Hellow semua. Artikel ini gak hanya untuk para ibu yang sudah punya anak loh. Bagi yang belum nikah, calon ibu dan ibu yang sedang menantikan buah hati, boleh banget kok baca, untuk pengetahuan yang nantinya bisa berbagi pengalaman dengan yang lain. 

Tidak semua ibu memiliki buah hati yang tumbuh kembangnya baik-baik saja. Mungkin banyak ibu di luar sana, sedang mengalami kesulitan atau kebingungan yang amat sangat mengenai tumbuh kembang buah hatinya. 

Di usia berapa sih, anak dikatakan terlambat bicara? 

Ibu perlu waspada jika di usia 2 tahun anak masih kesulitan berbicara dan anak tidak paham instruksi yang kita berikan. Misal, anak diminta menutup pintu, tapi reaksi anak diam saja. Diam bukan karena tidak mau, tapi anak benar-benar tidak paham kalimat yang kita sampaikan. Indikasi lain, ketika anak dipanggil, anak tidak bereaksi dan tidak menoleh. 

Nah, tidak ada salahnya kita patut curiga dan waspada. Kenapa sih? Ada apa sih dengan buah hati kita? Jangan terlalu menuruti omongan orang lain, yang katanya gak apa-apa, nanti juga bisa. Orangtuanya bisa ngomong, masa anaknya enggak. Ah, usaha dong Moms, jangan diam aja. Tenang sih tenang, tapi ikhtiar gak ada salahnya. 

Yuk, cekidot. Apa sih yang perlu dilakukan orangtua ketika tahu anak terlambat bicara? 

1. Kunjungi Dokter Spesialis Anak
Jika tidak ada dokter spesilis tumbuh kembang, maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengunjungi dokter spesialis anak. Dokter spesialis anak akan merekomendasikan tindakan selanjutnya yaitu, merujuk ke dokter tumbuh kembang anak. 

2. Cek Pendengaran
Ini syarat wajib, dipastikan kondisi telinga anak ada gangguan atau tidak. Dari dokter spesialis tumbuh kembang, akan merekomendasikan untuk menjalani serangkaian tes pendengaran. Tesnya disebut tes brainstem evoke response audiometry (BERA). Dalam tes ini, dokter menggunakan elektroda yang tersambung pada mesin untuk merekam respons otak pasien. Pada pasien anak-anak yang tidak bisa tenang saat akan dipasang elektroda, dokter akan memberikan obat penenang. 

3. Terapi Wicara
Jika hasil tes pendengaran dalam kondisi normal atau baik. Dokter biasanya akan menyarankan anak agar mengikuti terapi wicara. Tidak perlu bingung, di rumah sakit besar. Terapis wicara sudah ada. 

5. Sering Mengajak anak berkomunikasi
Pastinya tidak semua ibu banyak bicara atau cerewet ya. Ada yang ibu pendiam atau tidak banyak bicara. Tapi, tidak ada salahnya mengajak anak berkomunikasi sesering mungkin. Tapi, ada loh ibunya pendiam, anaknya baik-baik saja atau tidak memiliki hambatan berbicara. Ada juga ibunya cerewet, anaknya terlambat bicara. Jadi? Lakukan saja yang terbaik untuk buah hati tercinta. 

6. Jauhkan Gadget dan Televisi
Sebaiknya anak di bawah usia tiga tahun tidak dipegangi gadget ataupun menonton televisi terlalu lama. Ada baiknya anak dilibatkan sesering mungkin dengan kegiatan lain yang melibatkan komunikasi dan sentuhan fisik. Misal, ajaklah anak bermain petak umpet dalam rumah. Anak pastinya akan senang bermain dengan orangtuanya. 

7. Bacakan Buku Cerita atau Dongeng Pengantar Tidur
Luangkan waktu sejenak membacakan cerita atau dongeng sebelum buah hati terlelap. Pastinya, imajinasi anak semakin terasah dan mampu menambah kosakata anak yang mengalami kesulitan berbicara. 

Gimana Moms. Langkahnya gak sulit kan? Gak perlu panik. Usaha dan doa pastinya lebih baik daripada riweuh gak karuan. Semoga moms tetap tenang, keep strong dan selalu bahagia.