Atas desakan seorang teman blogger, saya mendaftarkan diri untuk salah satu acara yang digawangi oleh Viva.co.id X Happyone.id
Hampir menyerah, karena belum juga ada kabar dari panitia, sekedar konfirmasi saya bisa ikut atau tidak. Hingga satu hari menjelang pelaksanaannya, baru mendapatkan konfirmasi. Bahagia sekali rasanya, menurut teman acara bakal explore Kota Tua, tambah semangat seperti tema acaranya, HAPPINES RACE, “Be The Happy One”.
makanya kenapa viva.co.id menggandeng Happyone.id, karena setiap orang pasti dalam kehidupan penuh resiko kecelakaan, walau dirumah sekalipun.
Nah, karena happines race menuntut adanya petualangan, pastinya ada satu resiko yang perlu mendapatkan perlindungan atau proteksi diri. Disinilah Happyone hadir, untuk memberikan proteksi tersebut.

Sabtu, 24/ 11/ 2018, tepatnya di Historia Cafe, dengan menggunakan moda kesayangan Trans Jakarta, sebelum jam 08.00 waktu yang ditentukan panitia, saya sudah hadir. Sempet janjian sama beberapa teman di Halte akhir yaitu Halte Trans Jakarta Kota. Dilanjutkan dengan jalan kaki, menuju Historia Cafe yang tidak jauh dari Halte, registrasi ulang belum dimulai, jadilah kami foto-foto cantik disekitaran Musium Fatahilah, karena Historia Cafe berada disisi kiri dari musium Fatahilah, sambil menunggu peserta lain datang. Baru beberapa saat kemudian pihak panitia membuka registrasi ulang, langsung deh saya dan teman-teman menuju meja. Setelah tanda tangan, oleh panitia yang semua memakai kaos hitam yang bertuliskan VIVA.ID, kami diberikan id cart tanda kepersertaan, topi yang berwarna warni dan jas hujan. Saya sendiri mendapatkan topi berwarna hijau pas banget dengan warna kaos yang saya kenakan saat itu. Saya berada diurutan 7, waktu registrasi dan kebetulan sekali saya juga berada di kelompok 7. Karena sebelum pelaksanaan pihak panitia telah membagi peserta dalam 10 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5orang.

Setelah peserta kumpul, acarapun dimulai dengan pembukaan oleh MC, sambutan dari viva.co.id senagai panitia. Lalu dilanjutkan perkenalan dan pemaparan happyone.id yang diwakili oleh Bapak L. Iwan Pranoto (Head Off Communication & Event Asuransi Astra), beliau memaparkan produk baru dari Astra, Happyone yang sudah di lounching pada bulan Oktober lalu. Dengan 4 programnya:
1. HappyMe
Proteksi diri dari segala resiko kecelakaan yang mengakibatkan meninggal dunia atau cacat tetap. Premi mulai dari Rp 50.000
2. HappyEdu
Asuransi Pendidikan untuk proteksi anak, ketika tertanggung utama meninggal akibat kecelakaan dan bisa diberikan sejak masih bayi.
3. HappyHome
Proteksi diberikan untuk perlindungan rumah dari resiko kebakaran dan kerusakan
4. HappyTrip
Proteksi untuk perjalanan domestik atau internasional, jadi saat traveling akan terasa aman dan nyaman, karena proteksinya menyeluruh, dari tiket, keterlambatan pesawat (gangguan transpotasi), bagasi semua ditanggung oleh asuransi.

Selanjutnya Ibu Lusi Liesdiani (President Digital Channel Asuransi Astra), menambahkan dan menjelaskan keunggulan dari asuransi lain adalah cara mendaftar dan klaimnya yang gampang, online dan bisa melalui 500112 bisa dihubungi selama 24 jam.
Happyone merupakan asuransi murni proteksi, dan bukan investasi seperti Unit Link, jadi premi yang sudah dibayarkan tidak dikembalikan.

