HUTANG PRIBADI DIBAYARKAN MELALUI BANTUAN UN SWISSINDO.


UN SWISSINDO MEDAN

PIYE CARANE? 
HATI-HATI TERGIUR!! 

Note : Tulisan ini saya buat murni dari apa yang saya lihat secara langsung, saya dengar langsung dan saya dapatkan teferensi tambahannya dari GOOGLE dan YOU TUBE. Mohon berkomentar yang benar dan sopan karena ini adalah LAPAK saya yang anda kunjungi untuk menambah wawasan . Tq


Jum'at/ 20 Oct 2018 || Pukul 16.00 PM (saat Azan Ashar Berkumandang)


Saat itu aku sedang membereskan ruang tivi dan tiba-tiba terdengar suara dering hp Nida, sambil menyapu aku mendegar dengan acuh pembicaraan Nida dengan Pakcik A*** tentang uang iuran tahunan kedua anaknya diasrama kami. Setelah berbicara singkat tiba-tiba saja hanphone Nida berpindah ke Ummi dan beliau mengobrol bersama Pakcik itu mengenai undangan pertemuan di Marelan Pasar (V). Rencana dari Pakcik A*** kita akan berangkat menggunakan mobil, dalam benak saya mobil apa yang akan digunakan tidak masalah yang penting ke Marelan ane selamat.

Berhubung saya harus bertemu bang Rahman (Tukang Reparasi Ruko)  diasrama HW maka ummi pun menyetujui permitaan Pakcik A untuk bertemu langsung di asrama. Aku dan ummi pun berangkat menuju Jl. Pancing, asrama yang kami kelola,  setibanya disana aku berbicara singkat dengan pakcik dan beliua ternyata tidak menaiki mobil seperti dalam bayangan kami untuk menghemat ongkos. 

Akhirnya pakcik A dan ditta (anak perempuan beliau) dan saya beserta ummi menaiki kereta masing-masing. Kebtulan ditta Dan ayahnya meminjam kereta usth Ipeh. Kami berdua menyususri jalan Cemara lalu berlanjut terus ke arah Marelan (Pasar V). Perjalanan ini luar biasa karena melewati jalan yang jauh sekali sampai kami melintasi Suzuya dan Irian Marelan yang siuper besar dan luas.
Seriusan we, perjalanan ini jauh sekali, dan saat tiba-tiba Pakcik A membelokkan setang kereta (sepeda motor) dan kami menuju gang yang jalannya sempit dan penuh dengan tanah lunak akibat air hujan, dan kami tibalah di suatu perumahan bersebelahan dengan pendopo. Pendopo tersebut berukuran 4m x 8m. Cukup untuk menampung 50 orang dewasa dalam keadaan berdiri.

Kami dipersilahkan masuk kedalam ruang tamu rumah tersebut. Terdapat 3 orang pria dan seorang wanita paruh baya sedang duduk di ruang tamu. Tatapan mereka datar, dan Pakcik A yang duduk di bangku tengah membuka pembicaraan yang mana aku dan ummi ikut hadir disitu karena ingin membuat asrama, sejujurnya aku kaget karena kita bukan mau melakukan hal itu, kami dua hanya gak enak dengan ajakan pakcik dan hanya mau tau saja, tapi ya sudahlah modus juga, tiba-tiba empunya rumah meminta kami untuk pindah ke pendopo depan karena akan sekaligus membuka akun begitu ucapnya sambil memerintahkan temannya yang berambut kuning dengan pewarakan yang kurang rapi. Seketika aku mengernyitkan kening dan tertanya-tanya akun apa yang akan dibuka.

Duduk di pendopo kami semua duduk menghadap Bapak Budi alias Bapak Sulistyo, sedangkan bapak satu lagi yang memerintahkan untuk duduk di Pendopo sebut saja Bapak M duduk diam menghadap Bapak Sulistio tadi dan mereka berdua saling tolak menolak dengan bahasa halus untuk menjadi pembicara dan pada akhirnya Pak Budi juga yang menjadi juru bicara sore itu.

Sejujurnya awal cerita yang daku dengar ini dari Pakcik A adalah  masalah pencairan dana dari kerajaan di Sumatera, dari Aceh sampai ujung Sumateralah pokoknya, dan dana yang akan dicairkan tidak semua orang yang bisa menerima. Jika bukan karena ummi yang penasaran aku tidak ingin pergi ke tempat itu. Membuang waktu saja disitu.


