulai memeluk mamah dan papah secara berbarengan, entah kenapa hatiku termehek-mehek dong. Terharu aja, tidak banyak kata-kata yang hadir dan hanya tinggal keheningan serta riuh dari para wisudawan saja. Setelah momen terharu dilewati, saatnya aku menjadi pupdekdok dan mengambil beberapa spot foto ia bersama teman-temannya.





(from PJSIG to success)

Happy liat dia banyak fans nya gini haha. Dialnjut sama acara fakultas dan kita jadi lumayan capek dan esoknya kita kembali ke daerah masing-masing. Papah ke Papua, aku dan mamah ke Karawang. 
Tak lupa kita mengabadikan momen di studio foto sebelum balik lagi ke hotel. Aku bersyukur mempunyai orang tua yang begitu support anak-anaknya, untuk terus bisa bertumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berguna dengan pendidikan yang ditempuh. Semoga ilmu dan segala bentuk penempaan dalam perjuanganmu hingga menemukan sebuah makna kehidupan, bisa menjadi bekal untuk kejutan di masa-masa mendatang ya. Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day5

(my best ever)