Pasang surut dalam dunia pertemanan memang hal yang wajar. Pekerjaan yang menumpuk, kesibukan rumah tangga, atau kelelahan, menjadi beberapa alasan untuk 'me time' sehingga komunikasi dengan sahabat pun berkurang intensitasnya. 

Namun, jika alasan untuk tidak berkomunikasi dengan teman lantaran ada kata-kata yang menyinggung, bukankah itu kurang baik? Nah, sebelum kejadian hal seperti itu, lebih baik hindari hal-hal berikut ini :


1. Kapan nikah? Umurmu sudah cukup loh. Sepantaranmu sudah punya anak, masak kamu belum sih?

Well, pertanyaan ini kerap menjadi momok dan jurang pemisah dalam pertemanan. Sebagai teman yang baik, alangkah baiknya tidak menyinggung hal pribadi yang cukup sensitif. Selain itu, pertanyaan ini memiliki banyak arti. Apakah murni sebuah pertanyaan atau sekadar ingin menjadikan bahan olokan?

2. Kapan punya anak? Masak sih nikah sudah lebih dari setahun belum punya anak? Si anu loh, nikah 5 bulan sudah hamil 3 bulan.

Anak adalah dambaan hampir semua wanita di dunia ini. Jangankan yang sudah menikah, yang belum pun mereka sangat ingin memiliki bayi ketika melihat foto-foto lucu di media sosial. Manusia bisa berkeinginan, tapi kalau Tuhan belum memberi kepercayaan, manusia bisa apa?

3. Anak kamu kok kurus? Gak dikasih makan ya? Kok penampilannya lusuh? Gak kamu urus ya? 

Repot deh ya kalau punya teman begini? Anak kurus atau gemuk bukan hanya soal dikasih makan apa enggak, ya. Tapi bisa karena genetik dan memang  tipe tubuhnya memiliki metabolisme yang bagus atau malah terlalu lancar, jadilah apapun yang ia makan, akan susah menjadi lemak. Selain itu, namanya juga anak-anak yah. Sudah mandi, wangi, pakaian lucu dan yang terbaru, ditinggal lima menit beresin dapur pas ditengok, e si buah hati udah gak karuan lagi penampilannya.


4. Sejak menikah kamu jadi kusut, ya?! Apa suamimu menjadikanmu pembantu?!

Pertanyaan ini mungkin terlihat sepele. Namun, memiliki banyak makna loh. Diantaranya, bertanya karena simpati atau ejekan? Tapi tahukah Ladies? Dunia pernikahan dan single itu jauh berbeda. Terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. Jangankan pakai alis, jika sudah memiliki anak, makan saja hampir tidak punya waktu.

Kebutuhan bahan pokok, sandang dan papan yang makin hari makan mahal, membuat para ibu rumah tangga kesulitan mengatur uang belanja yang segitu-segitu saja. Itu seababnya, mereka lebih memilih penampilan yang sederhana asal dapur ngebul daripada yang trendy dan modis seperti para single.

Belum lagi jika pertanyaan ini terdengar suami sahabat, bisa dibayangin kan gimana perasaannya? Padahal dia sudah berusaha sebaik mungkin untuk membahagiakan istrinya. (*)