Sejak dunia industri Shipyard mengalami krisis orderan, maka sangat berpengaruh dengan hasil gajiku sebagai karyawan yang hanya mendapatkan gaji basic tiap bulannya. Dan karena itu aku memutuskan untuk membuka usaha Travel sebagai sampingan. Bersyukur usaha Travel yang aku jalani ini sedikit demi sedikit mengalami kemajuan. Namun untuk mengembangkan usaha yang sudah aku jalani beberapa bulan belakangan ini tentulah aku membutuhkan dana lebih besar.  Bersyukur dijaman yang serba dimudahkan ini, mendapatkan bantuan  modal usaha bukan lagi kendala terbesar dalam mengembangkan usaha, karena sudah ada Lembaga keuangan yang siap memberikan Kredit usaha menengah untuk para nasabahnya.




Namun sebelum memutuskan untuk meminjam dana untuk Kredit Usaha Menengah, ada beberapa hal juga yang harus di pertimbangkan, agar modal yang didapat nanti benar benar sesuai dengan kebutuhan :

1. Menentukan Besar Pinjaman Untuk Modal Usaha

Sebelum mengajukan jumlah pinjaman yang diajukan, Ada baiknya kita harus  menghitung biaya biaya yang dikeluarkan setiap bulan, baik untuk sewa counter, biaya gaji karyawan, biaya internet, biaya cicilan pinjaman, dan biaya yang lainnya, sehingga disaat pinjaman cair, pengeluaran semua bisa terkontrol sesuai dengan list yang telah diperhitungkan sebelumnya. Tentukan juga lamanya pinjaman, apakah sudah sesuai dengan kemampuan yang akan dibayar setiap bulannya.


2. Lengkapi Persyaratan Sebelum Mengajukan Pinjaman Modal Usaha.

Setiap lembaga keuangan memiliki persyaratan yang harus dilengkapi oleh calon nasabah sebelum mengajukan pinjaman, adapun syarat umum yang harus dipenuhi oleh si calon nasabah antara lain :
  • Harus Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan identitas
  • Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah, dan maksimal 60 tahun saat kredit lunas
  • Usaha yang dijalankan minimal sudah berjalan selama 2 tahun.
  • Belum pernah memperoleh fasilitas kredit atau jika sudah pernah memperoleh fasilitas kredit namun dengan pembayaran yang lancar / kredit tidak pernah bermasalah.

Sementara itu untuk dokument penting yang harus di persiapkan meliputi :
  • Identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) Kartu Keluarga ( KK ) serta Surat Nikah suami istri bagi yang masih terikat pernikahan, atau Surat Cerai bagi yang memang sudah tidak terikat pernikahan.
  • Khusus pengajuan kredit diatas Rp 50 juta maka calon nasabah harus mempersiapkan dokumen legalitas usaha, seperti Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ), Surat Izin Usaha Perdagangan ( SIUP ), Surat Keterangan Domisili Usaha ( SKDU )
  • Surat Keterangan Usaha dari Desa / Kelurahan, Dinas Pasar atau Otorita setempat dimana calon nasabah memiliki usaha, atau Surat Ijin Usaha.
  • Fotokopi rekening giro / tabungan selama enam bulan terakhir.

3. Pilih Lembaga Keuangan Yang Sudah Memiliki Nama Baik

Sebelum mengajukan pinjaman, ada baiknya membaca review dari beberapa lembaga keuangan, lihat reputasinya, lihat apa yang mereka tawarkan, dan lihat pelayanannya terhadap nasabahnya. Point ini juga penting loh. 

Lihat juga apakah lembaga keuangan ini sudah memiliki cabang di seluruh Indonesia, ini penting untuk melihat seberapa besar kepercayaan nasabah ke Lembaga Keuangan ini. Hal ini dimaksudkan untuk kenyamanan nasabah juga.

4.  Pilih Angsuran Dan Tenor Yang Sesuai Dengan Kemampuan

Angsuran/ cicilan perbulan ini sangat penting untuk nasabah, karena saat memilih angsuran nasabah harus memastikan sanggup untuk membayarnya tiap bulan, jangan sampai ada kendala ditengah jalan dengan alasan tidak sanggup membayar. 

Jadi alangkah baiknya, sebelum menentukan cicilan nasabah sudah menghitung jumlah pengeluarannya tiap bulan, di tambah dengan pengeluaran lainnya, dan sebisanya tetap ada kelebihan dana yang di sisihkan untuk pengeluaran tak terduga lainnya.

Pastikan nasabah disiplin setiap bulan dalam pembayaran cicilan yang sudah ditetapkan,  jangan sampai ada keterlambatan yang nantinya menimbulkan penalti untuk nasabah, dan yang lebih parah membuat nasabah masuk dalam daftar hitam di Bank Indonesia. Hal ini sangat merugikan nasabah itu sendiri, karena tentunya akan sulit mengajukan kredit lainnya dimanapun.

                                                                            *******

Nah biasanya empat hal itu yang penting untuk di persiapkan oleh Nasabah sebelum mengajukan pinjaman modal usaha. Lembaga Keuangan pada umumnya juga akan menerapkan prinsip 5C sebelum memberi pinjaman kepada calon nasabahnya. 5C itu sendiri meliputi Character ( Integritas ) , Capacity ( Kemampuan membayar hutang ) , Capital ( Kekayaan Pokok ), Collateral ( Aset yang dimiliki ) dan Conditions ( Kondisi Usaha Yang Sedang Berjalan ).

Dan sebagai peminjam, nasabah pun harus memiliki prinsip yang sama, harus yakin bahwa nasabah tak memiliki catatan buruk di Bank Indonesia, Nah untuk mengecek catatan pribadi nasabah itu sendiri, bisa dilakukan dengan mengecek status BI Checking melaui website Bank Indonesia.

Bisa memiliki usaha sendiri dan mandiri secara finansial sudah pasti menjadi impian setiap orang,  dimana ada pepatah yang mengatakan, sekecil kecilnya usaha, jika kamu pemiliknya, maka kamu adalah boss. Namun jika kamu tetap bertahan menjadi karyawan, setinggi tingginya jabatanmu tetaplah kamu seorang karyawan. 

Dan untuk mewujudkan keinginan menjadi pengusaha, modal bukan lagi menjadi masalah besar pada saat ini, karena pinjaman modal usaha juga bisa didapat dengan cara yang cukup mudah, kalian bisa membaca laman https://www.cekaja.com/small-business-banking    dimana  sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman untuk modal usaha, kita sudah tau persyaratan, cicilan perbulan, lama waktu pembayaran dan pastinya reputasi serta pelayanannya terhadap nasabah