Delapan bulan. Dibilang sebentar kok lama, dibilang lama, eh bisa selesai juga. Selama itulah waktu yang dibutuhkan untuk menggarap buku antologi ini. Sesuai namanya, buku kroyokan ini melibatkan sembilan belas penulis.

Para perempuan yang berjumpa di group whatsapp ini memutuskan untuk menuliskan cerita mereka dalam buku yang pada akhirnya disampul merah jambu. Seolah menjadi simbol, bahwa isi di dalamnya memang betul mewakili makhluk dari planet Venus.

Para makhluk Mars boleh membacanya?

Tentu saja. Karena perempuan ingin dimengerti. Mungkin setelah menyimak dan menghayati buku ini, akan muncul amalan-amalan yang membuat perempuan sendu mendayu penuh haru. Lantas lebih mencintaimu, Hai para lelaki!

Tiga kategori di dalamnya mewakili peran perempuan hidup di dunia. Bisa dibilang fase, bisa juga dikatakan sebagai pilihan. Woman, Wife, Mom. Perempuan bisa berdiri sendiri sebagai seorang individu. Bisa juga memainkan peran sebagai seorang istri. Pun bisa berpredikat seorang ibu. Itulah pilihan jalan hidup, yang bisa dilakoni.


Ketika ditanya apa yang menjadi motiviasi dibalik buku ini, mereka kompak menjawab, bahwa berbagi bahagia lebih menyenangkan daripada berbagi kisah lara. Menjadi perempuan sudah cukup repot bin ribet. Biarlah buku yang "biasa saja" ini menjadi cara sederhana untuk berbagi bahagia.

Karena bahagia itu (JUGA) pilihan.

Sebelum perempuan berjuang membuat keluarganya bahagia, perempuan harus memahami terlebih dahulu bagaimana cara membuat dirinya bahagia dengan cara masing-masing. Bahagia tidak sekedar terucap lewat kata, namun hati yang akan selalu menjawabnya. Melalui syukur dan ikhlas.

Sembilan belas resep bahagia di buku ini berangkat dari hal sederhana. Kondisi terpisah jauh dari keluarga, hobi menulis blog, hobi berkebun atau sekedar menghabiskan waktu bersama dengan keluarga. Semua dekat dengan aktivitas kita sebagai perempuan, istri dan seorang ibu. (dikutip dari halaman Kata Pengantar)
Seremonial launching buku. Bertepatan dengan Hari Ibu, 22 Desember 2018 di Perpustakaan Ganesa.

Teruntuk delapan belas perempuan luar biasa lainnya, yang menyempatkan waktunya, juga yang telah memberi sumbangsih pikiran, dana, raga dan upaya. Terima kasih untuk kebersamaan yang terjalin karena lancarnya kuota internet yang kita punya. Group whatsapp yang terkadang ramai hanya untuk menuliskan baper-baper di dada. Juga pertemuan-pertemuan makan siang sembari memotong daging steak ukuran besar yang berakhir dengan foto-foto narsis khas anak abg macam kita.

Tunai sudah tugas kita untuk melahirkan buku ini dan memperkenalkan pada dunia. Biarlah drama yang kita lalui menjadi bagian dari cerita yang tersirat dan hanya kita bersembilan belas yang tahu endingnya. Setiap rasa yang mungkin tertahan bisa jadi ujian, sekaligus  menjadi pengingat. Bahwa kita pernah berkumpul dan bersua untuk melahirkan rasa bahagia.

Dan inilah Resep Bahagia ala Perempuan Zaman Now.

Karena perempuan harus bahagia, kan?



Mbak Rahayu Purwa dari SPEKHAM (Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasai Manusia) yang menjadi narasumber Talkshow 1000 Reasons to Be Happy melengkapi acara launching buku

Let's be friends!


Instagram | Facebook | Twitter

See you on the next blogpost.





Thank you,