Perselingkuhan memang hal yang tidak bisa dibenarkan. Namun, baik laki-laki maupun perempuan yang melakukan perselingkuhan selalu memiliki alasan. Pada pria umumnya perselingkuhan terjadi karena dorongan hawa nafsu (sex) tapi sedikit berbeda dengan perempuan. 
1. Perempuan berselingkuh dari pasangannya biasanya dipengaruhi oleh ketidakpuasaan yang mencakup lahir maupun batin (bukan sex). Pemicunya antara lain ekonomi, suami yang dirasa tidak mau atau tidak mampu mengerti kemauan istri sehingga istri merasa bahwa suami tidak bisa bertanggung jawab. Dan pada akhirnya, tibalah saat wanita merasa sendirian dalam menjalani biduk rumah tangga hingga pada suatu ketika istri menemukan pria lain dalam hidupnya. Yang mampu memuaskan batinnya dan mampu mengerti. 

2. Suami dirasa tak pantas lagi mendapat cinta istri. Suami berperangai kasar, tidak bertanggung jawab dalam sandang, pangan maupun papan, lama kelamaan membuat istri jenuh dan merasa bahwa ia harus melakukan sesuatu hal yang bisa membuatnya bahagia. Jika bercerai bukan solusi karena menyangkut banyak pihak, maka selingkuhlah solusinya.


3. Stress yang berkepanjangan dan tidak ada penyelesaiannya, membuat wanita semakin rentan. Ia menginginkan perhatian, kasih sayang, namun suami tidak memberikannya karena ia merasa istrinya baik-baik saja. Di titik inilah ketika seorang teman laki-laki memberi perhatian, maka wanita akan luluh dan lama kelamaan akan merasa nyaman dengan pria yang bukan suaminya. 
Untuk seorang wanita, kenyamanan, kasih sayang serta perhatian dari suami adalah hal yang sangat dibutuhkan. Sekecil apapun perhatiannya, entah itu mengingatkan makan, jaga kesehatan, atau bertanya apakah kamu baik-baik saja? Hal itu akan membuat wanita merasa dicintai, dibutuhkan dan membuatnya merasa kuat menghadapi segala problem rumah tangga. (*)