Ketika aku merenung, dan diam melihat satu tahun kebelakang.
Aku yang sedang menanti subuh tiba, hari itu tiba, hari umat muslim meraih kemenangan ..
Malam itu begitu sunyi, nyaris tanpa suara
Semua terlalu larut akan memori
Memori yang sampai saat ini masih dan terus akan tersimpan rapih.
Memori satu tahun lalu, tepatnya di bulan ramadhan juga
"Besok jadi lebaran ya a ?", tanyaku pada aa (kaka lelaki ku)
"Belum tentu tergantung sidang", jawabnya.
Lantas kami pun sama sama diam, dan tak lama kemudian telah diumumkan bahwa esok adalah lebaran.
"Tuh beneran jadi lebarannya besok", ujar aa.
Seakan kita tidak bahagia menyambut kemenangan esok, tidak terbawa euforia lebaran esok, seakan esok adalah hari yang biasa, biasa yang kita lalui. Tidak nampak keceriaan menyambut malam takbiran pada umumnya..
Angin pun seakan lenyap, menambah hening kesunyian di rumah ini, kecuali suara si kecil Fachri, ponakan ku satu satunya ..
Tidak satupun yang menampakan kebahagiaan lebaran besok, seolah besok memang tidak terjadi apa apa, atau bukan hari yang begitu spesial..
Sempat terlintas beberapa memori ditengah kediaman ku,kegiatan rutin saat lebaran tiba, solat Ied bersama, kemudian melakukan tradisi sungkeman seperti biasa, dan .. pergi menengok orang orang terdahulu alias nyekar.

Akhirnya pun terjebak dalam memori
Rupanya ramadhan kemarin terakhir menerima wejangan wejangan mu
Sulit disangka, yang biasanya ayah menengok mereka, rupanya besok giliran ayah yang ditengok :')

Larut dalam memori bukan berati belum bisa bangkit
Aku hanya mengenang yang memang pantas untuk dikenang
Karena selamanya otak tidak akan sanggup menghapus ingatan
-sekian