Anyyeong chingudeul, beberapa waktu lalu saya bersama Blogger dan Jurnalis berkesempatan untuk mengikuti Media Gathering bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang. Ini merupakan kali ke-2 saya mengikuti Media Gathering yang diadakan oleh DKK Semarang. Kalau tahun lalu acara dilaksanakan di The Wujil (Kabupaten Semarang), tahun ini acara dilaksanakan di Hotel Atria (Kota Magelang). Yeayyy!!!

Media Gathering yang di ikuti oleh 17 Blogger dan 8 Jurnalis ini berlangsung dari tanggal 23 - 24 November 2018. Kami berkumpul di kantor DKK Semarang yang berada di MG Setos pukul 8 pagi dan berangkat ke Magelang pukul 10 pagi.


Sesampainya di Hotel Atria, kami langsung memasuki ruangan dan mendapatkan materi dari dr. Satya Ariza dan dr. Hifni Hakim Prabowo mengenai pertolongan pertama yang dilakukan pada korban henti jantung atau lebih sering disebut Bantuan Hidup Dasar.

Memahami dan tahu tentang Bantuan Dasar Hidup merupakan suatu hal penting dan wajib dimiliki oleh setiap orang karena hal tersebut dapat membantu korban contohnya jika ada korban yang membutuhkan bantuan pernapasan atau korban henti jantung. Maka dari itu, orang non medis pun diharapkan bisa melakukan Bantuan Dasar Hidup kepada korban.

Akan tetapi sebagian dari kita pasti berharap semoga tidak ada kejadian seperti itu di sekitar kita. Namun jika ada situasi seperti itu, sudah seharusnya kita mempraktekkan Bantuan Dasar Hidup kepada korban. Karena apabila korban henti jantung atau henti napas tidak segera diberikan BHD, kemungkinan korban selamat akan berkurang 10-12% tiap menit. Semakin cepat dan tepat tindakan BHD dilakukan, akan memperbesar kemungkinan korban selamat.


RJP (Resusitasi Jantung Paru) adalah bagian dari rangkaian tindakan bantuan hidup dasar. RJP modern hanya bermodalkan dua tangan untuk membantu menyelamatkan korban.

Langkah langkah yang harus dilakukan dalam melakukan RJP kepada korban harus dilakukan secara berurutan. Berikut hal-hal yang wajib diperhatikan dalam melakukan RJP kepada korban:

1. Dangerous
Pastikan korban tidak sadar, kemudian guncangkan bahu korban dengan lembut kemudian tanya kepada korban apakah keadaannya baik baik saja. Pastikan penolong dalam kondisi yang aman sebelum menolong korban.

2. Response
Jika ada respon dari korban maka yang perlu dilakukan adalah jangan ubah posisi korban, cari hal yang tidak beres, kemudian ulangi pemeriksaan berkala.

3. Shout
Apabila tidak ada reaksi dari korban, segeralah teriak untuk meminta bantuan kepada orang orang-orang sekitar.

4. Circulation
Raba nadi didekat leher atau dibawah dagu sekitar kurang dari 10 detik.

5. Airways
Lakukan pemeriksaan pernafasan korban, apakah korban bernafas normal atau tidak. Angkat dagu dan tengadahkan kepala korban kemudian dengar dan rasakan nafas korban.


6. Compression
Pijatan jantung dilakukan untuk memompa jantung dari luar. Langkah yang dilakukan adalah meletakkan telapak tangan satu ditengah dada diantara puting susu, kemudian letakkan tangan lain diatas tangan satu. Tekan dengan kedalaman 5cm untuk orang dewasa dan 3-4cm untuk anak anak. Beri kesempatan dada untuk mengembang penuh dengan sendirinya.


7. Breathing
Berikan tiupan melalui mulut korban sambil lihat naiknya permukaan dada. Rasio pemberian tiupan napas adalah 1 tiupan napas = 1 detik. Kasih kesempatan udara untuk keluar dan lihat turunnya permukaan dada.

Teori tentang RJP dan BHD sudah dipaparkan, selanjutnya kami diajak praktek RJP menggunakan boneka agar kami bisa melihat secara langsung bagaimana tindakan real terhadap korban henti jantung.

SEMARANG SEHAT


Tak terasa sudah 7 tahun saya tinggal di Semarang, semenjak awal pertama kali kuliah sampai sekarang. Awalnya saya cukup skeptis bahwa saya tidak akan betah tinggal disini, namun nyatanya saya betah banget tinggal disini.


Inovasi terus dikembangkan di kota ini, salah satunya dibidang Kesehatan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan angka harapan hidup yang cukup drastis, dari mulanya 77.13% di tahun 2013 menjadi 77.21% di tahun 2017. Hal ini tentunya masih bisa lebih baik lagi dengan adanya berbagai macam berbaikan dan peningkatan kinerja dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan 5 besar terbaik se-Indonesia di tahun 2021, berbagai macam inovasi di bidang kesehatan dilakukan oleh DKK Semarang, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Universal Helath Coverage (UHC)
UHC Kota Semarang merupakan komitmen pemerintah Kota Semarang untuk memberikan jaminan kesehatan kepada penduduk Kota Semarang secara menyeluruh sehingga dapat mengakses palayanan kesehatan yang tersedia. Sayarat untuk menjadi peserta UHC cukup mudah, yaitu mempunyai KTP dan KK Kota Semarang minimal 6 bulan dan bersedia mendapatkan pelayanan kesehatan tingkat pertama di Puskesmas se-Kota Semarang dan Rumah Sakit kelas 3.

2. Ambulance Hebat
Pusat pelayanan kesehatan  yang menjamin kebutuhan masyarakat dalam hal kegawat daruratan medis, yang dapat di hubungi dalam waktu singkat yang bertujuan untuk mendapatkan respon cepat.
Yang dimaksud kegawat daruratan medis adalah keadaan klinis pasien yang membutuhkan tindakan medis segera untuk penyelamatan nyawa.

3. Ambulance Siaga
Layanan ambulan gratis bagi warga Kota Semarang untuk kasus Non Gawat darurat.

4. PIS - PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga)
Program Keluarga Sehat yang berubah menjadi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga menitikberatkan pada kunjungan rumah, tidak hanya sebagai pendataan kesehatan keluarga namun sampai intervensi baik intervensi kesehatan perorangan maupun masyarakat

5. PUSTAKA (Puskesmas Tanpa Antrian)
Pelayanan PUSTAKA (Puskesmas Tanpa Antrian Kota Semarang) adalah pendaftaran di puskesmas secara cepat, tanpa antrian, dengan menggunakan SMS (short message service) dan WA (whatsapp) ke nomor Puskesmas yang dituju sebagai sarana pendaftaran pasien untuk pelayanan Non Gawat Darurat.

Untuk kedepannya DKK Semarang akan terus berinovasi demi memberikan pelayanan terbaik bagi warga Kota Semarang. Pelayanan di berbagai sektor kesehatan pun tak kalah di tingkatkan demi mewujudkan masyarakat sehat.

RAFTING DI SUNGAI ELO


Media Gathering yang diadakan oleh DKK Semarang nggak melulu berkutat materi aja loh. Keesokan harinya kami semua diajak untuk rafting di sungai Elo agar lebih akrab dengan satu sama lain. Walaupun ini bukan pertama kali saya ikut rafting, tapi ini adalah pertama kalinya saya rafting ikut jebur jeburan. Ternyata seruuu nyaaa double double.
Buat kalian yang rafting dan nggak mau basah basahan pasti nyesel deh, soalnya rafting itu seru nya yaa waktu jeburan. Duhh, jadi pengen rafting lagi kaann.