Jangan korbankan mimpimu hanya karena recehan rupiah. (Gamal Albinsaid) 

Mungkin kita sudah tidak asing dengan Dokter Gamal Albinsaid, bukan? Muda, Menginspirasi Cerdas, memiliki jiwa sosial yang tinggi, dan sholeh pula. Siapa yang selalu ngikutin beliau?

Nah, kali ini saya akan mengulas sedikit banyak tentang beliau.

Dokter Gamal Albinsaid 
Sekilas kita akan melihat dari parasnya yang berperawakan Arab, tinggi, putih ini, sosoknya murah senyum, ramah, berpandangan luas, tawadhu, memiliki jiwa sosial yang tinggi, dan sholeh pula!

Dokter Gamal Albinsaid lahir di Malang, 8 September 1989. (sama dengan usia saya dong :P Belum usianya 30 tahun sudah memiliki pencapaian-pencapaian yang luar biasa. Sejak kecil di SMA nya pun sudah akselerasi, dan berkuliah di Universitas Brawijaya, Malang. Saat ini diamanahkan sebagai Dokter Muda Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, dan mengambil S2 Biomedik Universitas Brawijaya.

Kehidupan pribadi 
Bila mengikuti sosmednya, maka cukup sedikit beliau mengungkap kehidupan pribadinya. Dokter Gamal Albinsaid menikah pada tahun 2014 dengan Rania Arif Mahfud dan kini dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Muhammad Fahri Albinsaid.

Disebutkan di twitter, bahwa sejak menikah tahun 2014, di tahun 2017, Gamal baru 2x mengajak istrinya ke bioskop. Jadi refreshing gak harus nonton, jalan-jalan, kan.

Pencapaian Dokter Gamal Albinsaid
Dokter Gamal selain seorang dokter, juga merupakan wirausaha sosial, dan inovator kesehatan yang merupakan CEO Indonesia Medika.

Homedika yakni wirausaha sosial berbasis teknologi yang menghubungkan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Sehingga ini memberikan layanan tenaga dan fasilitas kesehatan dengan cepat, mudah, dan berkualitas. “Alhamdulillah, lebih dari 650 tenaga medis di lebih dari 100 kota telah bergabung menjadi mitra medis homedika,” sebut Gamal.

Melalui program ini pula, Gamal bercita-cita menghadirkan tenaga kesehatan di rumah orang-orang yang kurang beruntung.

Dokter Gamal mendirikan klinik Indonesia Medika di Jalan Kyai Parseh Jaya, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang. Di klinik tersebut, masyarakat bisa mengakses pelayanan primer dengan menukar sampah sebesar Rp 10 ribu per bulan.

“Bisa dibayangkan nanti jika sudah puluhan ribu tenaga medis yang bergabung. Kalau suatu ketika terjadi bencana alam di Aceh, Manado, maupun Makassar, dari kantor mereka yang bertempat di Kota Malang bisa langsung menggerakkan tenaga medis di wilayah yang membutuhkan,” contohnya.

Berawal dari Sampah

Dengan passion, anda akan terus mengejarnya, karena salah satu karakter orang yang bekerja dengan passion adalah tidak bisa tenang jika mimpinya belum terwujud. (Dokter Gamal Albinsaid)

Gamal menjelaskan, target awal klinik ini adalah kelompok masyarakat di Kelurahan Bumiayu yang terbiasa membuang sampah ke sungai. Sampah-sampah yang dikumpulkan adalah sampah botol, plastik, dan kertas. ”Melalui asuransi sampah, kami bisa membantu pelayanan kesehatan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” kata Gamal.

Gamal mulai merintis asuransi sampah 5 tahun yang lalu, tahun 2013. Terdorong karena sebuah kasus yakni anak pemulung berusia 3 tahun bernama Khairunnisa yang meninggal karena diare. Anak itu mengembuskan napas terakhir di gerobak ayahnya yang berpenghasilan tak lebih dari 10 ribu per hari. ”Pemulung hanya punya sampah untuk membayar,” ujar Dokter Gamal.

Pendiri siapapeduli.id
Gamal Albinsaid juga mengembangkan siapapeduli.id. Di launching pada Januari 2017, siapa peduli adalah sebuah wirausaha sosial berbasis teknologi untuk melakukan galang dana pembiayaan kesehatan dengan pendekatan digital, sosial media, dan gerakan kerelawanan.

Program ini, menggunakan sarana media sosial dan website dalam publikasi mengenai penyebaran informasi dan donasi dengan metode crowdfunding atau galang dana secara online. Sehingga bagaimana supaya Dokter Gamal bisa mengembangkan sebuah platform yang mampu membantu pasien-pasien yang kurang mampu ini mendapatkan biaya kesehatan.

