Saat saya kecil dulu,  Ibu adalah orang di rumah yang paling sibuk bila hendak bertamu ke rumah saudara. Beliau selalu sibuk menyiapkan buah tangan yang akan dibawa untuk tuan rumah.  "Sebagai tanda cinta", kata Ibu setiap kali saya bertanya kenapa Ibu sibuk menyiapkan oleh-oleh.

Biasanya oleh-oleh yang dibawa Ibu berupa makanan kecil yang awet ketika dibawa ke mana-mana. Berhubung kami tinggal di Jogja,  oleh-oleh yang kami bawa adalah camilan khas yang banyak dan mudah dijumpai di jogja, seperti emping, pia, slondok, dan kue kering lainnya. Tidak jarang Ibu menanyakan ke saudara yang akan kami kunjungi mau dibawakan camilan apa. 

Memang kebiasaan membawakan buah tangan untuk saudara dapat menambah erat dan akrab ikatan persaudaraan. Rasa saling menyayangi dan memperhatikan sangat terasa. Kebiasaan memberi oleh-oleh tidak cuma Ibu lakukan kepada saudara saja. Kepada tetangga sekitar rumah ibu juga sering membawakan oleh-oleh kalau ibu habis bepergian ke luar kota. Dan akhirnya tetanggapun melakukan hal yang sama. Setiap pergi ke luar kota, mereka selalu membawakan kami buah tangan. Sehingga tidak jarang kami mendapat camilan khas dari kota lain.

Pernah Bu Tuti tetangga sebelah rumah kami pulang ke kampung halamannya di daerah Bogor karena orang tuanya sakit. Ketika beliau pulang dari Bogor kami memperoleh buah tangan berupa kacang bogor goreng.  Itu adalah kali pertama kami mencicipinya. Meskipun awalnya terasa asing di lidah, tapi lama-lama kami jadi suka. Apalagi ibu, beliau hobi sekali kacang bogor ini.  Sehingga setiap kali tante Tuti ke Bogor,  ibu selalu titip untuk dibelikan. Memang kacang bogor ini rasanya unik, gurih, dan empuk.  Kami sekeluarga menggemarinya karena rasa khasnya. 

Kacang bogor,  sumber : 990resepmasakan.blogspot.com
Oleh-oleh lainnya yang juga kami dapat dari tetangga yang ibu juga suka adalah keripik jamur kancing khas Wonosobo. Keripik jamur dari Wonosobo ini memiliki rasa yang berbeda.  Lebih renyah,  gurih,  dan nagih.

Keripik jamur kancing
sumber : arinamabruroh. Com
Selanjutnya yang tidak kalah enaknya adalah keripik paru khas klaten. Kalau ini ibu biasa pesan di teman sekantornya yang kebetulan orang tuanya punya usaha keripik paru.  Rasa keripik ini gurih sekali.  Cocok untuk camilan atau teman nasi. 

Keripik paru
Sumber : facebook oleh-oleh keripik paru khas klaten
Ada satu lagi camilan kesukaan ibu, namanya pothil.  Makanan ini khas daerah Magelang. Pertama mencicipi sewaktu kami bertandang ke rumah Bude di Muntilan. Di sana kami di suguhi hidangan berbentuk bulat lebar. Sepintas mirip camilan bernama slondok. Tetapi cita rasanya ternyata berbeda, meskipun sama-sama terbuat dari ketela. Dan mulai saat itu, setiap kali ke Muntilan, ibu selalu pesan pothil untuk dibawa pulang.

Pothil
sumber : juraganpothil.blogsot.com
Sekarang di era digital ini tentu memperoleh camilan khas kesukaan yang berasal dari lain kota atau bahkan lain propinsi bukan hal yang susah lagi. Tidak perlu merepotkan tetangga atau saudara untuk membelinya. Kita bisa melakukan pembelian secara online dari manapun kita berada.

Salah satunya melalui platform OMIYAGO yang mempunyai tagline "buah tangan on the go" yang siap memenuhi keinginan kita untuk mendapat camilan khas dari daerah di nusantara tanpa harus datang ke tempat asalnya. Karena OMIYAGO menawarkan layanan pesan antar oleh-oleh dari seluruh pelosok Indonesia secara online sebagai apresiasi budaya kuliner lokal Indonesia.

OMIYAGO sendiri berada di bawah PT Global Kuliner Ciptarasa, yang berdiri pada bulan Maret 2016 dan mulai beroperasi pada bulan  Agustus 2016. Omiyago diambil dari kata yang berasal dari bahasa Jepang "Omiyage" yang artinya buah tangan.

Oleh-oleh dari Omiyago (doc. Pri) 
Di OMIYAGO kemasan dari makanan juga dibuat unik dan trendy, sehingga cocok sebagai kado eksklusif dan kejutan manis untuk orang-orang tersayang. Lebih-lebih tidak lama lagi kita akan memperingati hari ibu. Memberi hadiah kepada ibu dengan camilan favoritnya pasti akan membuatnya bahagia dan terkesan.

Saya pribadi berharap keempat camilan kesukaan ibu di atas akan masuk ke dalam web OMIYAGO. Sehingga sewaktu-waktu saya ingin mendapatkannya, saya tinggal buka web OMIYAGO saja. Bukan untuk saya kirimkan kepada Ibu sebagai bingkisan atau hadiah, meskipun sebenarnya saya sangat menginginkannya. Karena meskipun saya tahu di mana beliau berada,  tapi tidak ada satupun ekspedisi yang mampu menuju ke sana. Sebab saat ini,  ibu sudah bersama Bapak di surga.

Namun camilan-camilan itu nanti akan saya kirim ke rumah saudara-saudara kandung saya yang saat ini tinggal di berbagai kota.  Agar kami semua dapat kembali mengenang memori tentang Ibu melalui kelezatan camilan-camilan yang menjadi favoritnya.

Kalau teman-teman bagaimana,  apa hadiah yang akan teman-teman berikan di hari ibu nanti?  Sharing yuk...