Ingin liburan ke Korea Selatan, tapi paket tour travel terlalu mahal untuk waktu yang cukup singkat. Belum lagi jadwal tour yang padat  membuat liburan terasa diburu-buru waktu, jadi kurang bisa menikmati tempat-tempat yang dikunjungi. Ingin bisa tinggal lebih lama di Korea Selatan dengan biaya minimum bahkan GRATIS?

Jadi volunteer aja!



https://drive.google.com/file/d/1uqJE68ZyofvhLWjpadkyUKljKfNhXFwr/view

https://drive.google.com/file/d/1uqJE68ZyofvhLWjpadkyUKljKfNhXFwr/view

Menjadi volunteer/relawan tidak selalu berkaitan dengan bencana alam. International Voluntary Service atau Aktivitas Kerelawanan Internasional adalah kegiatan kerelawanan di dalam dan luar negeri melalui sektor pendidikan, sosial, dan budaya. Kegiatan ini mungkin masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia, padahal di tempat lain, terutama negara-negara maju aktivitas pertukaran relawan (volunteer exchange) sudah membudaya. Aktivitas volunteer bahkan telah menjadi bagian dalam proses pembelajaran dalam bermasyarakat.





Pada bulan Maret-Juni 2018 lalu, saya mengikuti program Long Term Volunteer Experience Korea 2018 yang diadakan oleh Better World/International Workcamp Organization Korea. Saya mendapatkan informasi mengenai kegiatan ini dari akun instagram @dejavato_foundation yang merupakan yayasan asli Indonesia yang memang bergerak di bidang International Voluntary Service sama seperti Better World. Saya berkesempatan menjadi volunteer untuk mengajarkan Bahasa Inggris kepada anak-anak di Big Tree Children Centre yang berada di Kota Yeongwol, Provinsi Gangwon-do. Untungnya saya tidak sendirian, saya dibantu oleh seorang partner yang berasal dari Rusia. Kami tinggal di dalam children centre yang fasilitasnya sangat lengkap, mulai dari kamar tidur, toilet, dapur, mesin cuci, tv, bahkan koneksi wi-fi, padahal lokasi tersebut cukup jauh dari pusat kota. Makanan dan minuman juga telah tersedia setiap saat. Semua fasilitas tersebut gratis, saya sama sekali tidak mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal maupun makan dan minum selama disana.




Selama kurang-lebih 3 bulan di Korea Selatan, saya diasuh oleh Host Family yang merupakan pemilik dari Children Centre tersebut. Meskipun kurang lancar berbahasa inggris, mereka sangat ramah dan peduli. Saat hari libur, mereka mengajak kami pergi ke tempat wisata bersama anak-anak dari Childrean Centre atau hanya sekedar makan di restaurant. Anak-anak di Big Tree Children Centre berjumlah 28 anak, mulai usia 6-17 tahun. Sungguh suatu hal yang baru bagi saya dalam berinteraksi dengan anak-anak yang berbeda budaya bahkan bahasa dengan saya. Meskipun ada kendala bahasa, saya dan partner saya berusaha untuk dapat berinteraksi dan mengajarkan mereka Bahasa Inggris. Awalnya mungkin agak canggung, tapi untungnya anak-anak tersebut tidak malu dan terus berusaha untuk mengenal dan berinteraksi dengan kami. Entah itu dengan mengajak bermain, ataupun bercanda akan sesuatu.





Menjadi volunteer di Korea Selatan bisa menjadi pilihan bagi kalian yang ingin menikmati Negara tersebut dengan cara yang berbeda. Kalian akan lebih merasakan bagaimana budaya asli masyarakat korea sehari-harinya. Menikmati bagaimana lezatnya masakan rumahan ala korea. Karena dikelilingi oleh orang-orang berbahasa Korea, kalian juga bisa belajar dan melatih kemampuan bahasa korea kalian. Di hari libur, kalian bisa mengeksplor kota-kota lain yang tidak kalah indah dari Ibukota Seoul. Saya sendiri sempat menyaksikan sendiri indahnya musim semi, melihat bagaimana pepohonan yang awalnya tandus karena musim dingin, kembali tumbuh dan bermekaran. Cantiknya deretan pepohonan sakura di Cheongpung-myeon, Jucheon. Serunya mendaki di Seoraksan National Park, Sokcho. Uniknya kampung pelangi Gamcheon, Busan, dan masih banyak lagi pengalaman lain yang tak terlupakan. Jadi, jika kalian tertarik untuk liburan ke Korea Selatan gratis sekaligus bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak, cobalah untuk menjadi volunteer.





Ditulis oleh: dzahasyani
Dokumentasi milik pribadi.