"Jadi wanita itu gak boleh cengeng. Harus kuat menjalani kehidupan. Apalagi hidup di jaman modern seperti sekarang. Tugas wanita makin banyak. Bukan hanya soal kasur, dapur dan sumur. Tapi juga harus bersosialisasi, bekerja dan meraih mimpi," kata wanita kelahiran Karawang lebih dari 30 tahun lalu itu sambil menyesap teh melati di depannya. 


Namanya adalah Eissac A. Iskandar. Dari kecil ditempa kehidupan yang berat tak lantas membuatnya berputus asa. Ia terus belajar dan belajar di sela-sela aktifitasnya yang padat. 

Pekerjaan sebagai karyawan pabrik sekaligus istri dan ibu bagi dua anak-anaknya, tak menyurutkan keinginan untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Salah satunya, untuk jadi penulis. "Saya ingin jadi penulis. Ingin buku-buku yang ditulis menjadi best seller dan difilmkan. Saya percaya pada mimpi. Karena mimpi itu sudah saya genggam. Saya hanya perlu memegangnya erat, kemudian memasukkannya ke hati dan pikiran saya.

Ibu muda penyuka buku Harry Potter ini memang memiliki minat membaca sejak masih kecil. Tak ada buku yang dibaca, maka majalah, koran, bahkan tts pun tak luput darinya."Membaca tak harus dari apa yang ditulis manusia. Apa yang ditulis oleh Tuhan pun bisa dibaca. Mengamati alam dan orang-orang sekitar adalah metode membaca yang tak kalah asik," jawabnya lagi pada saat ditanya 'bagaima jika kehabisan buku bacaan?'


"Saat ini saya sudah menerbitkan buku bersama kedua orang kawan yang saya kenal lewat sosial media. Dari sanalah saya yakin, ketika manusia memiliki mimpi, berdoa, berusaha serta meyakininya, maka Tuhan akan membuka jalan. Tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Manusia saja bisa sampai di bulan. Jadi bukan mustahil suatu ketika buku-buku saya akan menghiasi rak-rak buku para pecinta literasi. (*)