Apa sih hal pertama yang terlintas ketika mendengar kata lebam atau memar?

Kalau yang terlintas di pikiran saya, luka di dalam kulit berwarna kebiruan yang diakibatkan oleh benturan. Tapi tau gak sih kalau gak selamanya lebam itu karena terjadinya benturan?

Pengertian lebam atau memar sendiri adalah kondisi di mana ada penumpukan darah tidak normal di luar pembuluh darah yang terjadi karena adanya kerusakan di dinding pembuluh darah sehingga darah yang bocor mengalir ke jaringan yang tidak semestinya. Nah, meskipun kebanyakan penyebab lebam adalah karena benturan, namun ada juga kejadian yang membuat pembuluh darah rusak dan mengakibatkan lebam meskipun tidak ada benturan, salah satunya adalah karena pemasangan infus. Dan inilah pengalaman saya mengatasi lebam di tangan Alif saat harus dipasang alat infus saat terkena diare dan muntah.

Sebenarnya menginap di rumah sakit tak semenyeramkan yang kami bayangkan, justru hati lebih tenang karena Alif bisa mendapatkan penanganan yang tepat dari ahlinya. Kondisi Alif juga semakin membaik setelah selang infus terpasang di tangan mungilnya. Namun di situlah letak kengerian dari pengalaman anak di rawat inap.

Rasa tak tega melihatnya meronta saat jarum ditusuk ke tubuhnya. Gak cuma sekali tapi berkali-kali karena perawat kesulitan menemukan pembuluh darahnya. Belum lagi drama jarum bengkok sampai tangan Alif bengkak karena dia melawan saat infus dipasang. Dan bolak balik masuk ruang tindakan karena infus lepas dan harus dipasang ulang. Drama pasang infus pun berakhir saat kami akhirnya menandatangani surat pernyataan menolak pemasangan infus karena berapa kali pun dipasang bahkan sudah diberi papan agar tak mudah lepas, namanya anak-anak sulit untuk kooperatif kan kalau ada sesuatu yang gak nyaman pada tubuhnya. Sebagai gantinya Alif harus minum obat dan makan dengan teratur selama dirawat.


Setelah infus dilepas, muncul bengkak dan lebam kebiruan di tangan Alif, suhu badan Alif juga naik. Kemungkinan karena selang infus yang gak tepat saat dipasang sehingga menghambat aliran darah. Orang dewasa aja kalau pasang infus rasanya tangan jadi linu apalagi anak-anak dengan kasus beberapa kali infus meleset gini kan?

Perawat pun memberi saran untuk mengoleskan salep lebam di tangan Alif, dan alhamdulillah dalam semalam bengkak serta lebam di tangan Alif mulai reda.

Ada banyak produk salep lebam yang dijual di luaran sana, namun saat ini yang sudah  bersertifikasi halal adalah Thromboflash karena heparin yang merupakan komposisi utama salep lebam berasal dari Bovine alias ekstrak mucosa sapi.


Apa sih heparin itu?

Heparin adalah anti koagulan atau pengencer darah yang berfungsi mencegah pembentukan gumpalan darah dan membantu memecahkan pembekuan darah yang telah terbentuk. Sumber heparin sendiri berasal dari ekstrak mucosa hewan. Nah, ekstrak mucosanya bisa berupa porcine yang merupakan mucosa babi atau bovine yang berasal dari mucosa sapi. Karena Thromboflash berasal dari mucosa sapi jadi sudah bersertifikasi HALAL sehingga aman dan nyaman digunakan. Para orang tua yang concern pada produk halal tentu gak perlu waswas saat menggunakannya karena Thromboflash terbukti melindungi konsumen. Gak cuma sudah bersertifikasi halal, Thromboflash juga sudah mengantongi ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia.



Terus gimana sih cara kerja Thromboflash dalam mengatasi lebam?

Thromboflash yang bahan aktifnya HEPARIN SODIUM 200 IU ini menyerap ke dalam kulit kemudian menghambat protein yang berperan dalam proses pembekuan darah sehingga lebam yang sejatinya terjadi karena adanya penumpukan darah di luar pembuluh berangsur sembuh karena aliran darah menjadi lancar.

Selain lebam yang muncul karena pemasangan infus, bisa juga menggunakan Thromboflash untuk luka dalam/memar/lebam yang diakibatkan oleh benturan benda tumpul. Nah, oleh karena itu Thromboflash wajib ada di kotak P3K rumah terutama untuk para orang tua yang punya anak-anak yang lagi aktif bereksplorasi. Tapi perlu diingat, aplikasikan Thromboflash saat lebam atau memar muncul, bukan saat baru terbentur karena fungsi Thromboflash untuk mengurangi lebam bukan mencegah terjadinya lebam.

Tata cara penggunaan Thromboflash sendiri adalah dengan cara dioleskan tipis pada kulit yang lebam 2 sampai 3 kali sehari. Atau dapat juga dioleskan pada selembar kain kasa lalu ditempelkan pada bagian yang sakit. Jangan digosok atau diurut pada selaput lendir atau jaringan luka yang terbuka.

Jangka waktu penyembuhan lebam bisa berbeda pada tiap orang tergantung dari seberapa parah benturan terjadi dan di mana luka berada. Dipantau aja terus perkembangan lebamnya, jika ada perubahan warna dan mulai memudar berarti heparin sodium gelnya bekerja dengan baik.

Ohya, gak cuma untuk anak seumuran Alif, mertua saya yang rutin cuci darah juga mengandalkan salep ini untuk menyembuhkan lebam karena suntikan saat cuci darah. Sekarang sudah gak takut lebam lagi karena ada Thromboflash si sahabat keluarga yang bisa digunakan untuk semua usia.

Teman-teman pernah punya pengalaman dengan lebam juga gak?