Ngomongin soal enterpreneur, bayangan saya langsung tertuju kepada kedua orang tua saya yang bekerja sebagai pedagang atau istilah kerennya "Enterpreneur". Dari kecil saya sudah terbiasa melihat orang tua saya berdagang dan menurut saya itu keren karena mereka bisa bekerja bebas tanpa tekanan dari atasan.
Malangnya, justru orang tua saya nggak suka kalau anaknya mengikuti jejaknya sebagai seorang enterpreneur dan menyarankan saya untuk bekerja sebagai seorang pekerja kantoran. 

Yeah, now here I am.
Bekerja sebagai pegawai kantoran yang hidupnya berkutat di depan komputer dari pagi sampai sore.
Tapi tak apa, menyenangkan orang tua itu perlu, jadi tak pelu disesalkan. Kalaupun hari ini saya masih berstatus sebagai pegawai kantoran, nggak tau juga kan 2 atau 3 tahun lagi saya bakalan seperti apa? Bisa jadi saya masih menjadi pegawai kantoran. Bisa juga saya sukses membuka usaha sendiri. Atau mungkin juga saya jadi mbak kantoran yang punya usaha sendiri. Semoga opsi kedua atau ketiga dapat terwujud. Mari kita "Amin" kan bersama sama wahai sodara sodara ku sekalian.


Pada tanggal 6 Maret 2018 kebetulan banget ada acara "From Blogger to Enterpreneur" yang digagas oleh Juara Community, saya nggak mau melewatkan begitu aja dong. Apalagi acara ini mempunyai narasumber blogger kondyang dan seorang pebisnis sukses yang sudah melanglang buana. 

Bertempat di AllStay Hotel, acara dimulai dengan makan malam bersama 50 blogger lainnya yang diundang ke acara ini. Selanjutnya, para undangan dipersilahkan memasuki ruangan yang telah disediakan untuk memulai acara inti. 

Yang menjadi pembicara pertama pada acara ini adalah Kak Agustina atau biasa saya panggil Kak Tina. Dia merupakan seorang blogger yang juga seorang penulis buku. Kak Tina bercerita mengenai pengalamannya dari seorang penulis buku yang kemudian merambah ke dunia blog. Ia juga bergabung dalam komunitas Blogger yang ada di Semarang yaitu Gandjel Rel. Dari sinilah Kak Tina mulai mengasah kemampuan menulis nya di blog sehingga menerima berbagai tawaran job untuk menulis di blog nya. Kalian bisa mengunjungi blog Kak Tina disini.


Kak Tina juga bergabung dengan Generasi Pesona Indonesia atau GenPI yang aktif menyebarkan soal pariwisata yang ada di Indonesia. Berkat kerja kerasnya, ia dipercaya menjadi pengelola Destinasi Digital pertama di Indonesia yang bernama Pasar Karetan di desa Segrumung, Meteseh, Kec. Meteseh, Kab. Kendal. Kak Tina bercerita bahwa dia dan teman-teman GenPi Jateng bekerja sama dalam mengelola Pasar Karetan. Selain itu mereka juga aktif mempromosikan serta mencari ide-ide yang segar tiap minggunya.


Lanjut ke pembicara kedua sekaligus pembicara utama pada acara ini yaitu Juliari Batubara. Mungkin banyak dari kita yang tahu bahwa beliau merupakan anggota DPR RI. Akan tetapi pada pertemuan kali ini kapasitas beliau bukanlah sebagai anggota DPR RI melainkan sebagai seorang pengusaha.

Sebagai seorang pengusaha sukses di Indonesia, beliau memberikan beberapa tips untuk menjadi enterpreneur.

Pertama, kalian harus punya ide apa nih untuk bikin suatu usaha. Karena tanpa adanya ide, kalian nggak bisa dong ambil langkah kedepan. So, pikirin mateng-mateng kalian mau mulai bisnis apa.

Kedua kalian harus berani memulai. Poin ini bener banget sih, soalnya kalo mau usaha dan nggak berani memulai yaa nggak jadi jadi dong. Kalo nggak sekarang mau kapan lagi?

Tips ketiga, harus berani rugi. Jadi pengusaha itu untuk memulainya nggak gampang, kalau kalian berani untung harus berani rugi juga. Karena dengan adanya rugi, kita bisa instrospeksi dan kemudian bangkit untuk belajar lebih baik.

Tips ke-empat yaitu harus memperluas koneksi. Memperbanyak pertemanan dan jaringan itu penting banget guys, karena siapa tahu mereka bisa membantu dan mempromosikan apa yang kita jual.

Tips ke-lima, jangan gaptek. Duh hari gini udah tahun 2018 masak masih gaptek. Pada era perkembangan teknologi yang sangat pesat ini, hampir semua orang sangat mengandalkan internet. Kita bisa menemukan klien maupun pembeli dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Sepanjang acara "From Blogger to Enterpreneur", berlangsung santai dan menyenangkan. Sesi tanya jawab dengan Bapak Jualiari Batubara juga berjalan lancar. Beliau sepertinya sudah sangat paham betul dengan dunia enterpreneur jadi cepet banget nanggepin pertanyaan dari peserta.

Saya bersyukur banget bisa hadir dalam acara ini, karena saya dapat memperoleh ilmu yang nantinya bisa saya aplikasikan untuk kedepannya. Semoga aja deh secepatnya saya bisa menjadi enterpreneur biar kayak mami papi saya dirumah. Heheheheh