Minggu lalu teman saya yang satu komunitas di Blogger Joerangan Artikel dan domisili di Yogyakarta, meluncurkan buku ke dua nya di Bandung. Saya dan teman-teman lainnya datang menghadiri acara tersebut di Gramedia Merdeka Bandung. Acaranya cukup seru dan menyenangkan, karena buku yang di launching sangat bagus dan ‘saya banget’. Selain itu acara tersebut bertaburan door prize dan pemeriksaan kesehatan gratis dari Rumah Sakit Hermina Arcamanik.

Buku ke dua dari mbak Betty ini berjudul,”Great Mom, Strong Son”. Kali ini mbak Betty berkolaborasi dengan teman sesama penulis yaitu mbak Jessica Valentina. Ke dua super mom ini memiliki anak laki-laki yang luar biasa. Mbak Betty memiliki dua orang anak laki-laki, sedangkan mbak Jessica memiliki tiga orang anak laki-laki. Dimana dalam waktu dekat ini anak ketiganya akan lahir. Kita ulas bersama yuk buku terbaru dari mbak Betty ini.

Launching Buku “Great Mom, Strong Son”

great mom, strong son

Mbak Betty meluncurkan buku ke dua nya pada Sabtu, 22 Desember 2018 lalu, yang bertempat di Gramedia Merdeka Bandung. Acara ini dimulai pada pukul 13.00 – 15.30 WIB, karena kondisi jalan Bandung yang sedang macet jadi acara sedikit terlambat mulainya.

Pada saat acara akan dimulai, mbak Betty menyanyikan sebuah lagu berjudul “Bunda”. Suaranya yang merdu membuat air mata saya mengalir. Bertepatan juga dengan Hari Ibu, mbak Betty menyanyikan sebuah lagu yang pas untuk dijadikan pembukaan.

Selama acara, panitia membagikan snack kentang dari Rumah Kaca Food, yaitu Van Landa. Jadi selama acara pendatang bisa mengikuti acara sambil makan snack yang dibagikan. Selain itu, banyak juga hadiah-hadiah yang dibagikan untuk setiap orang yang bertanya dan berbagi cerita tentang pengalaman mengurus anak.

Di acara penutupan, ada door prize yang cukup besar dan hanya bisa diberikan untuk dua orang peserta. Challenge-nya setiap peserta yang berani maju ke depan, harus bercerita tentang apa yang disiapkan untuk anak-anak dimasa mendatang.

Review Singkat “Great Mom, Strong Son”

great mom, strong son

Buku ini sangat cocok untuk orang tua yang memiliki anak laki-laki yang masih bayi sampai remaja. Dimana buku ini juga menjelaskan bahwa kenapa anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan. Bagimana cara mendidik dan mengasuh anak laki-laki dengan tepat, supaya menjadi pribadi yang kuat, berintegritas, dan menjadi pemimpin idaman untuk keluarganya kelak.

Menurut mbak Betty, anak laki-laki itu kalau diberitahu dengan kata “Jangan” itu berarti “iya atau boleh dilakukan”. Karena saat kita bilang “jangan naik, tangga itu bahaya buat kamu.”, tapi anak laki-laki akan menaiki tangga itu untuk tau kenapa tidak boleh, memang apa yang akan terjadi jika saya menaiki tangga itu.

Dibuku ini juga akan dijelaskan karakter dan sifat dasar anak laki-laki, dan cara mereka berpikir. Disini juga akan menemukan cara yang tepat untuk mendisiplinkan anak laki-laki, membuat seorang ibu juga menjadi semangat, dan tidak lagi merasa bahwa saya mengalami semua ini sendirian.

Ada bagian yang sangat saya sukai, yaitu

“Ingatlah bahwa kita tiak mempunyai deadline untuk melakukan semua pekerjaan rumah tangga dengan sempurna, apalagi jika masih memiliki anak kecil. Hiburlah diri sendiri dengan mengatakan bahwa “Good is the new perfect”. Setiap ibu yang baik memiliki lantai yang kotor dan lengket, namun dihibur dengan tawa riang dari anak-anaknya.” Halaman 122.

Testiomonial

great mom, strong son

Saya memiliki dua orang anak laki-laki dan jarak umur mereka cukup dekat, yaitu 20 bulan bedanya. Di rumah selalu banyak mainan yang berserakan, remah-remah biskuit yang berjatuhan, padahal saya baru selesai membersihkan rumah. Mereka yang sering lari-lari, teriak-teriak, ada juga masa mereka akur bermain bersama dan berantem.

Tapi setelah membaca buku ini, saya mendapatkan wawasan baru untuk menghadapi anak laki-laki. Ternyata saya tidak sendirian menghadapi uniknya karakter mereka dan perjuangan mengasuh dengan tepat sampai mereka besar nanti.

Ada pun pola asuh yang harus saya ubah, seperti hal mendisiplinkan anak-anak. Terkadang secara tidak sadar, saya mengancam mereka dengan kata-kata negative. Contohnya, “kalian kalau tidak nurut, akan mami tinggal.” Setelah membaca buku “Great Mom, Strong Son”, saya belajar bahwa ancaman seperti itu hanya akan membuat mereka merasa takut. Mereka tidak dapat mengerti apa tujuan kita berkata seperti itu.

Pokoknya kalian yang mempunyai anak laki-laki, wajib banget baca buku ini. Karena kalian akan mengerti lebih lagi memahami anak laki-laki Anda.