Aku sudah biasa membaca dan melihat berbagai modus penipu, dan sebenarnya mustahil mengadakan pertemuan untuk mencairkan uang ditempat murahan seperti itu tapi karena nemenin emak yang penasaran ya sudah aku pun wajiblah mengantarkan dan menemani ditambah lagi sebagai pengalaman saja.


Diawal Bapak Sulistyo bercerita mengenai sejarah IDA, atau disebut  International Development Association  (dari namanya keren yah!) dimana IDA ini adalah grup asosiasi Indonesia yang  dibangun Bapak Soekarno dulu yang bekerjasama dengan 25 negara lainnya dalam membentuk World Bank atau Bank dunia sesuai undang-undang nomor 3 tahun 1968, begitu kata bapak itu.  Fungsi Bank Dunia ini adalah untuk mendanai segala macam bentuk proyek atau memenuhi dana proposal yang bersifat membangun negara untuk berkembang juga bisa membantu individu untuk memiliki modal sendiri dalam membangun usaha dan bisa dicairkan milyaran rupiah untuk masing-masing individu. Sumber uang yang didapat adalah uang dari hasil bumi Pulau Sumatera yang telah banyak dijual ke luar dalam bentuk hutang dan dibayarkan kembali ke World Bank tadi sejak tahun 1917 (kalau gak salah dari penjelasan bapak itu) sampai saat ini. Uang ini hanya relawan generasi baru saja yang bisa mengakses dan mencairkan, nilainya mencapai 5200 triliun  dan itu hak kita semua rakyat. Lebih lucu lagi, menurut beliau Pak Sandiaga Uno juga salah satu relawan IDA ini dan membantu Bapak Sandi nambah kaya, hahhaa  (disitu saya melihat bapak ini ngawur). Beliau menambahkan kalau meeting IMF kemarin yang diadakan di Pulau Bali, hasilnya semua hanya omong kosong! (saat itu saya sudah gak percaya tapi karena menemani ummi, saya diam saja).

Perlu diketahui IDA (International Deveopment Association) ini adalah suatu asosiasi membantu beberapa negara miskin didunia untuk berkembang dan dari daftar yang ada pada webnya negara Indonesia bukanlah negara yang termasuk didalamnya. Berbeda jauh dengan penjelasan Pak Budi tadi. 


Hasil pencarian Kalimat IDA di search Engine GOOGLE

Silahkan klik untuk mencari nama Negar Indonesia, (lihat tulisan dalam kotak merah)

Wajar jika yang menjadi pengikut adalah kaum orang tua yang tidak aktif dalam dunia google atau teknoogi. 

Panjang lebar bapak itu menjelaskan, tiba-tiba saja datang 3 orang menggunakan 2 buah sepeda motor, sepasang suami istri dan seorang remaja paruh baya dan mereka langsung mengambil tempat dan ikut mendengarkan meski sudah ketinggalan jauh dari penjelasan yang aku dengar sebelumnya. Selama beberapa menit mendengarkan penjelasan wajah mereka bertiga sedikit bingung dan mengernyitkan mata saat penjelasan Pak Budi  tidak masuk akal bahkan saat saya bertanya contoh nyata pejabat diMedan yang sudah relawan, beliau tidak menjawab tapi yang menjawab Pakcik A, kata beliau Bupati Deli Serdang, (sejujurnya itu tidak mungkin) hahahahhaa (modusnya makin meluas). Makin membuat saya tidak percaya dan aneh saja adalah kalimat beliau untuk mengakses duet triliuran Rupiah dibutuhkan smart Phone berbasis android karena nanti dibutuhkan sistem berupa apss atau aplikasi yang bisa didownnload di Playstore. 

"Apa-apaan ini!!" dalam hati, gila banget sistem untuk duit triliunan dalam palystore dan ada pilihan Bahasa Indonesia. Kawan ane aja bisa buat apss. Biasanya hal seperti ini ada Website masing-masing yang khusus. Beliau juga menyampaikan saat meet together IMF di Bali, ada salah satu pemuda yang duduk bersama di ruang tamu tadi dijemput menggunakan air force apalah itu buat ke bali untuk memberi tahu cara open akses aplikasi bank dunia terbesar tersebut. Masak gak ada Hacker sih yang bisa diandalkan. Indonesia krisis hacker ya?? hahaha mengada-ngada bapak itu mau bodoh-bodohin kita.

