Akhir-akhir ini sepertinya hubungan antara K-popers dan emak-emak sedang memanas ya 😀Saya sendiri yang merupakan emak-emak sekaligus Kpopers sebenarnya cukup mengerti kenapa kedua hubungan mereka bisa memanas. Saya awalnya mulai suka Korea karena boyband yang sekarang ini sudah mulai uzur, yaitu Super Junior. Dan itu sekitar tahun 2006 atau 2007 gitu. Iyeess, saya Kpopers zaman jebot 😀

Awalnya, saya suka banget sama boyband Korea karena penampilan menari mereka terlihat dari hasil latihan yang keras. Alias bagus dan sinkron banget! Terus lama-lama akhirnya tau kalau jadi artis di Korea ternyata nggak gampang. Mereka harus jadi trainee dulu sampai bertahun-tahun buat jadi artis. Bahkan ada yang trainee 8-10 tahun sebelum jadi artis! Dari situ akhirnya saya makin tertarik sama Korea karena kerja keras mereka.

Karena buat saya pribadi, pekerja keras selalu menjadi poin plus plus plus.

Kemudian mulai tahun berapa ya, entertainment Korea memang semakin banyak masuk ke Indonesia. Bahkan nggak cuma disukai sama remaja, tapi emak-emak dan anak-anak aja doyan. Nah sekarang ini, biasanya emak-emak suka sama drama Korea-nya, sedangkan remaja atau anak-anaknya lebih ke Kpop.

Untuk Kpop sendiri, biasanya semakin terkenal grupnya, semakin banyak juga fans bocahnya. Alias fans berkelakuan labil. Nah kelakuan fans labil ini memang terkadang bikin agak gerah. Misalnya mereka anti banget sama siapapun yang kritik artis mereka. Atau mereka biasanya lebih mendukung idolanya lesbian atau gay dengan sesama anggota grupnya, ketimbang idolanya berhubungan sama lawan jenis.

Nggak bisa dipungkiri, branding Kpop itu cukup sempurna sih menurut saya. Bahkan bisa membuat fans memuja idolanya secara berlebihan. Fans Kpop sekarang nggak sekedar bisa beli album atau dateng ke konser idolanya, tapi bahkan ada yang niat beli tiket business class di penerbangan yang sama bareng idolanya. Atau yang parah bahkan ada yang “rela” menyakiti artisnya secara fisik supaya idolanya inget sama dia.

Apakah ini perilaku sehat? Ya tentu enggak.

Hmm gimana ya, semua orang saya yakin pasti pernah alay. Pasti juga pernah nge-fans banget sama artis atau grup musik. Tapi menurut saya fans Kpop sekarang memang sudah menjurus berlebihan, dan nggak heran kalau orang selain Kpopers malah justru membenci artis Kpop-nya.

Nggak satu atau dua kali saya menemukan akun Instagram fanbase dengan nama yang menjurus ke pelecehan seksual. Salah satunya adalah @/pisangnya*****. Like, what the? Siapapun yang membuat nama akun fanbase yang menjurus ke pelecehan seksual, saya yakin dia menyembunyikan hal tersebut dari orang tuanya.

Adek-adek, nggak heran kalau Kpopers jadi banyak nggak disukai. Karena kalau Kpop bikin kalian merasa bebas melakukan sesuatu yang menjurus ke pelecehan seksual atau hal negatif, maka memang ada yang salah dengan orang yang kalian puja.

bersambung ke Sepatah Dua Patah untuk Kpopers Bocah dari Kpopers Emak-Emak 2

FacebookTwitterGoogle+Share