"Jujurlah dengan apa yang sejauh ini telah berhasil di lewati, walaupun onak seakan menancap di telapak, percayalah akan ada saatnya Allah mampukan untuk dapat berdamai dengan rasa kesakitan"
(source: shutterstock.com)


Yes!
Itulah yang pada akhirnya setelah kurang lebih 5 tahun berlalu masa-masa yang menurutku cukup menganggu untuk bisa bergerak menuju value diriku. Berawal dari rasa suka sama suka, lalu pada akhirnya aku menyesali dengan apa yang telah aku jalani kemarin dengan sedikit rasa kecewa yang teramat berat. Lebay juga sih. Toh yang melalui ini bukan cuma aku saja kan, bahkan sebagian orang pernah mengalami hal serupa atau lebih besar porsinya namun telah benar-benar berdamai dan menganggap itu semua hanya sepintas kisah masa lalu yang cukup pantas ditertawakan.

Jadi ini kisah waktu aku kuliah dulu. Rasanya waktu itu aku sulit banget buat berkembang. Selalu ada perasaan takut disalah-salahin gitu, pokoknya insecure abis, selalu bergantung atas acceptance dari manusia yang bukan juga orang tua atau keluarga (please yang baca jangan kesel yak). Karena orang itu juga aku merasa gabisa berkembang di organisasi, aku selalu merasa seperti "dikucilkan" atau sejenis itulah. 

Ya aku juga ngerti sih itu juga karena aku milih jalan itu, karena ya waktu itu hal terbesar kayak based on dia gitu. Sialnya, aku terus aja terpaku dengan apa yang dia pilih dan seolah-olah semua berpihak pada dia gitu, misal waktunya rapat ada aja urusannya aku sama dia dan mau gamau harus mangkir dari rapat. Dan yaaa otomatis semua orang (yang aku rasain ya waktu itu) kayak cuek dan gapeduli sama aku. Aku juga merasa ga intens dan ga fokus di organisasi. Pokoknya aku super gemes deh tapi yaudah keadaannya kayak gabisa aku kendalikan. Sampai-sampai di rapat pernah aku bilang, kalo misal ada yang mau negur aku atau ngerasa gasuka sama aku, ya langsung aja bilang gaperlu bisik-bisik di belakang aku. Ya bisa dibilang ini adalah langkah yang udah aku lakukan untuk membuat keadaan sedikit membaik. Hubungan aku dengan teman-teman juga kerasa banget gap nya, sedih aku tuh kalo inget ini dulu-dulu. Jadi pesenku untuk sobat yang kebetulan baca artikel aku ini yang lebih pada curahan hati, aku sarankan buat jangan terlalu terjebak pada kehidupan seseorang yang mungkin aja kita sukai waktu itu. Kayaknya kalo sama dia hidup kita kayak sempurna gitu, percaya deh cuma sebentaran aja. Apalagi saat kuliah adalah masa dimana kita memperbanyak pertemanan dan pengalaman berorganisasi. Gimana ceritanya mau banyak pengalaman, tapi nongol aja jarang. Kita nya sendiri jadi "kagok" ceuk urang sunda mah.

Dan aku pernah sampai di titik dimana ga yakin sama kemampuan aku terutama dalam leadership di kehidupan aku pribadi yah, karena berasa aku mental korban yang ketumpuk ini dari jaman kuliah. Aku juga berterima kasih sama semuanya yang pernah aku lalui waktu itu, karena baik atau buruknya hanya Allah semata yang bisa mengukur, mungkin menurut aku waktu itu sangat menyakitkan, namun it's okey ketika sekarang sudah bener-bener move up dan tidak mempermasalahkan lagi hal itu. 

Aku juga bisa menuliskan hal ini bukan berarti mengungkit hal-hal yang sudah lalu, hanya sebagai pembelajaran terbesar dan kebetulan ada tema yang pas tentang hal apa yang pernah aku sesali dalam hidup. Yang membuat aku berubah juga karena ada sebuah surat dari kakak senior aku waktu itu dan menuliskan dengan terang-terangan keadaan aku pure hanya karena keadaan aku dengan organisasi, bahkan sampai beberapa tahun kemudian aku kembali menghubungi nya lalu sedikit membuka percakapan soal surat itu untuk betul-betul berterima kasih.
Dan bagi yang membaca ini ada sangkut pautnya, terutama untuk "dia" syukur kalo bisa membaca, mungkin aja ketularan menuliskan hal yang sama dari sudut berbeda? Alhamdulillah, dan untuk teman-teman atau orang-orang yang terlibat dalam satu organisasi denganku, semoga bisa sedikit menjadi penjelasan singkat mengapa waktu itu aku memilih sikap seperti itu. Yah pada akhirnya ada kelegaan yang sedikit bisa aku hembuskan, terima kasih bagi yang sudah membaca semoga mendapat kebaikan. Sangat dipersilahkan jika ada yang mau sharing story sedikit soal hal yang mengecewakan terdahulu namun sangat disyukuri saat ini. Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day2.