Jika sudah didownload, kita tinggal daftar menggunakan email dan password saja tanpa ada syarat lain. 

Bapak itu meminta saya  untuk mendownload, tapi kan paket kuota habis, hahahha. Tidak habis disitu beliau meminta Bapak satu lagi untuk mendownload dan ternyata mereka juga habis kuota internet.

Sampai masuk waktu Maghrib, saya, ummi dan Bapak X serta istrinya mohon izin untuk melaksanakan sholat. Usai sholat Maghrib kami meminta izin untuk pamit, namun sebelum kami pamit, salah satu bapak mengucapkan kalau berkas Pakcik A masih kurang. Saya sedikit kaget berkas apa yang dimaksud beliau. Setelah berkas, bapak tersebut mulai melancarkan bualan diplomatik tentang deklarasi yang akan diadakan pada hari Minggu (lusanya) dimana para peserta deklarasi nantinya akan diminta untuk mengenakan pakaian kebesaran adat daerah kami masing-masing. Pak cik A langsung menyela dan mengatakan baju adat Aceh sudah disiapkan namun Bapak M yang menjadi tuan rumah tadi tidak mengomentari dengan baik malah mengatakan kalau dari Aceh sudah ada. Mereka membutuhkan mahasiswa seraya menuding kepada anak Pakcik A. Aku hanya tertawa lucu dalam hati, bagaimana bisa manusia-manusia ini kok pada percaya ya.

Berhubung malam itu aku harus ke Binjai, aku langsung bergegas pulang dan tidak peduli dengan hal itu jadi aku mengisyaratkan Pakcik A bergegas dan pulang bersama kami, berhubung ditta harus belajar malam itu dan kereta yang dipinjam harus dikembalikan. Pakcik A dan ditta meluncur cepat meninggalkan aku dan Ummi, sedikit kesal tapi yang penting telinga aku gak perlu membuang waktu mendengar tipuan uwak-uwak tadi. Dipertengahan jalan Pakcik A berhenti dan meminta ditta pulang sendirian bersama kami karena Ditta juga bisa mengendarai sepeda motor tersebut. Kami bertiga melaju dan sempat singgah di Irian Supermarket terbesar di Marelan itu dan setelah itu langsung melanjutkan perjalanan pulang. 

Berhubung Hari Sabtu, kegiatan aku sangat padat. Drama ini sempat terlupakan, namun dimalam Senin saat aku sedang membuka youtube terlintas  diingatanku tentang Pakcik A yang begitu antusias menceritakan tentang harta warisan kerajaan. Spontan aku membuka Playstore dan mencari aplikasi yang dikatakan bapak rambut kuning kemarin. Yang aku dapatkan cukup membuat aku kaget dan tertawa ngakak. Aku yang pintar kenapa bisa membuang waktu mendengar khayalan kedua ekor uwak-uwak penipu. 

Tidak membutuhkan waktu lama untuk mencari APPS itu dan terkuaklah semuanya. Silahkan ketik World Bank Group Finances maka itulah aplikasinya. Perlu diingat di kata Finance harus ada huruf S karena menurut mereka APPS tidak asli tidak ada huruf S. Selama ini yang mereka pelajari adalah apps yang sengaja dibuat ntah oleh organisasi mana tidak ingin saya ketahui, yang ada nanti saya ketularan stress seperti mereka, berkhayal mendapat duet gratis. Bacalah ulasan apps maka ada kata UN SWISSINDO dan itulah clue pertama aku  bisa mendapatkan semua informasi terakhir tentang komunitas atau sekte apalah itu namanya. 

Berikut ini akan saya paparkan hal yang membuat saya tidak yakin ditambah lagi Bapak M si tuan rumah juga ada videonya. Silahkan cari saja di Youtube karena saya tidak ingin membuat Bapak-bapak itu semakin terkenal. HHAHAHAHA


ULASAN DI BAWAH APLIKASI YANG MEREKA INSTALL
Berikut ini adalah video dari You tube yang membuat saya tercengang karena jelas Bapak M yang saya temui adalah Bapak ada didalam video yang saya screenshot dibawah ini. Pantas saja tadi saat saya dirumah beliau ada satu set alat printer ternyata buat ngeprint VOUCHER M1  itu (kertas yang dipegang bapak baju putih), saya sertakan juga linknya https://www.youtube.com/watch?v=qTpBI1_JUmo. Silahkan ditonton. 😆😆 


Bapak berbaju Hitam adalah bapak M yang kami kunjungi dan beliau adalah Tuan rumah

Ingin tahu banyak tentang sekte ini silahkan saja search di Google
Saya mendapatkan video ini di Youtube Misteri Di Balik Sekte Pembebasan Utang: Swissindo. Setelah anda tonton anda bisa menyimpulkan sendiri.

