Hai mom. Menghadapi anak membutuhkan kesabaran ekstra. Tipikal anak antara satu dengan yang lain berbeda. Ada yang kalem, periang, bahkan ada yang bandel. 

Rata-rata semua anak memiliki sikap bandel loh, mom. Jadi jangan langsung panik atau menangis, apalagi melakukan kekerasan dalam menghadapinya. Setiap masalah ada penyelesaiannya, begitu pula ketika menghadapi anak bandel. 

Menurut Mulianti Widanarti, S.PSi dalam bukunya berjudul Good Mom. Inilah 5 hal yang mesti dilakukan oleh Mom ketika menghadapi anak bandel. 

1. Introspeksi Diri




Jangan fokus terhadap kesalahan anak. Mom mesti bertanya pada diri sendiri. Apa ada yang salah ketika mendidik anak? Pertanyaan ini dirasa penting agar mom bisa introspeksi diri.

Apakah tindakan mom sudah baik? Apakah mom sudah memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anak? Kurangnya perhatian orangtua kepada anak, menyebabkan anak menjadi bandel. Terkadang mom lupa memberikan perhatian dan kasih sayang karena sibuk bekerja, menonton televisi, menggunakan media sosial atau sibuk berkumpul dengan teman. Hal ini kesalahan yang membuat anak menjadi hilang kendali atau mencari perhatian dari orangtua.

Jika sebelumnya mom sibuk dengan urusan sendiri. Mulai sekarang cobalah membagi waktu kapan mom harus fokus pada pekerjaan dan kapan waktu mom bersama anak. 

2. Kondisi Psikologis Anak




Salah satu anak rewel atau bandel adalah karena kondisi psikologis anak yang memungkinkan untuk itu. Biasanya anak bandel atau rewel karena mencari perhatian tatkala dia mengantuk, lapar maupun lelah. 
Jangan memarahi ketika anak lelah, lapar atau mengantuk. Penuhi kebutuhannya untuk mengurangi kerewelan dan sikap bandel anak. 

3. Jangan Terlalu Memanjakannya



Orangtua mana yang tidak sayang sama anak? Jawabannya hampir kebanyakan orangtua selalu ingin memberikan bentuk kasih sayang dan perhatian kepada anak. Hanya saja, banyak orangtua yang salah mengartikan tentang hal ini, salah satunya dengan memberikan apapun yang diinginkan anak. 
Jika mom selalu memanjakan anak, jangan salah jika anak akan bandel bahkan melawan ketika keinginannya tidak terpenuhi. 

4. Bagaimana Mom menasihati Anak?



Jika Mom menasihati kurang baik dan dilebih-lebihkan akhirnya anak malah tidak menurut. 

Cobalah tidak menggunakan intonasi tinggi dan sikap tubuh yang membuat anak semakin terpojok, seperti menunjuk wajah.

Anak akan kaku dan dingin ketika dinasihati. Cairkan suasana dengan memberikan humor. Posisikan diri sebagai teman, sehingga anak akan merasa nyaman dan cenderung lebih terbuka.

Upayakan posisi tubuh sejajar dengan tubuh anak atau lebih rendah misal duduk dan berjongkok. Selain itu mom dapat memosisikan anak di sebelah kanan dengan merangkulnya karena secara psikologis hanya orang-orang terdekat yang selalu memberikan sentuhan kecil pada pundak kanannya. Sehingga otomatis alam bawah sadarnya (otak kanannya) akan merekam semua nasihat yang telah diberikan.

Hindari nasihat menggurui dan sampaikan dengan penuh kasih sayang. Sebaiknya jangan menasihati ketika sedang marah karena pada saat itu mom tidak bisa mengontrol emosi. Usahakan menasihati anak ketika mom dalam kondisi tenang. 

5. Jangan Melabeli Anak dengan Sebutan Bandel



Sebandel-bandelnya anak, usahakan jangan melabeli anak dengan sebutan bandel. Banyak mom yang dengan gampang melabeli anak sendiri dengan sebutan bandel. Sebutan bandel atau nakal tidak akan menjadikan anak menjadi lebih baik dan tidak bandel lagi. Kalimat itu justru akan membuat anak akan menjadi lebih bandel lagi. Kata-kata tersebut akan memberikan pikiran negatif kepada anak bahwa mereka memang bandel dan nakal, sehingga jiwa pemberontaknya akan semakin besar. 

Ada ungkapan bahwa ucapan adalah do'a. Berhati-hatilah berucap ya mom.(*)