Setelah pemaparan dari Happyone.id dan pengumuman hadiah yang akan diberikan untuk para peserta Happines Race, panitia menyiapkan untuk acara selanjutnya yaitu, explore Kota Tua.
Sebelumnya peserta menjalankan misi masing-masing, ada 3 tour guide yang akan memandu. Kebetulan kelompok 7, tour guidenya bernama Paman Jipi, walau usianya sudah 64 tahun, tapi semangatnya luar biasa.
Sambil berjalan meninggalkan Historia Cafe, paman menjelaskan sejarah gedung-gedung disekitar Kota Tua. Kota Tua Jakarta meliputi Tamansari, Pinangsia, Tambora, Penjaringan dan Glodok, dan resmi menjadi warisan sejarah sejak diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin tahun 1972. Kota Tua terletak dekat laut utara, dan berkembang antara tahun 1619 s/d 1799 di era VOC, dengan luas sekitar 334ha.
Wisata dan Gedung bersejarah Kota Tua, diantaranya:
* KALI BESAR
sungai yang bermuara di teluk Jakarta ini mengalir sejajar dengan sungai ciliwung. Dulu kawasan ini dikenal sebagai pusat pemerintahan Kolonial Belanda sebelum akhirnya dipindahkan ke Selatan pada awal abad 19. Juga sebagai daerah pemukiman kalangan atas. Saat ini Kali Besar menjadi salah satu destinasi wisata Kota Tua, apalagi sejak Gubernur Anies Baswedan merenovasi Kali Besar, sekarang sudah bersih dan tidak bau lagi.

* TOKO MERAH
Merupakan salah satu bangunan tertua yang dibangun pada tahun 1730, peninggalan Kolonial Belanda yang letaknya di tepi barat Kali Besar. Bangunan khas berwarna merah dan dulunya adalah kediaman Gubernur Jenderal Gustaf Willeam Baron Van Imhoff, lalu dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan toko Merah.
Sepanjang perjalanan, bertemu gedung yang kini menjadi beberapa museum, seperti museum Mandiri, Museum Bank Indonesia, Museum wayang, Museum Fatahilah, Cafe Bathavia, Museum Sejarah Jakarta dll.
Selain mendengarkan sejarah Kota Tua, kami juga mendapatkan tugas untuk posting instagram 4 foto yang menggambarkan produk ke 4 asuransi Happyone. Sebagai syarat untuk mendapatkan amplop dari panitia untuk zona pertama yaitu zona Biru.
Didepan Bank BNI46, kami menerima amplop untuk clu selanjutnya. Didalam amplop ada petunjuk dan uang Rp 100.000 untuk modal sampai zona terakhir nanti.

Setelah membaca yang ternyata berbahasa Inggris, kami simpulkan berada di petak 9, atau klenteng KIM TEK LE, yang sekarang terkenal dengan nama VIHARA DHARMA BAKTI, yang terletak di Jln Kemenangan III, Petak Sembilan no 19 Glodok Jakarta Barat. walau kami sempat tersesat. Pada akhirnya kami menyadari Vihara Dharma Baktilah tujuan kami.

Setelah explore Vihara Dharma Bakti, sebagai zona magenta, selanjutnya kami diberikan tantangan yang kemudian menuntun kami ke kedai kopi yang melegenda yaitu Es Kopi Tak Kie dan harus membeli permen atau manisan yang warnanya harus sesuai dengan petunjuk yang ada. Beruntung karena tempatnya tidak jauh dari vihara.

Setelah minum es kopi, dahaga kamipun hilang, tapi misi belum selesai, setelah memberikan permen ke panitia, kami diberikan petunjuk yang mengahruskan kami ke satu kedai Rujak Encim Shanghai,
Begitu masuk, panitia sudah menyiapkan satu piring rujak Shanghai, dari warnanya membuat saya penasaran, setelah mendapatkan informasi isi dari rujak tersebut adalah, kangkung, potongang ubur-ubur atau sotong, dan taburan kacang, sempat ragu untuk memakanya, tapi harus habis, untuk syarat mendapatkan petunjuk ke zona hijau.

Lanjut Pantjoran Tea House
Tradisi PATEKOAN (8TEKO), yaitu sebuah tradisi minum teh untuk masyarakat, teh untuk kebersamaan, yang bisa dinikmati siapapun yang melewati kawasan ini, dari jam 08.00 s/d 19.00 secara cuma-cuma.Disini kami ternyata tidak disuruh minum teh, hanya diberikan kertas berwarna kuning, dan diberikan petunjuk, untuk membuat puzel dari kertas yang sudah diberikan dari zona-zona sebelumnya. Setelah terjawab, ke titik awal lagi, tapi kami salah presepsi, jadilah kami terlambat sampai ke finish.

Walau begitu kami tetap bahagia mengikuti Happines Race kali ini, terima Kasih viva.co.id dan happyone.id untuk keseruan acaranya.