Infeksi saluran pencernaan perlu diwaspadai karena kerap terjadi pada anak-anak. Berikut 3 gangguan pencernaan yang sering dialami bayi dan balita.

3 Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Balita


Gangguan Pencernaan pada Bayi dan Balita


Pusing ya begitu anak sakit. Orang tua ikut merasakan sakit. Tapi, yang lebih sakit itu kalau belum ketahuan apa jenis penyakitnya. Anak menangis berjam-jam tanpa sebab. Jangan-jangan, anak terkena gangguan pencernaan berikut ini:

1. Diare

Jangan sepelekan diare karena penyakit diare menjadi penyebab 30% kematian bayi dan 25% kematian balita di Indonesia*. Kekurangan cairan saat mengalami diare membuat bayi lemas hingga dehidrasi.

Diare disebabkan antara lain: infeksi parasit, bakteri, atau virus; keracunan makanan, alergi obat tertentu; atau alergi makanan tertentu.

Jika bayi dan anak balita buang air lebih sering dan lebih encer, mulutnya kering, muntah-muntah, badan lemas, bahkan tidak ada air mata saat menangis, perlu diwaspadai ia sedang terkena diare.

SID pernah mengalami diare terparah di tahun ini. Ia bolak-balik ke toilet dan menolak makan karena tiap ada makanan yang masuk, sebentar kemudian akan keluar lagi (muntah). Tubuhnya lemas dan hanya bersandar di kasur. Ya Allah, hati ini terpoteque melihatnya.

cara menangani diare pada bayi
Awas diare sering menyerang bayi dan balita


2. Sembelit

Bayi terkadang mengalami sembelit atau susah buang air besar (BAB). Ada yang BAB setiap hari, ada yang tiga hari sekali, atau seminggu sekali.

Orang tua perlu mengetahui pola BAB si bayi. Bila frekuensi BAB berkurang, teksturnya keras, sulit keluar, rewel terutama saat BAB sampai menangis, perlu diwaspadai bayi mengalami sembelit.

Sembelit dapat terjadi karena trauma, perubahan pola makan, perubahan susu formula, dehidrasi, kurang aktivitas fisik, dsb. Kalau SID sembelit, ia akan menolak makan. Bisa lho dalam sehari ia hanya makan satu kali. Mungkin perutnya terasa penuh tetapi susah keluar.

3. Kolik

Pernahkah anak bayi menangis selama lebih dari 3 jam sehari. Hal ini berulang, setidaknya tiga kali dalam sepekan dan berlangsung sekitar 3 pekan atau lebih. Biasanya bayi menangis ketika petang dan tidak berhenti menangis meski sudah digendong. Jika mengalami tanda-tanda di atas pada bayi baru lahir, waspada bayi mengalami kolik.

Penyebab pasti kolik belum diketahui namun ada kemungkinan gangguan pencernaan bayi terganggu karena tidak cocok mengonsumsi protein susu sapi. Bila bayi mengonsumsi ASI, sebaiknya ibu menghentikan konsumsi susu sapi.

Kolik merupakan hal normal yang terjadi pada bayi dan akan membaik seiring pertumbuhan bayi. Namun, bila disertai tanda-tanda seperti: muntah cairan hijau, diare, kejang, nafsu makan berkurang, tubuh lemas terkulai bila diangkat, maka segera periksakan ke dokter.

Probiotik Bantu Mengatasi Gangguan Pencernaan pada Bayi dan Balita

Cara mengatasi gangguan pencernaan pada bayi perlu diketahui penyebabnya. Bila karena intoleransi makanan atau obat tertentu, maka hindari pemberian makanan atau obat tersebut.

