Senja kala itu , saat saya menyusuri jalanan di Jakarta, di daerah sekitar Matraman dekat Pasar Pramuka, ada suatu hal yang menarik pandangan mata saya. Iya, sebuah pemukiman penduduk yang terletak persis di pinggiran rel kereta ini,  sangatlah apik dilihat mata. Saya tidak bermaksud menjelekkan atau merendahkan negeri ini, namun biasanya pemukiman yang sering saya temui di pinggir rel kereta sering kali tidak terurus dan terlihat semrawut. Hal ini tentunya sangat berbeda dengan yang saya temui di kawasan pemukiman rawasari 02 ini. Gapura dengan tulisan “Kampung Berseri Astra Rawasari RW 02” mungkin bisa menjawab pertanyaan saya.



kba rawasari 
Setelah saya mulai berselancar di mesin pencari untuk mengetahuinya, ternyata  Kampung Berseri Astra atau disingkat dengan KBA adalah program corporate social responsibility (CSR) Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program CSR, yaitu, Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan, dan Kesehatan. Melalui program KBA ini, masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah KBA. Dalam penerapan KBA, terdapat tahapan pencapaian status yang menjadi panduan dalam pengembangan program KBA. Tahapan pencapaian status tersebut menyesuaikan dengan proyeksi kampung binaan Astra sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Adapun status tersebut terdiri dari bintang 1 hingga 5, yaitu, Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Kencana.

Saat memasuki wilayah KBA Rawasari, saya dimanjakkan dengan asri dan rindangnya pemukiman. Saya piker “Ah, sudah lama sekali saya tidak melihat pemukiman yang asri sepertiini di Jakarta”.









Menawan sekali dan sangat elok dilihatnya. Saya jadi bertanya – tanya, selain membuat pemukiman rawasari RW 02 ini lebih rindang apakah ada hal lain yang bermanfaat bagi para warganya, dan ternyata Kampung Berseri Astra Rawasari juga memiliki banyak program yang sangat memberikan manfaat bagi para warganya, seperti contohnya penanaman ala hidroponik yang cocok diterapkan di pemukiman padat penduduk yang minim tempat untuk bercocok tanam.
  

Program lainnya yakni pengolahan sampah. Pernah kalian bayangkan, sebuah pemukiman yang bisa dikatakan juga “kampung”, mampu mengolah sendiri sampah mereka. Saya cukup terkejut, karena program seperti ini tentunya, masih jarang ditemui di Indonesia, alih – alih pada sebuah pemukiman padat penduduk di daerah sekitar pinggiran rel di Jakarta.  Program pengolahan sampah mereka cukup terorganisir dengan baik. Sampah dedaunan atau organik yang bisa terdekomposisi akan dikubur atau dimasukkan ke dalam wadah , dibiarkan selama beberapa hari, hasilnya bisa menjadi pupuk kompos.



                  
Sampah yang susah terurai akan didaur ulang, dan oleh sebab itu mereka mendirikan “Bank Sampah”. Adanya bank sampah mampu membuat para warga menjadi lebih peduli pada sampah plastik , dan bisa menumbuhkan kepedulian pada generasi penerus di pemukiman ini. Meminimalkan sampah yang bertumpuk juga di tong sampah warga yang dapat menganggu . Bukan tidak mungkin juga, kita bisa mencontoh Jepang yang sistem sampahnya sudah terorganisir dengan membeda – bedakan setiap jenis sampah.




Apa yang lebih menarik lagi dari Kampung Berseri Astra Rawasari? Festival!
Kampung Berseri Astra Rawasari juga mengadakan festival lho. Hebatnya, festival di KBA Rawasari juga membantu generasi muda untuk tetap melestarikan budaya Indonesia. Festival KBA Rawasari mengangkat tema “Festival Permanainan Anak Tradisional Berseri, Permainan untuk Anak Negeri”. Permainan egrang yang hampir jarang ditemui bisa ditemukkan disini. Tak hanya egrang batok, ada juga egrang bambu , bakiak, congklak dan bola bekel.







Mahasiswa di daerah Jakarta seperti Universitas Tarumanegara, juga turut membantu membuat mural di dinding tembok daerah pemukiman agar terlihat lebih “hidup”. Saya senang sekali melihatnya, karena ketika masuk kawasan pemukiman ini benar – benar bewarna, baik saat malam pun.



Menariknya, KBA Rawasari tidak hanya mempunyai program yang memaksimalkan warganya dari segi infrastruktur dan edukasi. Namun, juga membantu langsung bagi warganya yang kurang beruntung. Santunan terhadap anak yatim, menjadi program yang diharapkan mampu meringankan beban perekonomian individu.



Dilihat dari segi apapun, Kampung Berseri Astra cukup banyak membantu untuk menghidupkan fungsi dari kampung yang guyub, bersih, tentram, dan layak ditinggali. Saya tidak pernah menyangka pemukiman di pinggiran rel kereta api bisa sehebat ini. Saya harap Astra selalu mengembangkan dan memaksimalkan program Kampung Berseri Astra ini untuk menuju Indonesia yang sejahtera , rukun dan teredukasi warganya.