Siapa yang ga kenal sebuah film serial Keluarga Cemara yang sangat terkenal di era 90 an ini di mana Film Keluarga Cemara adalah salah satu film serial yang jadi tontonan wajib ketika saya waktu masih kecil. Ya, saat itu memang untuk pilihan acara di TV memang nggak banyak yang bagus dan berkwalitas seperti sinetron yang sekarang ini. Tapi ini adalah sebuah tontonan yang sangat bagus dan mendidik tidak kacangan. Sebelum kemunculan RCTI dan SCTV, serial televisi lainnya adalah serial Oshin di TVRI.

KELUARGA CEMARA

Yang teringat akan kesederhanaan keluarga ini saat tayang sebagai serial televisi adalah miisalnya saja saat Abah yang tukang becak (tapi Abah tu aslinya sih pengusaha sukses di Jakarta) sebab saat Abah ketemu bule tersesat di pinggir jalan dan sama Abah dikasih tahu arah jalan, mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris yang fasih, atau saat Cemara ngasih Pipin uget-uget atau jentik-jentik untuk makanan ikan di akuariumnya, tapi ditolak karena Pipin menganggap makanan ikan terbaik itu adalah pelet ikan sehingga jentik-jentik pakan ikan yang sudah dikumpulkan dibuang ke kolam.

Adalagi momen sedih? Diman saat sosok Euis yang seorang siswi SMP di sekolah terkenal diJakarta harus menyesuaikan diri dengan teman- teman dan lingkungan sekolah yang baru dan harus rela berjualan opak disekolahnya namun semangat berjualan opak Euis juga menabung uang jualan opak karena Euis ingin mengajak adiknya ke pasar malam naik bianglala. Tetapi begitu uang terkumpul dan siap berangkat, uang tersebut malah jatuh di jalan dan oleh si penemu juga saat Euis sedang haid pertama kali dan jadi ejekan teman-teman di sekolahnya.

Dan, kisah menyentuh dari serial televisi Keluarga Cemara itu telah diadaptasi ke layar lebar. Beberapa artis pendukung di antaranya adalah Ringgo Agus Rahman yang kemudian berperan sebagai Abah. Nirina Zubir, aktris peraih Piala Citra ini dipercaya memerankan tokoh emak. Sedangkan Euis diperankan oleh Zara JKT48. Dan ada Winduri Putri si pemeran Ara si Cemara adalah anak kandungnya Dwi Sasono dan Widi B-Three. Pantas ya aktingnya bagus. Bakat seninya nurun langsung dari orang tuanya.

Ceritanya pasti udah ketebaklah ya. Udah banyak juga yang review film ini. Intinya, serial televisi Keluarga Cemara versi layar lebar ini dibuat kekinian. Pasca bangkrut, Abah gak lantas narik becak tapi jadi driver online. Opak yang dijual Euis juga bentuknya agak kekinian, nggak gede kayak versi serialnya.

Keluarga Cemara bukan film yang sempurna. Kisah (baca: konflik) nya juga dibuat sangat sederhana. Tapi di situlah letak istimewanya film ini. Dimana Hubungan antara orang tua (terutama ayah dan anak) yang paling menyita perhatian saya. Banyak adegan yang membuat berlinang air mata membasahi pipi penonton.

Film ini juga di dukung oleh tokoh-tokoh yang menjadi sahabat Euis juga menjadi warna di film ini. Diantara jajaran pemain pendukung, standing applause saya berikan kepada tante Asri Welas si pemeran LOAN WOMAN. Hi DC dan Marvels, kalian mesti minder sama jagoan kampung ala Indonesia. Selamat menonton.