Usahakan orang tua tetap tenang ketika menemani anak. Buatlah ruangan senyaman mungkin, gendong, dan ajak bicara anak dengan suara pelan untuk menenangkannya.

obat sembelit untuk bayi
Talkshow cara menangani sembelit di IMBEX 2018, Jakarta, 30 November 2018
Selain itu, saya mendapat tips mengatasi sembelit dari dr. Intan Diana Sari pada saat mengunjungi Indonesia Maternity, Baby and Kids Expo (IMBEX) 2018 lalu, yaitu:

  • Pemberian obat suppositoria (dimasukkan lewat anus)
  • Cukup asupan air (kurang lebih 1 liter)
  • Makan sayur dan buah
  • Pijat perut bayi dengan gerakan tertentu
  • Toilet training
  • Konsumsi probiotik atau mikroorganisme hidup yang bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat memberikan manfaat kesehatan bagi penggunanya (WHO)). Probiotik atau lebih dikenal dengan bakteri baik terdiri dari Lactobacillus dan Bifidobacterium.
Di dalam tubuh manusia terdapat sejumlah bakteri baik yang melawan bakteri jahat. Jika jumlah bakteri jahat lebih banyak, timbul gangguan pencernaan. Oleh karena itu, mengonsumsi probiotik dapat membantu menjaga saluran cerna dan menjaga daya tahan tubuh.

Ada fakta unik dari pemaparan dr. Intan mengenai proses kelahiran. Allah telah menciptakan bakteri-bakteri baik di vagina ibu hamil. Bayi yang lahir normal akan mendapat bakteri baik tersebut sehingga daya tahan tubuhnya lebih optimal. Sedangkan kelahiran melalui proses section caesarea (SC) tidak mendapat bakteri baik sehingga bayi yang lahir perlu konsumsi probiotik.

Jaga Kesehatan Pencernaan Anak dengan Probiotik INTERLAC

Probiotik mudah dikonsumsi dalam suplemen makanan Interlac Probiotics dari BioGaia. Interlac adalah satu-satunya produk probiotik di Indonesia yang mengandung probiotik Lactobacillus reuteri Protectis. 

“Interlac terbukti aman tanpa efek samping untuk segala usia, termasuk bayi prematur, bayi baru lahir, bayi dan anak-anak, juga remaja,” jelas Mohamad Nurhadi, Brand Manager Interbat. Suplemen makanan asal Swedia ini telah mendapat predikat GRAS dari US FDA yang menunjukkan sertifikasi keamanan tertinggi.
gangguan pencernaan pada bayi dan balita
Suplemen makanan Interlac Probiotics aman untuk segala usia 
Ada empat bentuk sediaan Interlac, yaitu:

  1. Interlac drops: cocok untuk bayi baru lahir hingga berusia 1 tahun. Dapat dicampur dengan air dan tidak berasa (tawar). 
  2. Interlac sachet: cocok untuk anak usia 1-5 tahun dengan rasa tawar. Untuk dilarutkan dengan sedikit air. 
  3. Interlac tablet kunyah rasa strawberry: cocok untuk anak usia 6-12 tahun. 
  4. Interlac tablet kunyah rasa lemon: cocok untuk anak usia 6-12 tahun. 
Meski probiotik baik untuk kesehatan tubuh, perhatikan dosis penggunaannya 1x sehari. Jangan melebih dosis, ya, kecuali atas anjuran dokter.

Rekomendasi pemakaian untuk membantu mengatasi gangguan pencernaan pada bayi dan balita sebagai berikut:

  • Diare: 5 hari pemakaian 
  • Sembelit: 2 minggu pemakaian 
  • Kolik: 3 minggu pemakaian 
Interlac Probiotics dapat dibeli secara offline di Guardian, Viva Health, dan toko perlengkapan bayi. Bisa juga beli Interlac secara online di Mothercare.co.id, JD.ID, dan Orami.

Info selengkapnya ada di:
Website : www.interlac-probiotics.com
Instagram : @interlacprobiotics
Facebook : interlacprobiotics
Probiotik membantu menjaga kesehatan saluran cerna dan menjaga daya tahan tubuh
Tiga gangguan pencernaan pada bayi dan balita di atas perlu diwaspadai. Jaga kesehatan saluran cerna anak agar ia tumbuh optimal.

Punya tips menangani diare, sembelit, atau kolik pada bayi dan balita?


*Referensi:
  • https://www.alodokter.com/menangani-diare-pada-bayi
  • https://www.alodokter.com/kolik-pada-bayi-ditandai-dengan-tangisan-berjam-jam.html