Tanggal 16 Desember tahun lalu Alif dan adik kandung saya, Dafit, berulang tahun. Kebetulan banget papa saya sedang ada tugas dinas ke Malang dan pas tanggal 16 beliau mampir Sidoarjo sebelum balik ke Lombok keesokan harinya. Kami pun berencana makan malam bersama di resto all you can eat di Surabaya, BBQ Frenzy, sekalian jemput Papa dan Dafit di terminal Bungurasih.


Rencana aslinya itu kita mau makan di Cocari, resto all you can eat yang masih satu kepemilikan dengan Shabuki di Sidoarjo. Salah kita baru nelpon ke Cocari pas udah di Bungurasih dan ternyata pengunjungnya lagi ramai sampai waiting list di dua cabangnya.

Baca juga: Buka Puasa di Shabuki by Cocari Sidoarjo, Resto Jepang dengan Konsep Self Service

Sebenarnya saya punya plan B kalau Cocari penuh mau balik ke Sidoarjo aja terus makan di The Crabbys. Ternyata lalu lintas Sidoarjo-Surabaya maupun arah sebaliknya itu macet banget jadi mending lanjut ke Surabaya sekalian daripada terjebak macet dalam kondisi kelaparan. Saya pun buru-buru cek instagram Surabaya Kuliner dan menemukan BBQ Frenzy dengan konsep all you can eat juga yang pas banget sedang ada promo. Okelah capcus!

Baca juga: The Crabbys Sidoarjo, Sensasi Makan Seafood Tanpa Piring

Ternyata lokasi BBQ Frenzy yang berada di jalan Imam Bonjol No. 125 itu dekat banget dengan Cocari. Dekat juga dari hotel Singgasana yang kami inapi saat liburan akhir tahun kemarin. Lokasinya memang di tengah kota Surabaya banget.

Baca juga: Liburan Akhir Tahun di Hotel Singgasana Surabaya

Sempat-sempat degdegan takut penuh juga kayak Cocari, ternyata begitu sampai di BBQ Frenzy masih ada beberapa meja kosong. Dari luar bangunan BBQ Frenzy terlihat mungil tapi begitu masuk ke dalam ternyata lumayan lega.


Desain interiornya terlihat ceria dan instagenic, beda sama resto all you can eat kebanyakan yang agak terkesan kaku dan resmi. Antara meja satu dengan meja lainnya juga gak terlalu dempet-dempetan jadi gak terasa sumpek.

Paket all you can eat di BBQ Frenzy terbilang murah, mulai dari Rp 100 ribu aja sebelum pajak. Itu pun ada promo bayar 2 paket dapat 3 paket all you can eat. Promonya berlaku terus kayaknya, jatuhnya jadi murah banget ya? Untuk anak-anak per paketnya dikenakan kalau gak salah Rp 80 ribuan *lupa*. Harga paket menu di BBQ Frenzy bisa dilihat di gambar berikut.



Kali itu kami memilih paket Rp 150 ribu tambah pajak jadi Rp 170 ribu karena jenis dagingnya lebih banyak. Sistem all you can eat di BBQ Frenzy bukan yang sistem self service semua ambil sendiri melainkan staf akan mengeluarkan semua menu yang tersedia ke meja kita. Menunya macam-macam ada aneka daging sapi dan ayam yang dibumbuin beraneka rupa, dimsum, sampai cemilan, sayangnya gak ada menu seafood deh seingat saya. Tiap menu diletakkan di wadah plastik yang bisa ditumpuk itu.


Untuk menu suki, kita boleh pilih kuah ayam, tomyam, sama apa lagi gitu saya lupa. Nanti kuahnya boleh minta diganti lagi kalau udah selesai dengan kuah pilihan sebelumnya. Kalau ada menu yang kurang kita suka bisa minta dikembalikan. Kalau mau tambah menu yang sama kita harus memanggil staf untuk mengambilkan. Selain itu ada juga menu-menu korea-korean yang sudah matang yang baru dihidangkan kalau kita order ke staf.

Nasi, pasta, beberapa gorengan, sayur, dan minuman bisa diambil sendiri. Variasi minumnya gak begitu banyak, cuma air putih, es campur, jus apel, sama es jeruk kalau gak salah ingat *maafkan udah jompo, banyak lupanya, haha* Tersedia juga aneka pilihan saus untuk menemani menu kita yang bisa diambil sendiri. Jenis sausnya super duper banyak sampai kita bingung.


Selain sistem pelayanannya yang unik, wadah untuk memanggang dagingnya juga beda dari resto bebakaran lainnya karena di BBQ Frenzy ini manggang dagingnya pakai wajan kayak teflon gitu.


Emang dasar kita kan baru pertama ke sana dan gak research lebih jauh, jadi ya kita masak daging kayak biasanya aja. Begitu saya buka instagramnya, ternyata masaknya itu bisa divariasikan jadi aneka menu masakan seperti dicampur pasta, nasi goreng, bimbimpap, dan lain sebagainya. Ya maklum aza, kemampuan masak saya juga segitu-gitu aja jadi kagak kreatif, haha.

Meskipun varian menunya lumayan banyak, tapi sistem pelayanan yang langsung dikeluarin semua gini bikin kita cepet eneg tapi gak puas. Kenapa? Karena penasaran pengen coba semua tapi paling yang cocok di lidah cuma beberapa. Buat kita yang masak dagingnya gitu-gitu aja, cuma cocok sama varian slice beef yang polosan aja bukan dicampur bumbu macem-macem karena bumbunya buat lidah kita terlalu asin. Mungkin emang cocoknya dicampur karbo dan bahan lain, gak dimakan polosan gitu aja, untuk menetralisir asinnya itu. Beberapa saus yang saya coba juga gak ada yang masuk di lidah.


Untungnya kuah sukinya enak banget, jadi gak zonk-zonk amat. Menu kekorea-koreaan yang kita order juga lumayan.

Tips kalau mau ke BBQ Frenzy, research dulu dan cari tau saus yang enak serta cara mengolah makanan favorit pengunjung. Terus pesen paket yang Rp 100 ribuan aja (Rp 130 ribu plus pajak) karena meskipun varian dagingnya lebih sedikit bisa diakalin pakai aneka saus yang tersedia. Sama ajaaa.

Ohya, setelah saya cari tau lagi nih ternyata dulunya BBQ Frenzy ini memang all you can eat dengan menu pasta-pastaan bukan ala Korean atau Japanese Barbeque gitu. Selain itu dulu mereka menyediakan pork juga tapi sekarang udah ganti konsep jadi no pork. Nah yang jadi pertanyaaan apakah alat masak yang digunakan sama dengan waktu masih menyediakan pork?

Buat yang ragu dan selektif dalam memilih tempat makan, mungkin bisa jadi bahan pertimbangan ya. Silakan disesuaikan dengan prinsip dan value masing-masing :)