Apa yang saya paparkan masih sebagian dari video yang beredar, dan banyak sekali pengikut pendiri sekte ini yang tidak bisa berfikir waras malah setiap daertah berbeda-beda skema pembayaran untuk mendapatkan Voucher M1 (kertas yang dipegang bapak tadi adalah voucher abal-abal).

Video yang mereka upload untuk membela diri bahwa mereka benar dan legal
Saya cukup heran, bagaimana bisa seorang advokat membela sekte ini, dimana jelas sekali kegiatan sekte ini tidak ada kejelasan dan kegiatan mereka mencari pengikut itu adalah dengan cara mengiming-imginkan warga dengan produk penghapus hutang dengan cara memberikan Fotokopi KTP dan pas Poto serta uang administrasi berkisar 20rn  sampai dengan jutaan, dimana opini mereka semakin banyak voucher semakin banyak nilai hutang yang akan dibayarkan UN SWISSINDO. Jelas mereka berkhayal.

Komentar dari seorang viewer
Komentar diatas adalah komentar untuk video kejadian di daerah Pulau Jawa dimana mereka mendapatkan voucher M1 dan berhak menerima sejumlah uang dengan menukarkan voucher tersebut pada tanggal yang ditentukan ke Bank Mandiri di daerah itu. (Silahkan tonton videonya pasti kita sebagai orang cerdas hanya bisa mengurut dada dengan kelakukan sekte ini).

Berikut juga saya sertakan link untuk referensi pembaca semua silahkan klik dan baca untuk dapat dijadikan pembelajaran dan silahkan dishare jika dibutuhkan karena sekte ini meniru sistem bisnis MLM yaitu penyebaran informasi dari mulut ke mulut.

Berikut ini adalah berita di Batam Warga Tergiur Bantuan Uang Rp15 Juta dari UN Swissindo, silahkan baca juga komentar dibawah beritanya dan saya lampirkan juga untuk diketahui bersama  5 FAKTA UN SWISSINDO  dan berita lainnya yang berbau negatif tentang sekte ini. Meski sudah jelas bahwa ini sekte non profit tapi sangat merugikan beberapa bank yang terkait seperti BRI dan MANDIRI. Anggota sekte ini juga kukuh bahwa mereka melakukan tindakan yang benar untuk menyelamatkan dunia dan mendesak alasan konkrit kenapa dana voucher M1 tidak cair padahal jelas sekali memang dana itu tidak ada, ini adalah  sebagian dari ALASAN MENGAPA DANA VOUCHER M1 UN SWISSINDO TIDAK CAIR

Sudah berjalan 8 tahun dan pada Agustus 2018, pimpinan tertinggi sekte ini ditangkap polisi, beritanya bisa anda baca disini guys! Bos Sekte Penghapus Utang Ditangkap Polisi, Ini Respon OJK.


Bapak yg dilingkar kuning adalah Bapak Sulistyo yang jadi jubir kemarin saat saya disitu.
Meski pimpinan ditangkap pada Agustus 2018, sampai saya sendiriyang mendengarkan dan datang ke lokasi mereka di bulan Oktober sekte ini masih aktif  bergerilya mencari pengikut di Medan juga. Tujuan dan niatnya tidak jelas jadi wajar kita jadi suuzon ye kan dan berdoa kalau sekte ini segera hangus dan punah.

Semoga teman-teman yang membaca bisa bantu share agar tidak tertipu atau terjebak dalam sekte atau komunitas mereka.

PS : Minggu lalu tanggal 2 Nov saya bertemu dengan Pakcik A kata beliau tanggal 25 Nov nanti akan ada deklarasi dari berbagai negara dimana akan hadir bapak Barack Obama, dan petinggi negara lain. Mudah-mudahan benar adanya sehingga tidak menjadi janji manis yang menjadi harapan palsu. Meskipun begituu saya tidak tergiur.