Awal tahun 2018, saya memutuskan untuk menulis kembali tapi bukan lagi menulis di buku diary seperti waktu SD dan SMP. Tapi suami saya menyarankan dan memberi wadah yaitu Blog. Saya sangat buta dan tidak tau apa itu Blog, bagaimana cara membuatnya dan mengolahnya. Hingga suami saya yang menfasilitasi semua, saya tinggal menulis saja. Karena dari SD saya sudah suka menulis buku diary dan Cerita Pendek (CerPen), tapi berhenti dan vacuum beberapa tahun lamanya.

Akhirnya, saya memutuskan untuk menulis kembali di sebuah Blog pribadi yang sudah dibuatkan oleh suami saya. Ada pun beberapa alasan mengapa saya memutuskan untuk menulis Blog ini, yaitu :

1. Menghilangkan Stress

menulis blog

Setelah lulus SMA di Jakarta saya sudah mendaftar untuk kuliah tapi tidak bisa masuk kuliah, karena papa sakit dan harus berhenti bekerja. Jadi kami pindah ke Bandung tempat orang tua papa, saya pun harus mencari kerja dan Puji Tuhan langsung mendapat kerja di sebuah toko Komponen elektronik.

Saya bekerja di tempat itu sudah hampir 10 tahun, mulai dari bagian toko sampai di percayakan menjadi kepala toko dan bagian keuangan di toko tersebut. Hingga tahun 2016 akhirnya saya berhenti bekerja, karena sudah mempunyai dua orang anak dan tidak ada yang mengurus mereka.

Belum sampai setahun saya mulai stress di rumah saja, karena biasa bekerja dan melakukan banyak hal. Sedangkan sekarang saya selalu ada di dalam rumah, dari bangun tidur sampai tidur hanya melakukan pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT). Hingga saya cerita dengan suami, karena suasana hati dan pikiran sangat berat karena biasa bekerja di luar rumah.

Akhirnya suami membuatkan sebuah Blog untuk saya bisa melakukan hal baru dan bisa menghilangkan stress selama di dalam rumah. Saya sangat menikmati saat bisa menulis lagi, walaupun medianya berbeda. Biasanya saya menulis di sebuah buku diary, dan sekarang menulis menggunakan laptop atau smartphone, lalu di share di Blog. Stress saya pun mulai berkurang, saat memulai menulis.

Baca Juga : 3 Tema Blog yang Paling Saya Suka

2. Lebih Produktif

menulis blog

Sekian lama di rumah tidak bekerja, saya sangat merasa tidak produktif lagi. Apakah hanya saya yang merasakan hal ini? Atau memang semua ibu yang tadinya bekerja dan harus diam di rumah, akan merasa tidak produktif?

Tapi setelah dukungan dari suami dengan menyiapkan saya wadah yaitu Blog, sekarang saya merasa lebih produktif lagi. Karena saya sudah bisa melakukan hobi saya kembali, yaitu menulis. Walaupun sekarang wadahnya berbeda dan harus belajar lebih banyak lagi, tapi saya bahagia. Karena saya lebih produktif lagi, hati dan pikiran saya pun bahagia tidak stress lagi.

3. Menjadi Berkat Untuk Orang Lain

menulis blog

Setiap hal yang saya alami belum tentu dialami juga oleh orang lain atau mungkin mengalami hal yang sama juga. Setiap orang mempunyai solusi dalam menyelesaikan setiap masalah atau kendala. Saya menulis di Blog berdasarkan pengalaman yang dihadapi. Dengan begitu saya bisa berbagi cerita dan pengalaman dengan orang lain. Menurut saya pribadi ini dapat memberkati orang lain lewat cerita pengalaman pribadi.

Seperti tulisan teman saya di sesama komunitas ini, yaitu mbak Dewi Adikara. Dimana mbak satu ini mempunyai alasan tersendiri untuk menulis Blog. Bisa baca di sini, Alasan Sahabat Blogger Menulis Blog.

4. Menemukan Teman dan Komunitas

menulis blog
Pict.From Pixabay.com

Setelah pindah ke Bandung, hanya punya teman terbatas seputar teman kerja dan gereja. Sampai saya berhenti bekerja saya hanya di rumah, karena teman gereja sudah banyak yang pindah ke luar kota. Sedangkan teman kerja, setelah pulang kerja langsung pulang karena mengurus anak dan rumah tangganya.

Tapi saat memutuskan untuk menulis Blog, saya masuk ke dalam beberapa komunitas blogger. Akhirnya saya mendapatkan teman baru di dunia ini, kami bisa pergi bersama saat meliput event bersama. Belajar sesuatu yang baru bersama teman-teman, mungkin baru menurut saya yang baru tapi buat mereka adalah hal yang sudah sering dilakukan.

5. Me Time

menulis blog

Saat akhirnya memilih untuk menulis di Blog, saya memiliki waktu sendiri atau “Me Time”. Karena setelah saya melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang istri dan ibu, saya bisa berjam-jam diam di depan laptop untuk menulis sesuatu.

Apa lagi saat saya memunyai kesempatan untuk meliput sebuah event dan tidak diperkenankan membawa anak. Itu merupakan “Me Time” sekali buat saya, saya bisa keluar rumah tanpa harus membawa anak-anak. Walaupun kondisi ini tidak terlalu terasa lagi, saat mereka sudah mulai sekolah.

Itulah beberapa alasan yang akhirnya saya memutuskan untuk menulis Blog. Mungkin setiap blogger mempunyai alasan sendiri mengapa mereka mulai menulis di Blog. Tapi banyak hal yang dapat saya rasakan setelah mulai menulis di Blog.