Pic Source

Kalau ngomongin hidup sehat kayaknya bukan Diaz banget deh! Hahahaha.. Bukannya kenapa-kenapa tapi saya sebel aja gitu kalau ngomongin kesehatan pasti mindset lawan bicara saya langsung ke angka jarum timbangan. Yang berarti, bukan guwe bangets! Karena gini yah, walau sekarang saya masuk dalam kategori #MamakGembrot, tapi saya masih dan akan terus belajar untuk bersyukur dengan badan yang saya miliki. Bukan soal angka, yang penting sehat. Percuma berat badan turun kalau dietnya nggak bener dan malah jadi penyakitan. Ya nggak?

Surprisingly, gini-gini saya juga pernah berhasil diet lho. Hahahaaha. Yup, di akhir tahun 2016 sampai awal 2017 saya pernah getol ikutan Obsessive Corbuzier Diet (OCD) dan Hamdalah efek positif langsung dirasakan badan yang makin terasa enteng dan enak banget! Beda deh pokoknya, badan rasanya kayak terdetoks. Belum lagi bonus timbangan yang ngiri hingga 7 kilogram! Sebwah prestasi membanggakanque~ 

Seperti kehidupan ordinary people lainnya, banyak yang menyangsikan kegigihan saya untuk mengikuti diet Om Deddy ini. Rayuan teman-teman untuk makan dan nyemil bak setan yang tak dibelenggu, terus membisiki saya sepanjang hari. Tapi Alhamdulillah saya tegar dan berhasil (dalam hitungan saya) untuk tetap lempeng menjalani prinsip “hidup sehat”. 

Nah, saya nggak mau membahas banyak-banyak tentang OCD ya (silakan googling sendiri dan baca bukunya dulu), tapi saya ingin membagikan tips-tips yang saya dapatkan ketika melakukan OCD dan membuat saya lebih fit dan nggak gampang capek walaupun beraktivitas seharian.

1. Minum, Minum, Minum
Minum udah gak bisa dikompromi lagi sih. Sehari minimal satu liter air harus masuk dalam tubuh. Kesampingkan rasa malas ketika hasrat pipis datang melanda. Jangan males pipis, jangan males minum. Minumlah dengan perasaan gembira dan niscaya air yang masuk ke tubuh kamu juga akan memiliki energi positif untuk menunjang kinerja organ tubuh kamu. Oh ya, kebanyakan orang juga salah menafsirkan rasa haus menjadi rasa lapar. Jadi saya selalu membiasakan minum segelas air dulu sebelum makan untuk membedakan perasaan lapar atau hauskah yang saya alami.

2. Buah Juga Tetap Makanan
Kalau OCD kan ada jam makannya ya, nah jangan sekali-kali coba cheating diluar jam makan dengan alasan ‘cuma makan buah kok’. Gini lho Malih, buah juga makanan yang akan dicerna tubuh, padahal kan di jendela jam puasanya harus benar-benar berpuasa makanan alias tidak mengonsumsi sesuatu yang dikunyah. 

3. Makan Apapun dalam Porsi Sewajarnya
Saya paling nggak bisa tuh diet yang mengharuskan nggak makan suatu hal. Misal yang nggak boleh (atau membatasi) karbo, yang nggak boleh mengonsumsi tepung, yang nggak boleh makan apapun kecuali cairan… yang gitu deh. Mending bisa makan apa aja tapi lalu puasa (jam jendela makan), lebih enak, puas, dan sanggup rasanya. Karena saya orangnya doyan makan kali ya, jadi nggak bisa yang kayak gitu-gitu hehe. Kalau pakai katering juga selain boros (kebanyakan mahal bok), terus belun tentu kemakan juga karena pas kerja dulu kan lokasinya selalu mobile. Kalau udah stay home mom kayak sekarang sih mendingan masak, hemat gils, wkwk.

Nah walaupun makan apapun tapi harus dalam porsi sewajarnya, berhenti sebelum kenyang. Sunah nabi juga kan, hehe. Tapi selama menyusui hal itu susah banget diterapkan karena nafsu makan yang meningkat drastis! Ya bismillah aja ini merupakan salah satu ikhtiar meningkatkan volume asi. Setelah menyusui, baru deh fokus OCD lagi. Heuheu..

4. Olahraga
Gerakin badan juga penting, guys. Dulu pas OCD saya rutin lari pagi, tiga hari sekali lah. Gak perlu ngegym segala (mahal guys, belum mampu :p), yang penting gerak dan ngeluarin keringet dan dilakukan secara rutin. Kalau sekarang sih saya senam di depan laptop aja pakai youtube, hehe.

5. Mindset Berat Bukan Segalanya
Kenapa dari awal saya selalu menekankan kalau angka timbangan yang ngiri adalah bonus? Karena berat badan bukan segalanya. Kalau mau ngukur before after diet lebih baik menggunakan acuan lingkar pinggang, pinggul, paha, lengan, dll. Atau menggunakan timbangan khusus yang bisa melihat persentase lemak dalam tubuh (biasanya ada di gerai-gerai kesehatan). Kalau sekadar ngukur dari timbangan kan kita nggak tahu apakah berat kita termasuk banyak di lemak atau di otot. Ada lho orang kurus yang angka timbangannya besar, dan sebaliknya. Jadi bijak menggunakan timbangan ya, jangan stress duluan, hehehe.

Nah itu tadi 5 tips dari saya ketika menjalani OCD. Ada yang punya pengalaman serupa atau bahkan ingin membahkan tipsnya? Drop your thought on comment section below! :D