“Alhamdulillah program ini sudah membantu lebih dari 170 pasien dan menyalurkan 700 juta rupiah, dengan 2.200 donatur, dan 370 relawan yang terus bertambah."

Gamal Albinsaid menjadi satu-satunya pemuda dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan 1 dari 50 inovator sosial paling berpengaruh di Dunia. Dua terobosan yang Dokter Gamal buat yakni Homedika dan siapapeduli.id menyabet 2 penghargaan di pada acara Indonesia Health Care Forum.

Mendapat penghargaan kehormatan dari Pangeran Charles di Inggris

Dokter Gamal menjadi pemuda pertama di Asia yang mendapat penghargaan kehormatan dari Pangeran Charles di Inggris. Penghargaan yang diberikan yakni Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards merupakan kehormatan dari Pangeran Charles kepada entrepreneurship muda yang peduli di bidang sumberdaya berkelanjutan. Penghargaan diselenggarakan oleh Unilever dan Cambridge University.

"Saya ingin memberikan ucapan selamat hangat saya untuk Gamal Albinsaid atas inisiatifnya yang menakjubkan" kata Pangeran Charles dalam acara pemberian penghargaan seperti dikutip dari rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (3/2/2014).

Saat itu Pangeran Charles juga menambahkan "Ide ini menangani dua masalah pada saat yang bersamaan (menangani masalah sampah, untuk menyelesaikan masalah kesehatan)," katanya.

Dengan prestasinya tersebut, Gamal mendapatkan hadiah 50.000 euro atau sekitar Rp 800 juta sebagai dukungan finansial dan paket mentoring dari Universitas Cambridge yang dirancang secara individu. 


Selain itu dokter Gamal juga telah meraih lebih dari 40 penghargaan dan 9 diantaranya adalah penghargaan internasional dari Amerika, Peru, Jerman, Thailand, Kamboja, Jepang, India, Inggris, dan Korea Selatan.

Dokter Gamal duduk menjadi pembicara bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin 
Pada 22 Oktober 2017 lalu, acara 19th World Festival for Youth and Students 2017, di Moskow dan Sochi, Dokter Gamal menjadi pembicara di hadapan 25 ribu pemuda dari 150 negara di Rusia dan diundang berdiskusi langsung oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Pada saat itu, Dokter Gamal menerangkan tentang Klinik Asuransi Sampah yang didirikan untuk masyarakat kurang mampu.

Yang terbaru, Dokter Gamal juga menulis dua buku, yakni buku Muda Mendunia dan Menyehatkan Indonesia dengan Sampah. 

Dokter Gamal juga termasuk Founder Sobat SANDI membawahi para pemuda dari seluruh nusantara yang memiliki semangat membangun bangsa. Yang berada di Sobat SANDI sebut saja ada Natta Reza (Selebgram / musisi), Andreas Sanjaya (Co Founder Badr Interactive), Edy Fajar Prasetyo (Founder Eco Business Indonesia Ebibag), Alfi Irfan (CEO Agrisocio), Nur Agis Aulia (Co Founder Banten Bunga Bangsa), Dalu Nuzlul Kirom (Founder Gerakan Melukis Harapan), Baban Sarbana (Founder Desa Cyber), dan Harianto Albar (Founder Gerakan Listrik Masuk Desa).

Dan amanah terbarunya yakni sebagai "Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Capres dan Cawapres 2019 Prabowo - Sandiaga". Kalau kita lihat di televisi, sekarang Dokter Gamal pun aktif menghadiri acara debat capres cawapres dan tampak apik menyampaikan fakta disertai data-data.

Alasan beliau mau menjadi Juru Bicara Pemenangan adalah "Peneliti harus keluar laboratorium, masuk ke dunia bisnis, masyarakat, bahkan dunia politik, untuk memastikan pengetahuan-pengetahuan yang dia produksi terdistribusi dengan baik."

Namun tugas besarnya tetap sebagai dokter akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat karena ia pernah berujar karena apa sih yang kita cari? Pengabdian.

Pengabdian kepada masyarakat dan melihat wajah bahagia orang-orang yang terbantu karena jasa tenaga kesehatan itu lebih mahal (baca: lebih membahagiakan) dari uang yang dihasilkan. Karena ada rasa puas, bahagia, karena senang bisa membantu."

Semoga sehat sehat selalu Dokter Gamal dan Sukses selalu dengan inovasi-inovasinya! Muda mendunia.